Menuju konten utama

Salah, Profesor Singapura Sebut Tak Pernah Lihat Gibran Sekolah

Foto yang beredar terindikasi sebagai hasil manipulasi AI. Selain itu, tidak ditemukan pengajar tetap bernama Prof. Li Jie dalam direktori akademik.

Salah, Profesor Singapura Sebut Tak Pernah Lihat Gibran Sekolah
Periksa Fakta Prof Li Jie. foto/hotline periksa fakta tiro
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Facebook, menyebut seorang profesor di Singapura bernama Li Jie mengaku tidak pernah melihat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersekolah di Singapura.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Sugeng Isdiyanto” (arsip) pada Minggu, (4/10/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan foto Gibran Rakabuming Raka di sebelah kiri dalam lingkaran, dan seorang pria berjas yang digambarkan sedang mengajar di depan papan tulis, diklaim sebagai profesor.

“Profesor Singapura ini mengaku tidak pernah melihat Gibran sekolah. Prof. Li Jie: Saya 20 tahunan mengajar di semua sekolah Singapura belom pernah lihat siswa bernama Gibran.” Lalu ditambahkan narasi seolah-olah jawaban Gibran “Saya di perpustakaan ya Prof nggk lihat.”

Selain itu, pengunggah menuliskan keterangan berbeda dalam unggahan, “Kalau prof sering ke kantin perpustakaan saya seringnya di situ...hehehee.”

Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (13/10/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 311 tanda suka, 175 komentar, dan 28 kali dibagikan.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Niko Hartono,” "Kaka Adi", “Suaib Alkarim,” “Ridwan Zanko” dalam obrolan grup Berita Terbaru 24h, dan akun X @ommi_siregar yang menampilkan unggahan serupa terkait klaim Profesor asal Singapura akui tidak pernah melihat Gibran bersekolah di Singapura.

Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

Periksa Fakta Prof Li Jie

Periksa Fakta Prof Li Jie. foto/hotline periksa fakta tiro

Penelusuran Fakta

Untuk membuktikan kebenaran klaim, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Lebih lanjut, Tirto menelusuri laman Singapore Management University (SMU) dan National University of Singapore (NUS), tidak ditemukan pengajar tetap bernama Prof. Li Jie dalam penelusuran terhadap laman staf akademik dan laman profesor dari kedua kampus tersebut.

Dalam unggahan yang beredar tersebut tidak mencantumkan identitas Profesor Li Jie mengajar di kampus mana di Singapura. Meski demikian, temuan ini tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa tidak ada akademisi bernama Li Jie di seluruh Singapura, melainkan menunjukkan bahwa identitas sosok dalam unggahan dan atribusi pernyataannya belum terverifikasi.

Nama serupa memang ada di dunia akademik, namun hasil pencarian menemukan akademisi bernama Li Jie di institusi lain, seperti di Shanghai Jiao Tong University dan Sun Yat-sen University di Tiongkok. Namun, temuan tersebut tidak membuktikan bahwa mereka adalah orang dalam foto atau memiliki hubungan dengan klaim mengenai Gibran.

Kemudian Tirto mengamati gambar yang beredar dari unggahan serupa pada akun “Niko Hartono,” dan menemukan beberapa kejanggalan. Foto yang ditampilkan terlihat tidak natural, permukaan kulit, tekstur pakaian, dan pencahayaan latar belakang tampak terlalu mulus (smudged) serta memiliki detail distorsi halus yang tidak wajar untuk sebuah foto dokumentasi asli.

Untuk memeriksa keaslian gambar Tirto menggunakan Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI. Hasilnya menunjukkan bahwa foto yang diklaim sebagai Prof. Li Jie terindikasi sebagai gambar hasil generasi kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas mencapai 99,9 persen.

Manipulasi AI foto Profesor Li Jie

Manipulasi AI foto Profesor Li Jie. foto/Hive Moderation

Sebagaimana dalam pemberitaan Tirto sebelumnya, setelah menyelesaikan SD dan SMP di Surakarta, Gibran memutuskan untuk melanjutkan jenjang menengah atas di luar negeri. Gibran lantas masuk Orchid Park Secondary School, Singapura, pada 2002.

Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gibran menempuh pendidikan di sekolah tersebut dari 2002 hingga 2004. Dia kemudian melanjutkan studinya di Insearch, lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan University of Technology Sydney (UTS) di Australia.

Gibran menuntaskan studinya di Insearch pada 2010. Setelah itu, Gibran melanjutkan pendidikan tinggi di Management Development Institute of Singapore (MDIS) hingga selesai pada 2007.

Dalam gugatan yang bergulir di MK dan telah memperoleh putusan, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari sekolah menengah luar negeri yang dapat disetarakan dengan jenjang SMA atau sederajat di Indonesia.

“Mahkamah tidak menemukan dokumen yang menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah atau sertifikat sebagai bukti telah menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara dengan sekolah menengah atas atau sederajat,” begitu pertimbangan Mahkamah yang dibacakan Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur di Gedung MK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Mengutip detik.com Management Development Institute of Singapore (MDIS) mengonfirmasi Gibran pernah menjadi mahasiswa penuh waktu pada periode 2007–2010 dan menyelesaikan pendidikan diploma lanjutan sebelum melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar sarjana.

Di kampus tersebut Gibran menyelesaikan Diploma Lanjutan serta gelar Bachelor of Science (Honours) bidang Pemasaran dari University of Bradford, Inggris, melalui MDIS.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa Profesor Li Jie dari Singapura mengakui tidak pernah melihat Gibran bersekolah di Singapura adalah klaim tidak berdasar dan tidak didukung informasi dari media kredibel.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim yang menyebut bahwa profesor Singapura bernama Li Jie mengaku tidak pernah melihat Gibran bersekolah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Foto yang beredar terindikasi sebagai hasil manipulasi buatan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, tidak ditemukan pengajar tetap bernama Prof. Li Jie dalam direktori akademik dan belum ada bukti yang membenarkan pernyataan Li Jie menyebut terkait Gibran.

Dengan demikian, identitas Prof. Li Jie dalam unggahan tersebut tidak terverifikasi.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA POLITIK atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto