Menuju konten utama

6 Kabupaten di Jatim Dikepung Banjir & Longsor Imbas Hujan Lebat

Enam kabupaten di Jawa Timur dikepung banjir dan longsor akibat hujan lebat. BPBD Jatim pastikan tidak ada korban jiwa, ribuan warga terdampak.

6 Kabupaten di Jatim Dikepung Banjir & Longsor Imbas Hujan Lebat
Warga melintasi aliran lahar hujan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak, serta mewaspadai risiko banjir lahar hujan menyusul peningkatan curah hujan dalam lima hari terakhir. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ribuan warga di enam kabupaten di Jawa Timur kini harus menghadapi dampak serius setelah wilayah mereka dikepung banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur pada Senin (2/11/2026), terjangan air dan material longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam durasi yang lama.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan enam wilayah terdampak banjir dan longsor adalah Kabupaten Malang, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Banyuwangi.

Satriyo mengatakan, berdasarkan data BPBD Jatim, kejadian tersebut dipicu hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah sejak Minggu (1/11/2026) malam.

"Kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang berlangsung cukup lama sejak Minggu. Selain itu, aliran Sungai Gilidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru mengalami peningkatan debit air sehingga mengakibatkan banjir di wilayah tersebut," ujar Satriyo melalui keterangan resmi yang diterima kontributor Tirto, Selasa (3/11/2026).

Dampak Parah Banjir Lahar Dingin Semeru di Lumajang

Di Kabupaten Lumajang, banjir lahar dingin Semeru merendam tiga kecamatan. Di antaranya Kecamatan Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari. Total warga yang terdampak sekitar 1.100 jiwa.

Satriyo bilang, banjir yang menggenangi Kecamatan Jatiroto. genangan banjir tersebut setinggi 20 hingga 60 sentimeter merendam beberapa kawasan diantaranya Dusun Rojopolo dan Dusun Persil. Air menggenangi pemukiman warga di RW 09, 10, dan 11 hal ini berdampak langsung pada sekitar 500 jiwa.

Selanjutnya, di Kecamatan Tempursari mengalami dampak yang lebih parah. Banjir dan tanah longsor melanda enam desa, meliputi Purworejo, Kaliuling, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, dan Pundungsari.

Wilayah ini berdampak pada sekitar 600 jiwa. Lebih dari itu, sejumlah 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari terisolasi akibat arus banjir Sungai Glidik yang menutup akses jalan menuju wilayah mereka.

Banjir Lumajang Jawa Timur

Warga melihat kondisi lahan pertanian yang terdampak lahar hujan Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Lumajang, banjir lahar dengan amplitudo maksimum 65 milimeter tersebut menyebabkan tanggul Sungai Glidik jebol sehingga mengakibatkan tiga rumah rusak, 10 rumah lainnya berisiko ambruk serta 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari terisolasi. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr

Selain itu, tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berupa ambruknya bagian teras. Kerusakan tanggul juga terjadi di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian.

Situasi Genangan Air dan Longsor di Malang

Banjir luapan juga melanda Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Desa Lebakharjo di Kecamatan Ampelgading. Ketinggian air di kedua wilayah tersebut berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter.

"Curah hujan tersebut mengakibatkan peningkatan debit air sungai hingga meluap dan menggenangi badan jalan di beberapa titik," katanya.

Di waktu yang sama, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu tanah longsor di sejumlah titik yang tersebar di empat kecamatan, yakni Ampelgading, Dampit, Sumbermanjing Wetan, dan Bantur.

Lalu lintas di wilayah tersebut sempat terganggu akibat material longsor yang menutupi ruas jalan.

"Dampak tanah longsor hanya di jalan raya, lalu lintas terganggu, korban jiwa nihil," paparnya.

Kerusakan Rumah Warga di Pacitan dan Bondowoso

Bergeser ke Kabupaten Pacitan, hujan deras menyebabkan tebing di Dusun Jeruk, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, mengalami longsor. Satu unit rumah mengalami kerusakan ringan diakibatkan oleh material longsor yang menimpa dinding rumah warga.

"Pada Senin pukul 05.00 WIB (2/11/2026), wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas cukup deras. Kondisi tersebut mengakibatkan tebing di samping rumah warga mengalami longsor. Material longsoran kemudian menimpa dinding rumah hingga menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan," ujarnya.

Kejadian serupa juga terjadi di Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Dinding sawah sepanjang 14 meter dengan tinggi 4 meter dilaporkan ambrol hingga menyebabkan satu unit rumah warga mengalami kerusakan.

"Sekitar pukul 02.00 WIB, terjadi longsor pada dinding sawah yang mengakibatkan material tanah menimpa dan merusak tembok rumah warga. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa," ucapnya.

Banjir Tulungagung Jawa Timur

Petani menarik potongan tong plastik berisi bawang merah hasil panen dini di lahan pertanian Desa Junjung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). Petani terpaksa memanen lebih awal akibat lahan pertanian terendam air hujan selama beberapa hari terakhir yang dinilai dapat menurunkan kualitas hasil panen dan memengaruhi harga jual bawang merah yang saat ini berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nym.

Sementara itu, di Kabupaten Jember, luapan Sungai Silo sempat menggenangi jalan raya yang menghubungkan sejumlah desa di Dusun Kebun Langsep. Namun, saat ini kondisi air dilaporkan telah surut sepenuhnya.

Adapun di Kabupaten Banyuwangi, hujan lebat menyebabkan saluran drainase di Dusun Margomakmur, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, tersumbat. Akibatnya, air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian berkisar 10 hingga 25 sentimeter dan menyebabkan satu rumah mengalami kerusakan ringan.

"Personel BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD kabupaten melakukan penanganan darurat, pemantauan lokasi terdampak, serta pendataan kerusakan dan kebutuhan warga. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk pembukaan akses jalan serta pemenuhan kebutuhan logistik warga terdampak," ujarnya.

Meski bencana tersebut berdampak pada wilayah yang cukup luas dan menyebabkan kerusakan infrastruktur di belasan kecamatan, BPBD Provinsi Jawa Timur memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian kejadian tersebut.

Meski sebaran wilayah terdampak cukup luas dan memicu kerusakan infrastruktur di belasan kecamatan, BPBD Provinsi Jawa Timur memastikan tidak ada korban jiwa dari seluruh rangkaian kejadian bencana tersebut.

"Tim gabungan di masing-masing kabupaten saat ini masih disiagakan untuk membersihkan material sisa longsor dan memantau kondisi debit sungai," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait TANAH LONGSOR atau tulisan lainnya dari Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto
Penulis: Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto
Editor: Siti Fatimah