tirto.id - Jose Maria Magrina Vadillo kini digadang-gadang akan jadi Direktur Utama (Dirut) PT Indocement Tbk (INTP). Namanya muncul sebagai usulan Heidelberg Materials Group untuk menggantikan Christian Kartawijaya yang mengundurkan diri. Namun, siapa Jose Maria Magrina?
Kabar penunjukkan Jose Maria Magrina mencuat setelah perusahaan produsen semen itu mengumumkan pengunduran diri Christian Kartawijaya pada Senin (19/10/2026). Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Christian mundur karena memasuki masa pensiun.
“Bersama surat ini kami menyampaikan bahwa Bapak Christian Kartawijaya, Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. ('Perseroan'), telah mengajukan surat pengunduran diri karena beliau memasuki masa pensiun,” tulis Corporate Secretary Indocement Dani Handajani.
Imbas pengunduran diri tersebut, Heidelberg Materials Group selaku pemegang saham mayoritas Indocement mengusulkan nama Jose Maria Magrina untuk menggantikan Christian. Jose kini menjabat sebagai wakil direktur utama di perusahaan itu.
Meski begitu, Dani Handajani menyebut bahwa perubahan jajaran direksi secara definitif baru akan dilakukan PT Indocement pada 3 Desember 2026. Hal itu dilakukan mengikuti jadwal rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa perusahaan.
Profil Jose Maria Magrina Vadillo
Memiliki nama lengkap Jose Maria Magrina Vadillo, petinggi PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk ini merupakan seorang insinyur berkebangsaan Spanyol. Ia baru ditunjuk jadi direksi PT Indocement pada 2026 dan tampaknya berpeluang akan mendapat kenaikan jabatan pada akhir tahun mendatang.
Jose merupakan lulusan Universitat Politècnica de Catalunya, kampus tersebut merupakan tempatnya dianugerahi gelar Insinyur Organisasi Industri. Gelar itu kini menempel pada namanya bersama gelar International Master of Business Administration (IMBA) dari Instituto de Empresa.
Jose dikenal sebagai salah satu orang penting di Heidelberg Materials Group, perusahaan multinasional asal Jerman. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi bahan bangunan terintegrasi itu juga merupakan jalan bagi Jose untuk kini menjabat di perusahaan semen di Indonesia.
Akan tetapi, seturut halaman profil LinkedIn miliknya, Jose mula-mula justru meniti karier sebagai konsultan dalam sektor komoditas minyak dan gas. Pada awal milenium 2000, ia tercatat berkarier di sejumlah perusahaan, termasuk PriceWaterhouseCoopers dan Deloitte Consulting.
Namun, pada 2005, Jose kemudian terjun ke bidang produksi semen. Kala itu, ia direkrut Arabian Cement Company sebagai chief executive officer (CEO) di sana. Lebih dari satu dekade Jose berkarier di perusahaan itu, sembari turut menjadi CEO Andalus Concrete ReadyMix secara beriringan.
Barulah kemudian pada 2016, Jose bergabung dengan Heidelberg Materials Group. Rekam jejak Jose di industri produksi semen kemudian membawanya mengemban posisi di sejumlah anak perusahaan Heidelberg di bidang terkait semen.
Selama sekitar satu dekade, Jose pernah bekerja untuk Suez Cement, anak usaha Heidelberg Materials Group di bidang produksi semen untuk pasar Mesir dan sekitarnya. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Heidelberg Materials Trading, lini bisnis Heidelberg di bidang jual-beli komoditas curah kering (dry-bulk good).
Pada 2026, Heidelberg Material Group kemudian menempatkan Jose ke Indonesia. Tepatnya pada September lalu ia mulai bekerja sebagai Wakil Dirut PT Indocement, perusahaan berbasis di Indonesia yang dimiliki Heidelberg sejak 2001 lalu.
Tak lama setelah penunjukkan Jose sebagai wakil dirut, Dirut PT Indocement Christian Kartawijaya mengajukan pengunduran diri pada Oktober. Christian disebut pihak perusahaan telah memasuki masa pensiun.
Di tengah situasi itu, Jose kemudian diusulkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Christian. Pada Desember mendatang, seiring RUPS Luar Biasa PT Indocement Tbk. digelar, Jose diproyeksikan akan menjadi dirut baru perusahaan itu.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id







































