Menuju konten utama

Skandal Baru Gianni Infantino: Diduga Gelapkan Dana Miliaran

Gianni Infantino diduga menerima dana Rp32 miliar di luar gaji FIFA pada 2024. Laporan The Times juga menyoroti pembayaran sewa rumah mewah di Miami.

Skandal Baru Gianni Infantino: Diduga Gelapkan Dana Miliaran
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Gianni mengapresiasi kesiapan pemerintah Meksiko dalam mempersiapkan Piala Dunia 2026 dan menanggapi sejumlah isu yang berkembang seperti keikutsertaan Timnas Iran hingga persoalan VISA. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden FIFA Gianni Infantino berpotensi menghadapi skandal baru usai surat kabar The Times merilis laporan investigatif terkait dugaan penggelapan dana hingga puluhan miliar rupiah. Laporan tersebut dirilis pada Senin (12/10/2026), di tengah kontroversi yang tengah menyelimuti Infantino sejak Piala Dunia 2026.

Seturut Mundo Deportivo, laporan The Times mengungkap bahwa Infantino diduga telah menerima pembayaran yang tidak diungkapkan, di luar gaji pokok dan bonusnya sebagai kepala asosiasi sepak bola dunia itu. Dana ini disebut turut digunakan untuk membiayai gaya hidup mewahnya di Miami, Amerika Serikat (AS).

Dugaan itu disebut berawal dari laporan tahunan FIFA tahun 2024. Dalam dokumen tersebut, Infantino dilaporkan menerima upah tahunan sebesar 4,27 juta franc Swiss atau senilai Rp91 miliar.

Akan tetapi, dalam dokumen pengajuan pajak FWC2026 US Inc., anak perusahaan FIFA untuk mengelola Piala Dunia 2026 di AS, menyatakan bahwa Infantino telah menerima uang senilai 1,6 juta euro atau sekitar Rp32 miliar pada tahun 2024. Aliran dana ini disebut tidak pernah diungkap oleh FIFA.

Dari total 1,6 juta euro itu, dokumen pengajuan pajak FWC2026 US Inc. menyebut uang senilai 500.000 euro di antaranya sebagai “kompensasi lain yang wajib dilaporkan”. Uang itu tercatat sebagai biaya pembayaran sewa rumah mewah di tepi pantai di Sunset Islands, salah satu lingkungan paling eksklusif di Miami.

Seturut France24, secara sederhana Infantino diduga telah menerima dua upah secara terpisah, satu dari FIFA dan yang lain dari FWC2026 US Inc. Namun, dari dua sumber tersebut, hanya upah dari FIFA yang dilaporkan secara publik, sementara upah yang lain tidak dilaporkan.

Melansir The Statesman, mantan kepala komite tata kelola FIFA, Miguel Maduro, mengatakan kepada The Times bahwa hal tersebut seharusnya tidak terjadi. Setiap pembayaran dari perusahaan terkait dengan FIFA disebutnya harus diungkap berdasarkan peraturan organisasi.

“Ini jelas pelanggaran aturan jika dia dibayar sejumlah uang lain oleh perusahaan yang terkait dengan FIFA dan itu tidak dipublikasikan,” tutur Maduro yang menyerukan penyelidikan atas hal ini.

Laporan tersebut kini telah menambah daftar kontroversi yang menghinggapi sosok Infantino.

Sejak Agustus lalu, Infantino telah didesak berbagai pihak untuk mengundurkan diri. Hal ini dipicu oleh proposal penjualan saham FIFA ke perusahaan swasta yang sempat digulirkan Infantino pada Juli lalu.

Proposal tersebut telah memicu reaksi keras dari berbagai asosiasi sepak bola di banyak negara dan bahkan para legenda hidup sepak bola di dunia. Banyak pihak menilai bahwa proposal itu merupakan siasat Infantino untuk menjual sepak bola demi mendapatkan keuntungan ekonomi semata.

Kontroversi seputar Infantino juga sebelumnya telah ramai disorot sejak penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko. Sejak persiapan hingga penyelenggaraan turnamen itu, Infantino menuai sorotan karena kedekatannya dengan Presiden AS Donald Trump.

Kedekatan itu dinilai banyak pihak kontroversial, termasuk ketika FIFA membuat penghargaan perdamaian untuk pertama kalinya dan memberikannya kepada Trump jelang pelaksanaan Piala Dunia 2026.

FIFA sendiri memiliki jadwal pemilihan presiden baru pada Maret 2027. Infantino dilaporkan tengah bersiap untuk mencalonkan diri kembali untuk mempertahankan jabatan tersebut.

Baca juga artikel terkait FIFA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra