tirto.id - Lampu Indonesia Arena mendadak padam. Ribuan lightstick merah menyala di tengah keriuhan penonton yang memenuhi stadion indoor di Jakarta itu.
Begitu intro musik terdengar dan dentuman bass mulai menggetarkan ruangan, suasana langsung berubah menjadi lautan sorak-sorai. Di balik asap yang mengepul dari panggung, enam member BABYMONSTER muncul di bawah sorotan lampu.Semua rasa lelah setelah mengantre sejak siang seolah terbayar lunas. Melihat mereka kembali berdiri di panggung sebesar ini membawa perasaan yang sulit dijelaskan. Ini bukan kali pertama saya menyaksikan BABYMONSTER secara langsung, tetapi pengalaman tersebut tetap terasa istimewa.

Ada ingatan lama yang menyeruak muncul di tengah kemegahan malam itu. Rasanya belum begitu lama sejak saya mengikuti perjalanan tujuh remaja perempuan ini melalui layar, menyaksikan mereka berlatih, menerima kritik, dan berjuang dalam Last Evaluation. Saat itu, panggung besar seperti Indonesia Arena masih menjadi impian yang harus mereka perjuangkan.Kini, saya menyaksikan sendiri bagaimana mimpi tersebut perlahan menjadi kenyataan.
Mengikuti Perjuangan Sejak Awal
Saya mulai mengikuti BABYMONSTER sejak masa pre-debut, jauh sebelum nama mereka dikenal luas. Sebagai grup yang dibentuk oleh YG Entertainment, perjalanan mereka sejak awal dipenuhi tantangan. Salah satu momen yang paling membekas bagi saya adalah ketika agensi mengumumkan bahwa hanya lima dari tujuh peserta evaluasi akhir yang akan dipilih untuk debut.

Saya masih ingat perasaan menonton mereka berjuang di ruang latihan, menerima kritik dari pelatih, lalu mencoba lagi meski tak jarang harus menelan kekecewaan. Ada air mata, rasa takut, dan ketidakpastian tentang siapa yang akhirnya akan debut. Tapi di tengah semua itu, saya juga melihat bagaimana mereka saling menguatkan.
BABYMONSTER sendiri punya kombinasi anggota yang menarik. Ada tiga member asal Korea Selatan, Ahyeon, Haram yang kini dikenal sebagai Rami, dan Rora; dua member asal Jepang, Ruka dan Asa; serta dua member asal Thailand, Pharita dan Chiquita. Masing-masing punya karakter dan kelebihan sendiri, dan justru perbedaan itulah yang membuat saya semakin tertarik mengikuti mereka.
Karena itu, ketika akhirnya diumumkan bahwa ketujuh peserta lolos dan akan debut bersama, rasanya ikut lega. Setelah dibuat bertanya-tanya sepanjang Last Evaluation, mereka ternyata bisa melangkah bersama sebagai BABYMONSTER.
Tentu saja, perjalanan mereka tidak selalu berjalan mulus. Ahyeon sempat absen karena masalah kesehatan, sehingga debut yang semula direncanakan harus menyesuaikan keadaan. BABYMONSTER akhirnya resmi debut dengan tujuh anggota lewat EP perdana BABYMONS7ER pada 1 April 2024.
Mungkin itu juga yang membuat saya punya ikatan tersendiri dengan grup ini. Saya tidak mengenal mereka ketika mereka sudah mulai besar. Saya mengikuti mereka ketika masih ada banyak ketidakpastian, ketika impian untuk konser di panggung besar masih terasa jauh. Jadi, setiap kali melihat mereka tampil di hadapan ribuan orang, ada rasa bangga yang sulit dijelaskan.
Di Tengah Kemegahan, Ada KerinduanMalam itu, Indonesia Arena dipenuhi sorak-sorai dan energi yang luar biasa. Namun, di tengah semua kegembiraan itu, ada satu hal yang tetap terasa mengganjal: BABYMONSTER kembali tampil tanpa formasi lengkap.
Rami masih harus beristirahat dari aktivitas grup karena masalah kesehatan yang membuatnya absen selama sekitar satu tahun. Buat saya, dan mungkin juga banyak penggemar lainnya, ketidakhadirannya terasa cukup besar. Kami sudah terbiasa mendengar warna vokal ketujuh member berpadu, jadi ada bagian dari penampilan malam itu yang terasa berbeda.
Enam member yang tampil tetap memberikan yang terbaik. Mereka mengisi panggung dengan energi dan kemampuan masing-masing, membuat konser berjalan meriah. Namun, seseru apa pun penampilannya, tetap ada kerinduan untuk melihat mereka kembali berdiri bertujuh di atas panggung yang sama.
Saya hanya berharap Rami bisa pulih dengan baik, tanpa harus terburu-buru kembali sebelum benar-benar siap. Sebab, setelah mengikuti perjalanan mereka sejak masa pre-debut, rasanya akan menyenangkan sekali jika suatu hari nanti saya bisa melihat ketujuh member berkumpul lagi dan merayakan perjalanan mereka bersama.

