Menuju konten utama

Saling Sindir di Medsos, 2 Tewas & 2 Kritis dalam Bentrok di OKI

Dipicu saling sindir di TikTok, warga dua desa di OKI terlibat bentrok hingga menewaskan dua orang. Polisi minta warga tahan diri.

Saling Sindir di Medsos, 2 Tewas & 2 Kritis dalam Bentrok di OKI
Lokasi bentrokan antar warga dari dua desa di Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI, Sumsel, Kamis (16/10/2026) malam. FOTO/Dokumen polisi
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bentrokan antarwarga terjadi di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan (Sumsel). Insiden ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia, sementara dua lainnya dilaporkan kritis. Polisi sudah menangkap dua terduga pelaku dalam peristiwa ini.

Kasi Humas Polres OKI, Iptu Hendi Yusrian, membeberkan bentrokan itu bermula dari saling sindir antarwarga dari Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung di media sosial TikTok. Kedua wilayah ini masuk dalam Kecamatan Tanjung Lubuk.

Perdebatan berlanjut ke obrolan melalui WhatsApp hingga disepakati kedua kelompok bertemu di Pasar Tanjung Lubuk, Kamis (15/10/2026) malam.

Puluhan warga dari Desa Bumi Agung menuju lokasi yang ditentukan menggunakan sepeda motor. Sementara kelompok dari Desa Jambu Ilir menggunakan tiga unit mobil.

Dalam perjalanan, mobil dari kelompok Desa Jambu Ilir menabrak rombongan pengendara sepeda motor dari Desa Bumi Agung. Kejadian tersebut kemudian memicu perselisihan antara kedua kelompok dan akhirnya bentrokan pecah.

"Bentrokan warga dari dua desa dalam satu kecamatan terjadi tadi malam yang menyebabkan dua orang meninggal dan dua orang kritis," ungkap Hendi, pada Jumat (16/10/2026).

bentrokan warga di Tanjung Lubuk

Lokasi bentrokan antar warga dari dua desa di Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI, Sumsel, Kamis (16/10/2026) malam. FOTO/Dokumen polisi

Hendi membeberkan, dua orang warga yang meninggal berinisial W (50) dan F (18). Sementara dua warga lain, DP (30) dan M (18), dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kritis.

Kedua belah pihak baru membubarkan diri setelah polisi datang ke lokasi. Selang beberapa jam kemudian, petugas menangkap dua pelaku yang diduga turut terlibat, yakni MDA (28) dan N (53).

Dari pemeriksaan, bentrokan dipicu unggahan salah seorang warga di TikTok yang memicu memancing emosi warga dari desa lain dua hari sebelum kejadian. Perselisihan akhirnya melibatkan banyak orang dari masing-masing desa dan akhirnya mereka janjian bertemu di suatu tempat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekerasan.

"Pemicunya saling sindir di media sosial gara-gara suatu postingan. Warga dari dua desa sudah bersepakat untuk bertemu," kata Hendi.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku lain. Kasus ini menjadi atensi untuk segera diungkap secara profesional dengan mengumpulkan keterangan saksi, mendalami peran masing-masing pihak, serta mengkaji fakta dan alat bukti.

Warga kedua desa diimbau dapat menahan diri untuk tidak melakukan penyerangan lanjutan yang dapat memperluas konflik. Masyarakat hendaknya tetap tenang, tidak terprovokasi, dan main hakim sendiri, agar kasus ini bisa diproses polisi secara tuntas.

"Kami sesalkan kejadian yang berujung jatuhnya korban jiwa, apalagi berawal dari media sosial. Kami minta semua pihak untuk tetap tenang, serahkan kasus ini ke polisi," kata dia.

Baca juga artikel terkait BENTROK WARGA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah