tirto.id - Arsyadany Ghana Akmalaputri resmi ditunjuk jadi Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) yang baru oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Kini menduduki posisi strategis di lingkungan Kementerian ESDM, bagaimana sosok Arsyadany selama ini?
Sebelumnya, penunjukkan Arsyadany sebagai Dirjen Gatrik itu telah diresmikan melalui pelantikan secara tertutup di Jakarta pada Senin (2/11/2026). Hal ini telah dikonfirmasi oleh Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno.
“[Tadi] pelantikan Dirjen Gatrik, Bu Arsya,” kata Tri Winarno.
Pelantikan Arsyadany selaku Dirjen Gatrik yang baru itu dilaporkan berlangsung bersamaan dengan pelantikan sejumlah pejabat baru di lingkungan Kementerian ESDM. Selain posisi Dirjen Gatrik, Bahlil Lahadalia disebut turut merombak pejabat di Direktorat Jenderal Migas, EBTKE, inspektorat jenderal, hingga badan pengembangan sumber daya manusia kementerian tersebut.
Profil Arsyadany Ghana Akmalaputri dan Rekam Jejaknya
Sebelum kini menjabat sebagai Dirjen Gatrik Kementerian ESDM, nama Arsyadany Ghana Akmalaputri lebih dulu melekat pada perusahaan listrik negara, PT PLN (Persero). Perusahaan pelat merah itu merupakan tempat Arsyadany meniti karier.
Lahir di Semarang pada 1982, Arsyadany mengawali kariernya di PT PLN sejak 2006 lalu. Kala itu, ia merupakan Terampil Utama SCADA Teknologi Informasi di PLN Area Pengatur Distribusi Bali.
Sejak itu, Arsyadany tercatat pernah menjabat sejumlah posisi lain. Beberapa di antaranya adalah Manajer Area Pengatur Distribusi Jawa Tengah, Manajer Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Jawa Timur, Manajer Senior Perencanaan UIW NTB hingga Vice President Relations pada Divisi Komunikasi Korporat dan CSR PT PLN.
Kemudian pada Juni 2025 lalu, melalui SK Menteri BUMN Nomor SK-159/MBU/06/2025 Arsyadany resmi diangkat selaku Direktur Distribusi PLN. Pengangkatan ini membuatnya menjadi direktur perempuan termuda dalam sejarah PLN sejauh ini.
Arsyadany kala itu ditunjuk jadi direktur PT PLN setelah sebelumnya terlebih dulu dijadikan Komisaris Utama PT Paguntaka Cahaya Nusantara, anak usaha PT PLN yang bergerak di bidang pengelolaan tenaga alih daya. Jabatan sebagai komisaris ini didapat Arsyadany pada Januari 2025.
Arsyadany merupakan lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia meraih gelar S1 Teknik Elektro dari universitas itu pada 2004 lalu.
Sedangkan, pada tingkat pendidikan lanjutan, ia merupakan lulusan program master dari Universitas Diponegoro. Universitas di Semarang itu merupakan lembaga pendidikan tempat ia mendapat gelar S2 bidang Manajemen Bisnis pada 2017.
Gelar pendidikan tersebut, juga pencapaiannya di PT PLN, kemudian membawanya ke jabatan strategis baru pada 2026. Hal itu terjadi pada hari ini, ketika ia dilantik jadi Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































