tirto.id - Sembilan ide inovasi internal PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) diuji dalam Investor Day Telintrapreneur Season 2. Melalui mekanisme T-Coins, para karyawan Telin dapat memberikan dukungan investasi kepada ide yang dinilai berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
Investor Day digelar sebagai bagian dari Hack Phase dalam program Telintrapreneur Season 2 yang berlangsung selama Innovation Month pada Mei. Dalam sesi tersebut, setiap inovator mendapat waktu 10 menit untuk mempresentasikan masalah yang ingin diselesaikan, solusi yang ditawarkan, serta potensi dampaknya.
Presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan masukan. Dukungan terhadap sembilan ide tersebut dilakukan melalui T-Coins (Telintrapreneur Coins) pada 4-8 Mei. Setiap Teliner mendapat sedikitnya 50 T-Coins untuk dialokasikan, dengan batas maksimal 3.905 T-Coins untuk satu ide. Karyawan juga dapat mendukung lebih dari satu ide.
Sembilan inovasi yang dipresentasikan mencakup berbagai kebutuhan bisnis digital. EaseGO, misalnya, menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih terintegrasi. Sementara TRU.ID dan Hantaran menyasar fragmentasi dalam ekosistem finansial dengan pendekatan yang lebih terhubung dan mudah diakses.
Pada sisi infrastruktur dan keamanan digital, terdapat SATU dan CyberFusion 360. Keduanya mengembangkan solusi untuk memperkuat keamanan, kedaulatan data, komunikasi, serta kemampuan mendeteksi dan merespons ancaman secara proaktif.
Adapun Saintinel dan Bridgr.ai berfokus pada efisiensi operasional. Kedua solusi tersebut memanfaatkan kecerdasan dan otomasi untuk membantu pengelolaan sistem, lalu lintas komunikasi, serta koordinasi lintas fungsi.
Dua inovasi lainnya, TraceFrame dan MIRA, mengandalkan pemanfaatan data untuk mendukung keputusan bisnis dan meningkatkan engagement. Dengan pendekatan tersebut, ide-ide yang dikembangkan karyawan tidak berhenti pada gagasan teknologi, tetapi diarahkan menjadi solusi yang dapat diterapkan dan dikembangkan lebih luas.
Melalui Investor Day dan mekanisme T-Coins, Telin menempatkan karyawan bukan hanya sebagai pengusul ide, tetapi juga bagian dari proses memilih dan mendukung inovasi yang berpotensi dikembangkan menjadi inisiatif bisnis.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































