tirto.id - Pemerintah berencana menggelar akad massal 71.000 rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada Desember 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 Desember di Malang, Jawa Timur, dan direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan agenda itu menjadi pelaksanaan akad massal rumah subsidi yang keempat setelah tiga kegiatan serupa digelar sebelumnya.
“Kami juga sudah laporkan untuk yang tanggal 17 Desember di Malang siap untuk dihadiri Bapak Presiden,” kata Maruarar kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).
Maruarar menjelaskan, pemerintah sebelumnya menggelar akad massal rumah subsidi sebanyak tiga kali. Kegiatan pertama berlangsung di Bogor pada September 2025 dengan realisasi sekitar 26.000 rumah subsidi di berbagai wilayah Indonesia.
Kegiatan kedua digelar di Serang dengan jumlah sekitar 50.000 rumah. Sementara itu, pelaksanaan ketiga berlangsung di Batam sekitar empat bulan lalu dengan akad massal 62.000 rumah subsidi melalui skema FLPP.
Selain membahas akad massal rumah subsidi, dalam rapat terbatas bersama Prabowo, Maruarar juga menyampaikan peningkatan program bedah rumah yang dijalankan pemerintah. Menurut dia, jumlah rumah yang direnovasi melalui program tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Presiden Prabowo itu tahun lalu kita ada 45.000 bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400.000 rumah,” tutur dia.
Sementara itu, untuk mendorong pemanfaatan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam program perumahan, pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah UMKM untuk memproduksi genteng yang nantinya digunakan dalam mendukung kebutuhan pembangunan dan perbaikan rumah.
Untuk wilayah Jawa Barat, pemerintah menyiapkan pengiriman 2,4 juta genteng tanah liat yang diproduksi 34 UMKM di Majalengka dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengiriman tersebut direncanakan berlangsung pada 8 November 2026 dari Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, menggunakan sekitar 600 truk ke sejumlah titik di Jawa Barat.
Tidak hanya Jawa Barat, pemerintah juga menyiapkan pengembangan program serupa di wilayah lain, dengan titik di Kebumen, Jawa Tengah, serta Trenggalek, Jawa Timur.
Menurut dia, pemberdayaan UMKM melalui program perumahan diharapkan menciptakan permintaan yang lebih pasti bagi produsen lokal sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
“UMKM kita ini kalau dibina benar, dikasih kesempatan, bisa kok. Buktinya tujuh bulan lalu di Majalengka tidak ada yang satu pun bersertifikat SNI, sekarang sudah ada 34 yang bisa,” terang Maruarar.
Sementara itu, pembiayaan pengembangan UMKM tersebut antara lain didukung Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Jabar.
"Event-event di daerah bersama UMKM baik rumah subsidi dengan skala massif yaitu 71.000 di bulan Desember dan bulan depan bulan november tgl 8 sebanyak 600 truk, itu 600 truk, kalau 1 truk itu kira-kira panjangnya 5 meter," ujarnya.
"Kalau dikali 600 berarti sekitar kalau 1 baris itu sekitar 3 km itu pun kalau tidak ada jaraknya, kalau itu dibagi dua, 1 line ada 2 baris sekitar minimal 1,5 km dan ini bisa di check sangat membahagiakan UMKM-UMKM sehingga roda ekonomi bergerak di daerah-daerah seperti di Majalengka, nanti kemudian juga di Malang, dan diberbagai tempat di Indonesia," pungkas Maruarar.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































