Menuju konten utama

Pemerintah Gandeng Ratusan Perusahaan Atasi Karhutla di Kalsel

Perusahaan-perusahaan tersebut akan dibagi ke dalam sejumlah zona untuk melakukan pemadaman karhutla secara serentak sampai mati.

Pemerintah Gandeng Ratusan Perusahaan Atasi Karhutla di Kalsel
Dua prajurit TNI Angkatan Udara melakukan pemantauan titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lahan gambut, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pemerintah akan mengerahkan tidak kurang dari 300 unit usaha di Kalimantan Selatan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Perusahaan-perusahaan tersebut akan dibagi ke dalam sejumlah zona untuk melakukan pemadaman secara serentak.

"Kita hari ini mengundang tidak kurang dari 300 unit usaha di Kalimantan Selatan untuk bersama-sama berkontribusi dalam penanganan penanggulangan karhutla. Kita telah membagi wilayah itu dalam zona-zona tertentu. Nanti masing-masing perusahaan akan mendapat tugas untuk melakukan penanggulangan pada zona-zona tertentu sampai habis, sampai mati, sampai apinya padam," kata Hanif saat rapat koordinasi penanganan karhutla di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Hanif mengatakan langkah tersebut dilakukan karena penanganan karhutla selama ini terkendala kekeringan serta keterbatasan sumber daya manusia, peralatan, dan logistik. Pemerintah sebelumnya telah mengerahkan hampir 3.500 orang per hari, lebih dari 300 pompa air, dan lebih dari 30 alat berat.

"Sampai satu bulan yang lalu kita telah mengerahkan hampir 3.500 orang per hari, melibatkan lebih dari 300-an pompa air, melibatkan lebih dari 30-an unit alat berat pada lokasi tersebut. Namun ternyata kekeringan yang cukup panjang tidak memudahkan untuk ditanggulangi," ujarnya.

Menurut Hanif, evaluasi selama lebih dari sebulan menunjukkan api kembali muncul setelah lokasi tertentu dipadamkan. Karena itu, pemerintah akan mengubah pola penanganan dengan melakukan pemadaman secara serentak.

"Kita kemudian merencanakan ke depan bahwa ini api harus kita keroyok habis. Jadi semua potensi yang ada harus dilakukan pemadaman serentak sehingga api tidak sempat lagi menjalar," katanya.

"Kita akan mulai dalam waktu segera dan dilakukan serentak dalam satu kesatuan waktu yang melibatkan semua unsur-unsur kekuatan ekonomi, kekuatan pemerintahan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan," lanjut Hanif.

Pemerintah menargetkan karhutla di wilayah utama Kalimantan Selatan dapat dipadamkan dalam satu hingga dua pekan. Hanif mengatakan percepatan diperlukan karena ketersediaan air semakin terbatas.

"Harapan besar kita, maka api di ring satu atau di daerah utama Provinsi Kalimantan Selatan kita bisa benar-benar padamkan dalam waktu satu sampai dua minggu ke depan. Karena tidak ada cara lain. Kalau ini lebih, maka kita akan kekurangan air di kemudian hari," ujar Hanif.

Hanif menyebut area utama yang menjadi sasaran pemadaman mencapai sekitar 3.000 hektare. Wilayah tersebut berupa lahan gambut yang telah terdegradasi dan sulit dipadamkan.

"Jadi areal zona yang paling utama di Kalimantan Selatan kurang lebihnya sekitar 3.000 hektar ada di pusat kota dan ini berupa lahan gambut yang telah terdegradasi dan tidak mudah untuk padam. Ini tantangan kita, kita akan selesaikan," katanya.

Setelah pemadaman dilakukan, pemerintah akan melakukan patroli di wilayah rawan hingga hujan turun. Hanif juga mengatakan pemerintah akan mengontrol pelaksanaan tugas masing-masing perusahaan.

Hanif menegaskan pengerahan perusahaan dilakukan karena pemerintah ingin mencegah api kembali menjalar ke wilayah lain.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Sosial Budaya
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto