Menuju konten utama

Telkom Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pesisir NTB sejak Juni 2026

Telkom menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir NTB pada Juni 2026 dan menyerahkan rumah bibit berkapasitas hingga 5.000 bibit untuk warga pesisir.

Telkom Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pesisir NTB sejak Juni 2026
Telkom menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Nusa Tenggara Barat pada Juni 2026. Dof: Telkom
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 22–23 Juni 2026. Penanaman tersebut merupakan bagian dari Program BISA Biru untuk mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir.

Selain penanaman mangrove, Telkom menyerahkan bantuan rumah bibit dengan kapasitas hingga 5.000 bibit. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu masyarakat pesisir melakukan pembibitan secara mandiri sekaligus menyediakan bibit untuk kegiatan restorasi mangrove secara berkelanjutan.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia Hery Susanto mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.

"Keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga memastikan generasi mendatang tetap memiliki ekosistem yang sehat untuk hidup dan berkembang. Melalui penyediaan rumah bibit dan penanaman mangrove di Nusa Tenggara Barat, Telkom ingin membangun kolaborasi bersama masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan," kata Hery.

Menurut dia, Program BISA Biru tidak hanya diarahkan pada manfaat ekologis, tetapi juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir. Program tersebut merupakan bagian dari pilar BISA Lestari yang dijalankan Telkom melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Penanaman mangrove di NTB juga menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan Telkom setelah penyelenggaraan Digiland Run 2026.

Mangrove memiliki fungsi penting bagi kawasan pesisir, antara lain melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, dan menyerap karbon. Berdasarkan data Center for International Forestry Research (CIFOR) yang dikutip Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) pada 2023, Indonesia kehilangan sekitar 52.000 hektare hutan mangrove setiap tahun.

Melalui Program BISA Biru, Telkom mengembangkan sejumlah kegiatan konservasi pesisir dan laut, termasuk penanaman mangrove, rehabilitasi terumbu karang, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan TJSL dan komitmen perusahaan terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Inisiatif ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 14 tentang Ekosistem Laut.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana