tirto.id - Nama legenda sepak bola Inggris, David Beckham, belakangan muncul dalam bursa pencalonan Presiden FIFA 2027. Beckham disebut mendapat dukungan dari beberapa pihak di internal UEFA dan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).
Menurut laporan beIN Sports, nama David Beckham mencuat di lingkaran sepak bola Eropa sebagai sosok potensial yang digadang-gadang bakal menantang Gianni Infantino dalam Kongres Pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027 mendatang.
UEFA sendiri tengah berburu figur berpengaruh yang sanggup menggalang dukungan untuk menggoyang kepemimpinan Infantino. Langkah ini diambil oleh UEFA menyusul deretan kebijakan kontroversial yang dicetuskan sang Presiden FIFA dalam beberapa waktu terakhir.
Meski begitu, pencalonan David Beckham diprediksi menemui kendala besar. Selain faktor kedekatannya dengan Infantino, panggung pemilihan Presiden FIFA bakal didominasi oleh sang petahana yang berpeluang melanjutkan jabatannya untuk periode keempat.
Lantas, benarkah David Beckham bakal maju sebagai kandidat Presiden FIFA menantang Gianni Infantino? Sejauh mana peluang Beckham untuk merebut kursi orang nomor satu di induk organisasi sepak bola dunia?
Apakah Beckham Masuk Bursa Calon Presiden FIFA, Bisa Lawan Infantino?
Nama David Beckham belakangan muncul dalam bursa pencalonan Presiden FIFA 2027. Legenda sepak bola Inggris itu disebut mendapat dukungan dari beberapa pihak internal UEFA, serta Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).
Menurut laporan Sky Sport Germany, beberapa faksi di internal UEFA memunculkan nama Beckham sebagai opsi alternatif sebagai kandidat Presiden FIFA 2027. Sosok Beckham digadang-gadang memiliki potensi untuk menantang dominasi Gianni Infantino.
UEFA sedang mencari figur berpengaruh yang sanggup menggalang dukungan untuk menggoyang posisi Gianni Infantino. Langkah ini diambil UEFA usai deretan kebijakan kontroversial yang dicetuskan sang Presiden FIFA dalam beberapa waktu terakhir.
UEFA berulang kali melayangkan kritik terhadap kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA, yang dinilai tidak transparan serta sarat akan kepentingan politik. Tensi kedua kubu makin memuncak sewaktu Infantino mewacanakan pemisahan unit komersial organisasi sekaligus menjual sebagian hak siar dan aset bisnis FIFA kepada investor swasta.
Menurut laporan Goal.com, sejumlah presiden federasi sepak bola di Eropa juga telah mengadakan pertemuan di Berlin untuk menetapkan kriteria yang dibutuhkan dalam memilih figur yang tepat bagi jabatan Presiden FIFA yang baru.
Oleh sebab itu, UEFA membentuk kubu oposisi dalam bursa pencalonan Presiden FIFA 2027. Bahkan Presiden Federasi Sepak Bola Jerman, Bernd Neuendorf, secara terbuka ikut mendukung langkah UEFA yang menyuarakan komitmen untuk mencari sosok baru di kursi Presiden FIFA.
"Kami tetap berpegang pada tujuan untuk melihat orang lain memimpin FIFA, dan itu tentu saja menuntut diajukannya kandidat alternatif.” ujar Bernd Neuendorf, dikutip dari laman Goal.com.
Dalam pertemuan yang menghimpun para petinggi federasi, satu kriteria krusial terus dimunculkan yakni calon penantang wajib memiliki daya pikat serta reputasi yang kuat, demi mengimbangi dominasi media dan pengaruh institusional yang melekat pada Gianni Infantino.
Di antara nama-nama yang beredar di Eropa, sosok David Beckham mencuat sebagai opsi yang paling menarik perhatian. Beckham dinilai memiliki ketenaran di media global dan kemandirian finansial yang berpadu dengan kepemilikan Inter Miami.
Relasi erat Beckham dengan pasar Amerika Serikat memposisikannya sebagai mata rantai ideal yang menghubungkan sepak bola Eropa dan CONCACAF. Kemitraan ini krusial bagi UEFA demi merangkul kawasan Amerika Tengah dan Utara untuk membendung dominasi pendukung Infantino, yang mengakar kuat di Afrika (CAF) dan Asia (AFC).
Kendati begitu, skenario mendorong Beckham ke bursa kandidat Presiden FIFA diprediksi bakal menghadapi kesulitan. Beckham justru dikenal menjaga hubungan yang baik dengan Infantino, dan ia aktif terlibat dalam berbagai acara serta kampanye resmi FIFA.
David Beckham sendiri belum pernah mengonfirmasi ketertarikannya bertarung dalam bursa kandidat Presiden FIFA. Mantan kapten timnas Inggris itu tengah berfokus mengembangkan ekspansi bisnisnya, terutama dalam mengelola klub Inter Miami.
Di sisi lain, tenggat waktu pemilihan juga memberikan tekanan tersendiri bagi UEFA pada proses negosiasi. Batas waktu pendaftaran calon adalah 18 November 2026, sementara pemilihan akan digelar pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko.
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id


































