tirto.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menelan lima korban jiwa. Mereka berasal dari kalangan petugas dan relawan yang berupaya memadamkan api.
Korban kelima adalah Munawi (44), anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang meninggal dunia pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, akibat luka bakar serius yang dialaminya saat bertugas.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan duka mendalam atas kepergian Munawi.
"Bapak Munawi, anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang turut mengambil bagian dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, telah berpulang setelah menjalani perawatan intensif," ujar Rudijanta Tjahja Nugraha.
Sebelumnya, dalam insiden kebakaran di kawasan Bromo pada Kamis, 15 Oktober 2026, para relawan yang meninggal dunia adalah Sukaris, Hendra Rony Wagiyanata, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah.
Polda Jawa Timur menyatakan masih mendalami kronologi kejadian dan penyebab kebakaran. Aparat juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai peristiwa tersebut.
“Untuk penyebab kebakaran maupun rangkaian kejadian yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia dan luka, masih dilakukan pendalaman. Kami tidak ingin berspekulasi sebelum memperoleh fakta yang cukup dari hasil pemeriksaan di lapangan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast dikutip Antara (15/10/2026).
Sosok 5 Relawan Karhutla Bromo yang Meninggal saat Padamkan Api
Berikut profil lima petugas dan relawan yang meninggal dunia saat menjalankan tugas memadamkan karhutla Bromo:
1. Munawi, Anggota Masyarakat Mitra Polhut
Munawi, 44, merupakan anggota Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) yang terlibat dalam upaya penanganan karhutla di kawasan TNBTS. Sebagai bagian dari unsur pendukung pengamanan dan perlindungan kawasan hutan, Munawi turut mengambil bagian dalam pemadaman kebakaran bersama petugas taman nasional dan relawan lainnya.
Pada Kamis, 15 Oktober 2026, Munawi menjadi salah satu dari 12 petugas dan relawan yang melakukan pemadaman kebakaran di kawasan Resort Tengger Laut Pasir, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo. Lokasi tersebut merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang terdampak kebakaran.
Dalam proses pemadaman, Munawi mengalami luka bakar serius setelah terjebak di tengah kepungan api dan asap. Informasi yang disampaikan melalui akun Threads @ditpkh menyebutkan, luka bakar yang dialaminya mencapai lebih dari 51 persen sehingga ia harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Munawi juga menjalani operasi dan serangkaian penanganan medis untuk memulihkan kondisinya.
Namun, setelah beberapa hari menjalani perawatan, nyawanya tidak tertolong. Munawi meninggal dunia pada Senin, 19 Oktober 2026.
2. Sukaris, Operator Layanan Operasional TNBTS
Sukaris merupakan petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang bertugas sebagai operator layanan operasional pada Seksi PTN Wilayah I, Bidang PTN Wilayah I. Ia merupakan bagian dari jajaran petugas yang terlibat dalam pengelolaan dan perlindungan kawasan konservasi TNBTS.
Dalam insiden karhutla pada Kamis, 15 Oktober 2026, Sukaris turut menjalankan tugas pemadaman kebakaran di kawasan Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah I, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo. Ia bersama petugas dan relawan lainnya berupaya menangani api yang membakar kawasan hutan dan lahan di sekitar lokasi tersebut.
Berdasarkan keterangan Bupati Probolinggo Muhammad Haris mengenai insiden itu, tim pemadaman yang berjumlah 12 orang menghadapi perubahan kondisi kebakaran yang cepat.
Meluasnya api dan perubahan arah angin menyebabkan sebagian anggota tim terpisah dan sejumlah orang terjebak di area terdampak kebakaran. Sukaris menjadi salah satu korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
3. Hendra Rony Wagiyanata, Manggala Agni Pemula TNBTS
Hendra Rony Wagiyanata merupakan petugas Balai Besar TNBTS yang tercatat sebagai Manggala Agni Pemula pada Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I. Dalam tugasnya, ia menjadi bagian dari unsur yang mendukung pengelolaan kawasan taman nasional, termasuk penanganan ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Hendra terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di kawasan Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah I, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ia bergabung dengan petugas taman nasional dan relawan lain yang dikerahkan untuk menangani kebakaran di kawasan Bromo.
Insiden terjadi ketika kondisi kebakaran berkembang dan sejumlah petugas diduga terjebak di sekitar area yang terbakar. Kepolisian Daerah Jawa Timur menyebutkan, berdasarkan informasi awal, 12 orang berangkat menuju lokasi kebakaran di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, sekitar pukul 09.00 WIB. Sekitar pukul 13.30 WIB, tim menerima informasi mengenai sejumlah orang yang diduga terjebak di lokasi.
Hendra termasuk dalam korban yang meninggal dunia akibat insiden tersebut. Ia sempat menjalani perawatan intensif setelah pelaksanaan pemadaman sebelum akhirnya meninggal dunia.
4. Wisnu Yuda Pratama, Karyawan Hotel di Kawasan Bromo
Wisnu Yuda Pratama merupakan karyawan hotel di kawasan Bromo yang bekerja sebagai daily worker (DW) Security di Artotel, di bawah PT Mitra Indo Permai. Berbeda dengan Sukaris dan Hendra yang bertugas di lingkungan pengelolaan taman nasional, Wisnu berasal dari sektor perhotelan.
Meski bekerja di bidang keamanan hotel, Wisnu turut terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Resort Tengger Laut Pasir, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo. Ia bergabung dengan petugas dan relawan lain yang berusaha menangani karhutla pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Wisnu meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman tersebut. Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga, rekan kerja di lingkungan hotel, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
5. Sefriel Ardiansyah, Karyawan Artotel Bromo
Sefriel Ardiansyah merupakan karyawan Artotel di kawasan Bromo yang bekerja sebagai daily worker (DW) Engineering di bawah PT Mitra Indo Permai. Ia berasal dari lingkungan kerja perhotelan dan menjadi salah satu personel non-petugas taman nasional yang turut membantu pemadaman kebakaran di kawasan tersebut.
Pada Kamis, 15 Oktober 2026, Sefriel terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di kawasan Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah I, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo. Ia berada bersama petugas TNBTS dan relawan lainnya yang berusaha mengendalikan api. Dalam peristiwa itu, Sefriel menjadi salah satu korban yang meninggal dunia.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































