Menuju konten utama

Prabowo Targetkan Kredit Produktif Rp400 T ke 100 Juta Rakyat

Prabowo memaparkan perluasan kredit produktif ini diprioritaskan bagi kelompok masyarakat di tingkat akar rumput.

Prabowo Targetkan Kredit Produktif Rp400 T ke 100 Juta Rakyat
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Sidang tersebut untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang dan evaluasi program kerja pemerintah serta menandai dua tahun masa kerja Kabinet Merah Putih Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit pembiayaan produktif dapat ditingkatkan hingga mencapai Rp400 triliun. Tujuannya menjangkau sekitar 100 juta masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air.

Target ambisius tersebut disampaikan Kepala Negara dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di JIExpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

"Ini nanti sasarannya adalah kurang lebih 28 juta keluarga. 28 juta keluarga. Kalau dengan istri dengan anak berarti kali empat, kurang lebih 100 juta rakyat kita," ujar Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo secara simbolis menyerahkan akad pembiayaan produktif sebesar Rp53,15 triliun kepada 2.106.401 debitur. Prabowo mengapresiasi capaian tersebut dan bertekad memperluas penyaluran secara lebih agresif pada tahun-tahun mendatang.

"Kita bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama. Antara lain penyaluran kredit-kredit untuk rakyat dan kita juga akan lebih masif lagi. Tadi saya lihat ya, penyaluran Rp53 triliun yang penerima manfaatnya adalah sekitar 2 juta ya," kata Prabowo.

Prabowo memaparkan perluasan kredit produktif ini diprioritaskan bagi kelompok masyarakat di tingkat akar rumput, seperti petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Skema pembiayaan ini juga dirancang untuk menjangkau warga di wilayah perdesaan, daerah tertinggal, serta masyarakat perkotaan berpenghasilan rendah.

Prabowo meyakini kapasitas fiskal negara untuk mendanai program kerakyatan ini akan berlipat ganda apabila kebocoran anggaran serta praktik penyelundupan sumber daya alam berhasil dihentikan.

"Kalau kita bisa mengamankan sumber-sumber alam kita yang sangat luar biasa berarti kemampuan kita akan lebih, saudara-saudara. Kemampuan kita akan lebih," tegasnya.

Prabowo menggarisbawahi pembangunan ekonomi tidak boleh sekadar menjadi retorika, melainkan harus terbukti mengangkat daya beli riil masyarakat.

"Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata dan slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat. Harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. ini yang sedang kita perjuangkan. Ini garis kita. ini strategi kita," katanya.

Menutup arahannya, Kepala Negara menyerukan sinergi ketat antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengawal tata kelola kekayaan alam Indonesia agar manfaatnya kembali seutuhnya kepada rakyat.

"Dan kunci daripada keberhasilan ini semua adalah bahwa pemerintah kita dari pusat sampai daerah harus menguasai, harus mengamankan, harus menjaga kekayaan indonesia. Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita," kata Prabowo.

Baca juga artikel terkait KREDIT atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto