tirto.id - Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah penyadapan juga dapat terjadi terhadap masyarakat umum? Lantas, bagaimana seseorang dapat mengetahui jika nomor telepon atau perangkat pribadinya sedang dipantau?
Dalam kasus Listyo, penyadapan diduga dilakukan melalui Lawful Interception Management System (LIMS), yakni sistem yang menghubungkan aparat penegak hukum dengan jaringan operator telekomunikasi untuk melakukan penyadapan secara terotorisasi.
Mekanisme ini berbeda dengan penyadapan menggunakan spyware, yaitu perangkat lunak yang dapat disusupkan ke ponsel untuk memantau aktivitas penggunanya.
Penyadapan melalui sistem intersepsi jaringan seperti LIMS dilakukan melalui infrastruktur operator telekomunikasi. Mekanisme ini berbeda dari spyware yang bekerja dengan menginfeksi atau memperoleh akses ke perangkat. Namun, kemampuan intersepsi melalui jaringan bergantung pada jenis komunikasi dan teknologi yang digunakan. Sistem tersebut tidak serta-merta memberikan akses ke seluruh aktivitas di dalam ponsel.
Sementara itu, spyware bekerja dengan cara menyusup ke dalam perangkat, biasanya melalui aplikasi berbahaya, tautan mencurigakan, atau celah keamanan. Setelah terpasang, spyware dapat memantau aktivitas di dalam ponsel, seperti mengakses pesan, merekam aktivitas, atau mengambil informasi pribadi, bergantung pada kemampuan perangkat lunak tersebut.
Apakah Pengguna Bisa Tahu Jika Ponsel Disadap?
Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya menyebut, penyadapan melalui sistem seperti Lawful Interception Management System (LIMS) tidak selalu meninggalkan tanda pada ponsel pengguna. Sebab, intersepsi dilakukan melalui infrastruktur jaringan operator telekomunikasi, bukan dengan memasang perangkat lunak pemantau di dalam ponsel.
"Kalau lewat LIMS, ya tidak bisa. Wong datanya disadap di operator, bukan di ponsel. Tidak ada baterai yang cepat habis, tidak ada aplikasi aneh, tidak ada tanda apa pun," ujar Alfons dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto, Rabu (4/11/2026).
Menurut Alfons, salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan kebocoran informasi adalah canary trap atau informasi umpan.
Caranya, seseorang menyampaikan informasi tertentu yang tidak benar-benar penting dan hanya dibagikan melalui saluran komunikasi yang sedang ingin diuji. Jika informasi tersebut kemudian diketahui oleh pihak yang seharusnya tidak memiliki akses, hal itu dapat menjadi petunjuk bahwa komunikasi atau informasi tersebut bocor.
Meski demikian, metode ini tidak dapat membuktikan penyadapan secara pasti karena informasi yang sama mungkin saja diperoleh melalui sumber atau jalur lain.
Karena itu, baterai yang cepat habis, penggunaan data internet yang meningkat, atau munculnya aplikasi tidak dikenal bukanlah indikator yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyadapan melalui LIMS. Proses tersebut bahkan dapat berlangsung tanpa menunjukkan perubahan apa pun pada perangkat.
Di luar intersepsi melalui jaringan operator seperti LIMS, terdapat bentuk pemantauan atau penyusupan lain yang dapat melibatkan perangkat maupun akun digital pengguna.
Aktivitas semacam ini terkadang meninggalkan petunjuk yang bisa diperiksa melalui pengaturan ponsel dan akun pribadi. Berikut sejumlah tanda yang dapat diperiksa terkait dugaan penyadapan atau pemantauan yang tidak menggunakan LIMS,
seperti dilansir Forbes, Rabu (4/11/2026).1. Baterai ponsel lebih cepat habis
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah baterai ponsel tiba-tiba lebih cepat habis dibandingkan biasanya. Kondisi ini dapat terjadi ketika perangkat lunak pemantau bekerja di latar belakang dan terus mengirimkan data ke server pihak lain.Aktivitas tersebut membuat ponsel bekerja lebih keras meskipun sedang tidak digunakan. Pengguna dapat memeriksa menu pengaturan baterai untuk mengetahui aplikasi yang paling banyak mengonsumsi daya.
Jika terdapat aplikasi yang tidak dikenal atau jarang digunakan tetapi berada di urutan teratas penggunaan baterai, aplikasi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
2. Penggunaan data internet meningkat secara tidak wajar
Perangkat lunak pemantau dapat mengirimkan informasi dari ponsel ke pihak lain melalui koneksi internet. Data yang dikirim bisa berupa informasi lokasi, pesan, riwayat panggilan, hingga rekaman audio, bergantung pada kemampuan perangkat lunak tersebut dan akses yang dimilikinya.Aktivitas pengiriman data di latar belakang dapat menyebabkan penggunaan kuota internet meningkat tanpa disadari. Untuk memeriksanya, pengguna dapat membuka pengaturan penggunaan data dan melihat aplikasi yang paling banyak menghabiskan kuota.
3. Ponsel sering panas atau mengalami gangguan
Ponsel yang terasa panas ketika tidak digunakan juga patut diperhatikan, terutama jika disertai perubahan perilaku lainnya. Perangkat lunak berbahaya yang berjalan terus-menerus dapat membuat prosesor bekerja lebih berat sehingga suhu perangkat meningkat.Gejala lain yang mungkin muncul adalah aplikasi terbuka atau tertutup sendiri, ponsel tiba-tiba melakukan restart, proses mematikan perangkat menjadi lebih lama, atau aplikasi sering mengalami gangguan.
4. Muncul aplikasi yang tidak dikenal
Pengguna perlu memeriksa daftar aplikasi yang terpasang di ponsel. Perhatikan apabila terdapat aplikasi yang tidak pernah diunduh atau tidak diketahui fungsinya.Beberapa aplikasi pemantau dapat menggunakan nama umum yang menyerupai layanan bawaan perangkat, seperti System Service, Device Health, atau Phone Manager, agar tidak mudah dikenali.
Namun, tidak semua aplikasi dengan nama tersebut berbahaya karena sebagian merupakan komponen sistem resmi. Karena itu, sebelum menghapusnya, pengguna sebaiknya memeriksa nama pengembang, fungsi aplikasi, dan sumber pemasangannya.
5. Aplikasi meminta izin yang tidak sesuai fungsinya
Tanda lainnya adalah aplikasi meminta akses ke fitur ponsel yang sebenarnya tidak dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya. Misalnya, aplikasi kalkulator meminta izin menggunakan mikrofon atau aplikasi senter meminta akses lokasi. Permintaan izin yang tidak relevan seperti ini patut dicurigai.6. Indikator kamera atau mikrofon aktif tanpa alasan jelas
Ponsel modern memiliki indikator yang menunjukkan ketika kamera atau mikrofon sedang digunakan. Jika indikator muncul ketika pengguna tidak sedang menjalankan aplikasi yang membutuhkan kamera atau mikrofon, periksa aplikasi yang sedang mengakses fitur tersebut.7. Pengalihan panggilan terjadi tanpa sepengetahuan
Pengalihan panggilan atau call forwarding yang tidak pernah diaktifkan pengguna juga perlu diperiksa. Fitur ini memungkinkan panggilan masuk diteruskan ke nomor lain berdasarkan pengaturan tertentu.8. Muncul pesan atau kode verifikasi yang tidak diminta
Pengguna perlu waspada apabila tiba-tiba menerima kode verifikasi atau one-time password (OTP) yang tidak pernah diminta. Hal ini bisa menunjukkan ada pihak lain yang mencoba masuk ke akun pribadi menggunakan nomor telepon atau alamat email pengguna.Email permintaan pengaturan ulang kata sandi dari beberapa layanan dalam waktu berdekatan juga patut diperiksa. Jika mengalami hal tersebut, segera periksa aktivitas akun dan ubah kata sandi melalui perangkat yang aman.
Cara Melindungi Isi Pesan dalam Ponsel
Berbagai tanda tersebut dapat membantu pengguna mengenali kemungkinan adanya spyware atau pemantauan yang melibatkan perangkat dan akun digital. Namun, tidak semua bentuk penyadapan bekerja dengan cara memasuki ponsel atau meninggalkan jejak yang bisa diperiksa pengguna.
Pada intersepsi melalui jaringan operator, misalnya, perlindungan perangkat saja tidak cukup untuk menjamin isi komunikasi tetap aman. Karena itu, selain memeriksa keamanan ponsel, pengguna juga perlu memahami cara melindungi komunikasi yang dilakukan melalui jaringan telekomunikasi, termasuk risiko terbukanya metadata.
Untuk menghindari penyadapan model LIMS, menurut Alfons Tanujaya, beberapa langkah ini bisa membantu:
- Gunakan WhatsApp, Signal, atau Telegram Secret Chat untuk komunikasi yang sensitif.
- Hindari SMS dan telepon biasa untuk informasi penting dan rahasia.
- Selalu update ponsel dan aplikasi untuk menutup celah yang biasa dipakai spyware.
Ia juga menyampaikan, metadata tidak kalah berharga dari isi pesan yang sebenarnya. Tanpa membaca satu pesan pun, metadata dalam jangka panjang memberi gambaran yang sangat akurat tentang siapa sasaran penyadapan: rutinitasnya, lingkar terdekatnya, dan ke mana ia bergerak.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































