Pekerja Hiburan Malam Tolak PSBB di Jakarta

Sejumlah pekerja hiburan malam yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Tanah Air (Srikandi Pekat) menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (5/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah pekerja hiburan malam yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Tanah Air (Srikandi Pekat) menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (5/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah pekerja hiburan malam yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Tanah Air (Srikandi Pekat) menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (5/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah pekerja hiburan malam yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Tanah Air (Srikandi Pekat) menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (5/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah pekerja hiburan malam yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Tanah Air (Srikandi Pekat) menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (5/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah pekerja hiburan malam yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Tanah Air (Srikandi Pekat) menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (5/10/2020). tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah pekerja hiburan malam yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Tanah Air (Srikandi Pekat) melakukan aksi menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (5/10/2020).
5 Oktober 2020
Sejumlah pekerja hiburan malam yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Tanah Air (Srikandi Pekat) melakukan aksi menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (5/10/2020). Mereka menilai PSBB di Jakarta sangat merugikan karena banyak karyawan yang di PHK dan tempat hiburan malam yang ditutup. Mereka juga menuntut Gubernur DKI Jakarta untuk membuka kembali tempat hiburan malam agar mereka bisa bekerja kembali. tirto.id/Andrey Gromico

Infografik Instagram
DarkLight