Menebar Asa dengan Trans Papua

undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
Semuanya berawal dari keinginan Presiden Joko Widodo yang ingin mempercepat berbagai pembangunan khususnya sektor ekonomi di tanah Papua. Seperti diketahui pembangungan di Indonesia timur khususnya di Papua merupakan salah satu bagian dari nawacita.
4 Agustus 2016
Dingin, basah karena hujan, suhu udara tercatat mencapai 6 derajat celcius. Namun di tengah kondisi tersebut tampak sejumlah prajurit Satgas Pembangunan Jalan Trans Papua Denzipur 12/OHH Nabire dan Denzipur 13/PPA Sorong Zeni TNI AD (POP I) masih berjuang mengoperasikan alat berat untuk menyelesaikan salah satu ruas jalan di pedalaman Nduga, Papua.

Di ruas jalan yang lain, sejumlah prajurit dengan alat berat mencoba mendorong truk pengangkut drum BBM yang tak kuat menaiki tanjakan terjal berbatu di Pegunungan Trikora. Truk tersebut sedianya akan kembali ke Wamena untuk mengambil pasokan BBM dan logistik kebutuhan para prajurit.

Semuanya berawal dari keinginan Presiden Joko Widodo yang ingin mempercepat berbagai pembangunan khususnya sektor ekonomi di tanah Papua. Seperti diketahui pembangungan di Indonesia timur khususnya di Papua merupakan salah satu bagian dari nawacita.

Harapan Presiden itu rupanya langsung direspon oleh Panglima TNI. Melalui komandonya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memperintahkan TNI Angkatan Darat, dalam hal ini Zeni TNI AD untuk membangun jalan Trans Papua sepanjang 278,6 Km dari Wamena menuju Mamugu. Pembangunan dimulai pada Januari 2016 lalu, dengan melibatkan ratusan prajurit.

Namun, menaklukkan pegunungan Papua untuk membangun ruas jalan bukanlah hal yang mudah. Prajurit Zeni TNI AD harus bekerja ekstra keras untuk mengatasinya. Medan berbatu, cuaca ekstrem hingga ancaman longsor dan gangguan keamanan menjadi menu sarapan sehari-hari. Asa dan nilai juang yang tinggi demi mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua pun menjadi senjata yang ampuh untuk mengatasi berbagai halang rintang itu.

Foto dan Teks: Sigid Kurniawan