Menuju konten utama

Rotasi Besar-Besaran di Polri, 22 Pimpinan Polres Resmi Berganti

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto merotasi 264 perwira tinggi dan menengah. Fokus utama mutasi ini mencakup pergantian 22 jabatan kapolres.

Rotasi Besar-Besaran di Polri, 22 Pimpinan Polres Resmi Berganti
Sejumlah Perwira Tinggi Polri mengikuti Upacara serah terima Panji-panji Kepolisian Negara Republik Indonesia Tribrata di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, kembali melakukan perombakan di tubuh Korps Bhayangkara dengan merotasi sebanyak 264 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) awal November 2026.

Dari total ratusan perwira yang dimutasi dalam Surat Telegram Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026 tersebut, sorotan utama tertuju pada pergantian sebanyak 22 jabatan pimpinan kesatuan wilayah tingkat kepala kepolisian resor (kapolres, kapolresta, hingga kapolrestabes). Sejumlah wilayah strategis nasional mengalami pergeseran pimpinan.

Kombes Pol. Dr. Alfian Nurrizal yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Timur kini diangkat menduduki jabatan sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Sementara itu, posisi Kapolres Metro Jakarta Timur dipercayakan kepada Kombes Pol. Hendri Umar yang sebelumnya bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya TK. II Bareskrim Polri. Pergantian pimpinan resort kota besar juga terjadi di Bandung dan Palembang. Kombes Pol. Imran Amir ditunjuk mengemban tugas baru sebagai Kapolrestabes Bandung, Polda Jawa Barat, setelah sebelumnya menjabat sebagai Karolog Polda Riau.

Sementara jabatan Kapolrestabes Palembang resmi dijabat oleh Kombes Pol. Heru Agung Nugroho yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Dirpolairud Polda Sumsel.

Rotasi kepemimpinan wilayah ini turut merata ke berbagai daerah lain di nusantara. Sejumlah posisi strategis pimpinan polres yang berganti di antaranya Kombes Pol. Guntur Muhammad Tariq (sebelumnya Penyidik Tindak Pidana Madya TK. III Bareskrim Polri) sebagai Kapolresta Serang Kota, Banten, dan Kombes Pol. Ihsan (sebelumnya Kabidhumas Polda DIY) yang memegang tongkat komando Kapolresta Yogyakarta.

Perubahan pimpinan polres kabupaten/kota lainnya meliputi AKBP Rafli Yusuf Nugraha di Polres Labuhan Batu, AKBP Andyka Aer di Polres Natuna, AKBP Rooy Noor di Polres Kuantan Singingi, AKBP Dede Suhatmi di Polres Tanjung Balai, AKBP Edwin Nathanael di Polres Murung Raya, serta AKBP Bayu Hernanto di Polres Bolaang Mongondow Timur.

Penyegaran kepemimpinan wilayah juga menjangkau wilayah Indonesia Timur dan Tengah, mencakup penunjukan AKBP Muhammad Musni di Polres Halmahera Barat, AKBP Sancoko Punjung Seksono di Polres Paniai, AKBP Marzel Doni di Polres Pacitan, AKBP Herly Purnama di Polres Manokwari Selatan, AKBP Akta Wijaya Pramasakti di Polres Dompu, AKBP Ridho Tri Putranto di Polres Kutai Kartanegara, AKBP Triyanto di Polres Berau, AKBP Wendi Oktariansyah di Polres Tebo, AKBP Dermawan Kristianus Zendrato di Polres Sarolangun, serta AKBP Mustijat Priyambodo di Polres Bangkalan.

Penyegaran Organisasi dan Pembinaan Karier

Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, memaparkan bahwa dari total 264 personel pamen dan pati yang dirotasi, sebanyak 224 personel di antaranya masuk dalam kategori penugasan promosi jabatan maupun pergeseran penjenjangan karier.

Menurut Johnny, dinamika mutasi ini merupakan siklus alamiah dalam tubuh organisasi Polri yang ditujukan untuk optimalisasi kinerja operasional serta pembinaan personel secara berkelanjutan.

“Hal ini juga menjadi upaya penyegaran organisasi untuk memastikan roda kepemimpinan dan pelaksanaan tugas berjalan optimal, seiring dengan perkembangan tantangan tugas Polri yang semakin kompleks," ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Di samping pimpinan kewilayahan, gelombang mutasi kali ini turut menyasar sejumlah posisi strategis di tingkat Markas Besar (Mabes) Polri, termasuk pengangkatan Kombes Pol. Gatot Sujono sebagai Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri serta penunjukan Kombes Pol. Teguh Wibowo sebagai Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri.

Menutup keterangannya, Johnny berpesan agar seluruh pejabat baru dapat segera beradaptasi, mengemban amanah dengan integritas tinggi, serta menghadirkan pelayanan publik yang presisi dan humanis bagi masyarakat.

"Yang terpenting adalah bagaimana setiap pejabat mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memastikan kehadiran Polri benar-benar memberikan manfaat melalui pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," tutupnya.

Baca juga artikel terkait MUTASI POLRI atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Mochammad Fajar Nur