tirto.id - Pertemuan tingkat menteri dalam World Conference on Creative Economy (WCCE 2026) resmi menyepakati dokumen penting bernama "Jakarta Vision", Jumat (23/10/2026). Dokumen tersebut membahas isu krusial mulai dari perlindungan hak cipta hingga tantangan kecerdasan buatan (AI) ini siap diperjuangkan Indonesia ke Majelis Umum PBB.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan pertemuan Ministerial Meeting dalam WCCE 2026 yang dihadiri 38 Head of Delegation menyepakati “Jakarta Vision".
"Dokumen Jakarta Vision inilah yang kita bersama Kemlu akan perjuangkan ke dalam UN General Assembly, insya Allah di akhir tahun ini, untuk bisa ditetapkan sebagai agenda prioritas untuk diimplementasi pasca-SDGs berakhir," kata Riefky dalam konferensi pers WCCE 2026, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).
Ia menjelaskan, dokumen Jakarta Vision membahas berbagai isu prioritas yang dihadapi para kreator dan komunitas ekonomi kreatif, terutama di negara-negara berkembang.
Isu-isu tersebut mencakup peningkatan IP protection, IP financing, perluasan akses pasar, tantangan bajakan serta kecerdasan buatan (AI), keadilan bagi hasil di platform digital, hingga akses pendanaan.
"Bagaimana mereka ingin terus diperjuangkan kaitannya dengan peningkatan dari IP protection, IP financing, perluasan akses pasar, dan lain-lain," imbuhnya.
Ia menambahkan, secara keseluruhan, gelaran WCCE 2026 mencatatkan partisipasi dari lebih dari 80 negara, 6.100 lebih peserta, 38 Head of Delegation, serta sekitar 180 pembicara.
"Nah, itulah yang kami bicarakan [Jakarta Vision]. Rangkaiannya sudah dari tahun lalu, forumnya kita beri nama Friends of Creative Economy, dibahas beberapa kali. Dua hari yang lalu itu puncaknya kita lakukan di Jakarta dan ditindaklanjuti poin-poin tersebut," tegasnya.
Rangkaian konferensi WCCE berlangsung pada 21-23 Oktober 2026. Sementara itu, area Creative Village yang berlokasi di kawasan SCBD digelar lebih panjang, yakni pada 21-25 Oktober 2026, guna mendorong peningkatan transaksi ekonomi kreatif.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































