tirto.id - Yayasan kemanusiaan Plan Indonesia memasok bantuan sanitasi khusus bagi anak perempuan serta mendistribusikan ribuan buku bacaan untuk siswa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (20/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari respons darurat dua bulan pascagempa bermagnitudo 7,7 guna menjamin kesehatan reproduksi remaja sekaligus menjaga keberlanjutan pemulihan literasi anak di tenda pengungsian.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan setelah gempa pada 15 Agustus 2026, masyarakat terdampak masih menjalani proses pemulihan. Di tengah kondisi tersebut, perempuan menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara anak-anak membutuhkan dukungan agar tetap dapat belajar.
Oleh sebab itu, Plan Indonesia menyalurkan bantuan bagi anak perempuan terdampak gempa serta buku bacaan untuk anak-anak. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan kelompok terdampak sekaligus membantu anak-anak mempertahankan akses terhadap bahan bacaan dan pembelajaran di tengah situasi pascabencana.
Pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk air bersih dan perlengkapan sanitasi, menjadi salah satu bagian penting dalam respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak. Kebutuhan tersebut juga berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan perempuan yang masih menghadapi keterbatasan selama masa pemulihan.
Dini bilang, keberlanjutan pendidikan perlu menjadi perhatian bersama meskipun anak-anak berada dalam situasi pascabencana.
“Pendidikan itu harus tetap berjalan di masa pascabencana sekalipun. Karena pendidikan adalah suatu faktor yang besar di dalam kehidupan anak, untuk memastikan mereka bisa kembali pulih ke keadaan normal,” ujar Dini saat ditemui di tenda darurat Plan Indonesia di Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT Selasa (20/10/2026).
Menurut Dini, pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan anak yang perlu dijaga selama proses pemulihan. Karena itu, sekolah dan pemerintah perlu memastikan anak-anak tetap mendapatkan kesempatan belajar meskipun menghadapi situasi darurat akibat bencana.
Total Penerima Manfaat Capai 12 Ribu Orang Terdampak
Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia, memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). FOTO/Dok. Plan Indonesia)

Dalam respons pascagempa Flores, Plan Indonesia telah menjangkau 12.239 orang terdampak melalui berbagai dukungan yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan pendidikan, perlindungan anak, dan dukungan psikososial.
Dukungan untuk pemenuhan kebutuhan dasar antara lain mencakup distribusi 1.598 paket kebersihan menstruasi, 1.553 paket kebersihan, serta penyediaan 951.450 liter air bersih. Plan Indonesia juga menyediakan fasilitas sanitasi dan bantuan hunian bagi masyarakat terdampak.
Di sektor pendidikan, Plan Indonesia telah menyalurkan 12.000 paket perlengkapan sekolah dan 10 School in a Box untuk mendukung keberlangsungan pembelajaran. Selain itu, organisasi tersebut menyediakan delapan tenda sebagai ruang aman bagi anak-anak dan perempuan serta menyelenggarakan 73 sesi dukungan psikososial.
Berbagai dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan, sekaligus menjaga agar perempuan dan anak-anak tetap mendapatkan perhatian di tengah dampak gempa Flores.
Penulis: Jasmin
Repoter: Jasmin
Masuk tirto.id

































