tirto.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat kompetensi digital tenaga pendidik melalui Pelatihan AI untuk Guru yang digelar di Tarakan pada 17–18 Juni 2026. Pelatihan tersebut diikuti 200 guru dari berbagai jenjang pendidikan.
Program ini digelar seiring dengan meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kegiatan pembelajaran di Indonesia.
Mengusung semangat Bersama Jadi Bisa, Telkom menghadirkan Pilar BISA PandAI yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan talenta digital.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui Program BISA Vokasi yang mencakup pelatihan, reskilling, dan upskilling bagi pendidik, pelajar, mahasiswa, hingga calon talenta digital.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia Hery Susanto mengatakan pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia agar dapat memberikan manfaat secara maksimal.
"Sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia meyakini bahwa teknologi akan memberikan manfaat maksimal ketika didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi untuk memanfaatkannya," ucap Hery dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).
Menurut dia, Pilar BISA PandAI dan Program BISA Vokasi diarahkan untuk membekali pendidik dengan keterampilan digital yang relevan agar dapat mengintegrasikan AI dalam proses pembelajaran.
"Melalui Pilar BISA PandAI dan Program BISA Vokasi, kami ingin membekali para pendidik dengan keterampilan digital yang relevan agar mampu mengintegrasikan AI secara bijak, etis, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran," ujarnya.
Pelatihan AI untuk Guru di Tarakan tersebut dirancang melalui tiga rangkaian kegiatan, yakni seminar, diskusi interaktif, dan asesmen pembelajaran. Dalam seminar, peserta mendapatkan materi mengenai peran AI dalam pendidikan, etika pemanfaatan teknologi, keamanan data, serta teknik menyusun prompt yang efektif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Selanjutnya, sesi diskusi digunakan sebagai ruang berbagi pengalaman sekaligus membahas tantangan dan peluang penerapan AI di lingkungan sekolah. Peserta juga mengikuti asesmen sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengukur peningkatan kompetensi serta mengevaluasi efektivitas program.
Hery menilai peningkatan kemampuan guru dalam beradaptasi dengan teknologi menjadi bagian penting dalam pengembangan talenta digital Indonesia.
"Kami percaya, guru yang adaptif terhadap teknologi akan menjadi kunci dalam mencetak generasi digital Indonesia yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan," sebut dia.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia dalam mendukung transformasi pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi digital masyarakat.
Inisiatif itu juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Telkom menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dan menghadirkan program pengembangan talenta digital untuk mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































