tirto.id - TNI Angkatan Darat (AD) memeriksa Pelda Syahrir, anggota Itdam XXII/Tambun Bungai, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Pemriksaan ini menyusul rekaman video dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Pelda Syahrir terhadap istri dan anaknya yang viral di media sosial.
Kapendam XXII/Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata Simanulang, mengatakan Pelda Syahrir sedang menjalani interogasi untuk mendalami permasalahan tersebut dan menentukan langkah selanjutnya.
"Saat ini, prajurit yang bersangkutan, Pelda Syahrir, anggota Itdam XXII/Tambun Bungai, sedang menjalani interogasi dalam rangka penyelidikan untuk mendalami permasalahan yang terjadi dan menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Dodo dalam keterangan yang diterima Tirto, dikutip Rabu (20/10/2026).
Dodo mengatakan TNI AD tidak menoleransi pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh prajuritnya. Ia memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara serius, profesional, dan objektif.
"Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran, akan dilakukan tindakan tegas sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku," ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat memberikan kesempatan kepada pihaknya untuk menyelesaikan pemeriksaan agar fakta dalam kasus tersebut dapat terungkap secara utuh.
"Kami memastikan persoalan ini ditangani secara serius, profesional, dan objektif," ujar Dodo.
Hingga saat ini, Pelda Syahrir masih menjalani pemeriksaan. TNI AD menyatakan akan mengambil tindakan sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku apabila ditemukan pelanggaran.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang pria diduga anggota TNI AD melakukan kekerasan terhadap istri dan anaknya usai dipergoki berselingkuh viral di media sosial Threads pada Senin (19/10/2026).
Dalam video tersebut, pria itu diduga berada di sebuah rumah bersama perempuan lain. Kemudian korban mendatangi lokasi tersebut hingga terjadi perbincangan mengenai dugaan perselingkuhan.
Perbincangan itu berujung pada tindakan kekerasan oleh Pria yang diduga merupakan suami korban terlihat menjambak dan menendang korban.
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