Meski tampil berenam, para member BABYMONSTER tetap memberikan penampilan terbaik mereka malam itu. Energi di atas panggung tetap terjaga, dan masing-masing berusaha mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rami. Namun, tetap saja ada rasa rindu untuk melihat mereka kembali tampil dengan formasi lengkap.
Buat saya, bagian paling emosional dari konser malam itu adalah ketika mereka membawakan “DREAM”. Lagu pre-debut ini punya tempat tersendiri di hati saya karena mengingatkan pada masa ketika mereka masih menjadi trainee. Saat itu, masa depan mereka belum jelas. Ada banyak hal yang harus dilewati sebelum akhirnya bisa berdiri sebagai BABYMONSTER.
Mendengar lagu ini lagi di Indonesia Arena rasanya seperti kembali ke masa itu, sekaligus menyadari betapa jauh mereka sudah melangkah. Dulu, “DREAM” dinyanyikan oleh tujuh anak muda yang sedang mengejar impian. Malam itu, lagu yang sama bergema di hadapan ribuan penggemar yang ikut menyanyikan setiap bagiannya.
Begitu bagian chorus terdengar dan suara penonton mulai menyatu dengan suara para member, saya tak kuasa menahan air mata. Rasanya campur aduk. Ada kebanggaan melihat mereka sampai di titik ini, ada kenangan tentang perjalanan mereka sejak awal, dan ada perasaan hangat karena bisa ikut merayakan momen itu bersama ribuan orang lainnya.
Para member punya perjalanan panjang sebelum akhirnya bisa berdiri di panggung sebesar Indonesia Arena. Begitu juga para penggemar yang mengikuti mereka sejak awal. Kami semua punya cerita dan perjalanan hidup masing-masing, tetapi malam itu, entah bagaimana, semuanya terasa bertemu dalam satu lagu.
Saat ribuan orang menyanyikan “DREAM” bersama-sama, saya kembali diingatkan bahwa mimpi bukan sesuatu yang bisa dicapai dalam semalam. Ada proses panjang, jatuh bangun, dan banyak hal yang harus dilewati. Dan ketika akhirnya bisa sampai di titik yang dulu hanya dibayangkan, rasanya semua mimpi itu memang layak untuk dirayakan.

Kenyamanan Menonton Konser Bersama TEM Present
Selain penampilan BABYMONSTER, ada hal lain yang membuat konser kali ini berkesan buat saya: penyelenggaraannya. Pada tur dunia sebelumnya, saya menyaksikan mereka di hall ICE BSD. Kali ini, konser berlangsung di Indonesia Arena, dengan skala panggung yang lebih besar dan tata visual yang membuat pertunjukan terasa semakin megah.
TEM Present juga layak mendapat apresiasi atas pelayanan yang saya rasakan selama berada di lokasi. Alur masuk penonton tertata dengan baik. Saya tidak harus menghadapi antrean panjang yang menguras tenaga atau situasi semrawut sebelum konser dimulai.
Lokasi Indonesia Arena di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) juga relatif mudah dijangkau dengan transportasi umum. Bagi penonton yang sudah datang sejak siang, kemudahan akses ini cukup membantu, apalagi masih ada waktu untuk bersantai sebelum pertunjukan dimulai.
Di area holding area, tersedia makanan ringan dan es krim gratis. Ada pula sejumlah tenant makanan dan minuman yang bisa menjadi pilihan untuk mengisi perut sebelum masuk ke area konser. Buat saya, hal-hal seperti ini cukup berarti. Menunggu konser selama berjam-jam bisa melelahkan, jadi fasilitas sederhana yang membuat penonton lebih nyaman tentu patut diapresiasi.
Pada akhirnya, pengalaman menonton konser bukan cuma soal penampilan artis di atas panggung. Hal-hal yang mungkin terlihat sepele, mulai dari akses menuju lokasi, alur masuk, sampai fasilitas untuk menunggu, ikut menentukan apakah penonton bisa menikmati acara dengan nyaman. Dan malam itu, saya bisa lebih fokus menikmati BABYMONSTER tanpa terlalu direpotkan urusan di luar panggung.
Menunggu Mimpi Berikutnya
Saya pulang dari Indonesia Arena dengan kaki pegal dan suara serak. Meski begitu, rasanya sulit untuk tidak tersenyum mengingat apa yang baru saja saya alami. Ini kali kedua saya menyaksikan BABYMONSTER secara langsung, tetapi ada sesuatu yang berbeda ketika melihat mereka tampil di panggung sebesar Indonesia Arena.
Dulu, saya mengikuti perjuangan mereka lewat layar, menyaksikan masa-masa ketika debut masih menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. Sekarang, saya bisa berdiri di antara ribuan penggemar, menyanyikan lagu yang sama dengan mereka, dan menyaksikan sendiri sejauh apa perjalanan itu membawa mereka. Rasanya menyenangkan bisa menjadi bagian kecil dari perjalanan tersebut.
Saya pulang membawa satu kenangan baru, sekaligus satu harapan yang masih ingin saya wujudkan: melihat BABYMONSTER kembali tampil dengan tujuh member dalam keadaan sehat. Setelah mengikuti perjalanan mereka sejak masa pre-debut, rasanya saya ingin sekali menyaksikan momen ketika semuanya bisa kembali berdiri bersama di atas panggung.
Entah kapan kesempatan itu datang, tetapi saya akan menunggunya. Siapa tahu, suatu hari nanti, saya bisa kembali berada di tengah lautan lightstick, menyanyikan lagu-lagu mereka bersama ribuan penggemar lainnya, dan merayakan mimpi berikutnya yang akhirnya menjadi kenyataan.
Editor: Nuran Wibisono
Masuk tirto.id

































