tirto.id - Bisnis wealth management PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan positif. Per Juni 2026, total aset wealth management BCA menembus Rp339 triliun, melonjak dari Rp139 triliun pada 2022.
Direktur BCA Haryanto Budiman mengungkapkan, pertumbuhan ini ditopang oleh kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan BCA.
Di tengah dinamika pasar keuangan global maupun domestik, lini produk investasi BCA menunjukkan tren positif. Instrumen reksa dana mencatatkan kenaikan hingga 50 persen dibandingkan periode sebelumnya.
"Kalau kita lihat pertumbuhannya, year on year kenaikannya 15-16 persen. Tapi kalau kita lihat yang menarik adalah reksa dana naiknya 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini yang menjadi fokus kita sebenarnya," ujar Haryanto dalam konferensi pers Runvestasi 2026 di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Haryanto menambahkan, reksa dana pasar uang kini menjadi salah satu pilihan utama nasabah. Selain menawarkan imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan tabungan atau deposito konvensional, instrumen ini juga memiliki tingkat risiko yang relatif stabil dan terukur sehingga cocok bagi nasabah konservatif.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, EVP Wealth Management BCA Indrawan Basuki menjelaskan bahwa ekspansi bisnis ini didukung strategi bank dalam menyediakan platform digital yang inklusif.
Melalui aplikasi myBCA, masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengakses produk investasi dengan modal terjangkau, mulai dari Rp10.000 untuk reksa dana dan Rp1 juta untuk obligasi pemerintah (government bonds).
"Dengan adanya MyBCA, kita bisa masuk ke segmen-segmen mass market. Kita ingin menjaga sebanyak mungkin lapisan masyarakat, bukan hanya segmen atas," kata Indrawan.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































