tirto.id - Polda Bali mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tertib dan menghindari konflik di area SPBU. Imbauan ini menyusul krisis kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean kendaraan mengular panjang.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, mengatakan jajaran kepolisian daerah Bali telah mengerahkan personel gabungan ke lapangan untuk menjaga ketertiban serta mengawal ketat jalur distribusi pasokan BBM di Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita).
"Anggota sudah diturunkan ke beberapa titik-titik lokasi di SPBU untuk memastikan antrean tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas," jelas Ariasandy, Rabu (14/102/2026).
Dalam hal ini, Polda Bali melalui Ditlantas juga telah melakukan pengawalan truk tangki yang berangkat dari Depo Pertamina baik di Kecamatan Manggis, Karangasem dan Sanggaran, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar menuju SPBU yang membutuhkan stok BBM tambahan.
"Kami juga menyediakan pengawalan khusus, untuk pengawalan oleh rekan-rekan Dirlantas. Pengawalan distribusi BBM dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan operasional di SPBU," imbuhnya.
"Tugas kami, mengamankan jangan sampai terjadi kemacetan, kepadatan yang parah, jangan sampai terjadi konflik di tempat antrian," tukasnya.

Kapolda Bali, Irjen Pasma Royce, yang baru menjabat pun berjanji akan pastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif. Program dan capaian yang dijalankan Polda Bali akan diteruskan oleh mantan Wakapolda Jawa Timur tersebut.
"Intinya, untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, maupun penegakkan hukum yang profesional, proporsional yang berkeadilan dalam rangka menciptakan kamtibmas di Provinsi Bali," ujarnya di lobi depan Polda Bali, Rabu.
Penjelasan Pertamina soal Kelangkaan BBM di Bali

Sebagai informasi, antrian BBM telah mengular sejak Senin (12/10/2026). Situasi ini berlanjut hingga Rabu (14/10/2026) di beberapa wilayah Polda Bali. Area Manager Communication Relation dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim-Bali Nusra, Ahad Rahedi, mengatakan peningkatan konsumsi BBM bersubsidi akibat disparitas harga juga turut memengaruhi dinamika ketersediaan stok di tingkat SPBU.
"Mengalami perubahan atau kenaikan konsumsi, pola penyesuaian ini meliputi produk pertamax dan juga pertalite yang memang di antara dua produk ini yang paling diminati oleh masyarakat, terkait dengan keterjangkauan harganya," ujarnya.
Guna mengurai antrean, Pertamina Patra Niaga menambah pasokan BBM sebanyak 26.200 kiloliter yang dikirim secara bertahap. Selain mempercepat pengiriman dari depo, pertamina juga mengoperasikan sejumlah SPBU strategis selama 24 jam penuh di wilayah Denpasar, Badung, Jembrana, Tabanan, Karangasem, Buleleng, hingga Gianyar.
Penulis: Ahmad Firizqi Irwan
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































