Menuju konten utama

Profil Dody Muhammad, Pelari ITB Ultra Marathon yang Meninggal

Sosok Dody Muhammad Pasha memiliki aktivitas padat di samping menjalani perkuliahan di ITB. Ia juga aktif dalam keolahragaan. Simak profilnya berikut ini.

Profil Dody Muhammad, Pelari ITB Ultra Marathon yang Meninggal
Dody Muhammad Pasha. foto/Dok. Linkedin
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dody Muhammad Pasha merupakan peserta ITB Ultra Marathon 2026 asal Jambi yang meninggal dunia di tengah perlombaan lari tersebut. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (17/10/2026). Ia dilaporkan sempat tak sadarkan diri atau kolaps terlebih dahulu di jalur lomba.

Meninggalnya Dody telah dikonfirmasi oleh pihak penyelenggara ITB Ultra Marathon. Race Director ITB Ultra Marathon 2026 Ahmad Shalahudin Zulfa menyebut bahwa Dody semula ditemukan kolaps oleh warga sekitar jalur perlombaan.

“Di 9 kilometer itulah beliau kolaps,” tutur Shalahudin pada Minggu (18/10).

Seturut kronologi yang dibagikan Shalahudin, Dody kemudian dibawa panitia ke rumah sakit. Ia sempat dirawat di rumah sakit pada Sabtu siang, namun nyawa Dody pada akhirnya tidak tertolong.

“Ada kemungkinan memang pada saat kondisinya panas sekali, mungkin dia juga dalam kondisi agak kurang sadar penuh meminum air, sepertinya sebagian masuk ke dalam paru-parunya, sehingga akhirnya membuat sulit bernapas,” jelas Shalahudin.

Dody Muhammad Pasha sendiri merupakan pemuda yang ikut ITB Ultra Marathon 2026. Ia tergabung dalam tim relay 16 ajang tersebut. Ajang ini ternyata menjadi akhir riwayat kehidupannya yang masih tergolong muda.

Sosok Dody Muhammad Pasha, Pelari ITB Ultra Marathon yang Meninggal Dunia

Dalam ajang ITB Ultra Marathon, Dody Muhammad Pasha tergolong sebagai peserta yang masih muda. Usianya baru 21 tahun.

Ia masih jadi mahasiswa ketika ikut ajang lari itu. Ia tercatat sebagai mahasiswa Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB). Sejatinya, ia tengah mengikuti ajang lari yang diselenggarakan oleh kampus tempatnya belajar.

Di ITB, terutama di fakultasnya, Dody merupakan salah satu mahasiswa yang aktif. Seturut laman LinkedIn miliknya, Dody tercatat mengikuti berbagai organisasi selain fokus berkuliah di Bandung.

Dody tercatat pernah menjadi Ketua Divisi Kedisiplinan untuk Badan Formatur Angkatan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (BFA FTTM) ITB pada 2023 lalu. Ia juga pernah menjadi panitia acara wisuda ITB pada 2024.

Dody juga kini tengah menjadi anggota Keluarga Mahasiswa (KM) ITB. Sejak 2024 lalu, ia tergabung dalam organisasi kemahasiswaan tingkat universitas itu. Selain itu, Dody juga menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Tambang ITB.

Organisasi-organisasi itu sebelumnya telah mengisi hari-hari Dody selama jadi mahasiswa ITB sejak 2023. Tahun ini, Dody tengah menjalani tahun ketiga untuk mendapatkan gelar sarjana.

Halaman profil LinkedIn milik Dody juga menyebut bahwa mahasiswa angkatan 2023 ini dekat dengan dunia olahraga. Ia tercatat sempat aktif di tim bola voli kampus.

Melalui media sosial untuk dunia kerja itu, Dody juga sempat mencatat mimpinya untuk bisa lulus sebagai insinyur yang berkualitas dari ITB.

“Komitmen terhadap pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan profesional sejalan dengan tujuan untuk lulus tepat waktu sebagai Insinyur Pertambangan yang berkualifikasi tinggi,” tulis Dody dalam kolom profilnya.

Pada Oktober 2026, di sela-sela kesibukan sebagai mahasiswa, Dody ikut dalam ajang perlombaan lari ITB Ultra Marathon 2026. Ia merupakan satu dari lebih dari 5.000 peserta lomba yang telah digelar secara tahunan sejak 2017 lalu.

Dody kemudian mulai berlari pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Namun, di tengah rute, ia jatuh kolaps. Kondisi kesehatannya menurun drastis. Ia sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak dapat ditolong dan meninggal dunia di tengah perawatan medis.

Baca juga artikel terkait LARI MARATHON atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar