Menuju konten utama

Mentan Amran Wanti-Wanti Soal Ketergantungan pada Susu Impor

Menurut Amran, kondisi darurat ini dipicu oleh praktik persaingan harga susu yang tidak sehat.

Mentan Amran Wanti-Wanti Soal Ketergantungan pada Susu Impor
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kekhawatirannya mengenai masa depan industri susu nasional. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin (12/10/2026), Amran menyoroti tingkat ketergantungan Indonesia terhadap produk impor yang kini telah menyentuh angka 82 persen.

Menurut Amran, kondisi darurat ini dipicu oleh praktik persaingan harga yang tidak sehat. Banjirnya produk susu impor berharga murah membuat industri enggan menyerap produksi para peternak sapi perah lokal.

Situasi kian memprihatinkan dan bahkan memaksa sebagian peternak membuang hasil panen susu mereka karena sama sekali tidak terserap pasar.

"Dia mau jadikan seperti ini modelnya. Jadi, membunuh dari dalam. Nah, ini caranya, menjual susu murah, murah, murah, akhirnya sudah 82 persen impor. Nanti, 100 persen mungkin tiga tahun lagi. Ini kelakuannya," kata Amran.

"Terus dia tidak beli susunya (dari produsen dalam negeri), beli dari luar negeri. Susunya ini basi akhirnya dia mandi susu. Dia buang saja ke sungai," ujarnya.

Lebih lanjut, Amran menganalogikan persaingan tidak seimbang antara peternak lokal melawan produk asing ini menyerupai pertarungan atlet tinju yang tak seimbang.

“Diperhadapkan dengan Mike Tyson-lah, Mike diperhadapkan dengan Ellyas Pical tanpa wasit. Ya mati, habis. Itulah ilustrasinya," tuturnya.

Jika tren pelemahan peternak lokal ini dibiarkan berlanjut tanpa perlindungan memadai, Amran memprediksi Indonesia akan sepenuhnya bergantung pada pasokan impor dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Pada akhirnya, pelemahan sektor produksi pangan mandiri ini dinilai dapat berimbas langsung pada melemahnya ketahanan serta pertahanan nasional secara keseluruhan.

"Kalau ini sudah dikuasai semua, ya kekuatan negara, pertahanan negara sangat rapuh," tutur Amran.

Baca juga artikel terkait PRODUK SUSU atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi