tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan Jakarta untuk menggelar rapat terbatas mengenai rencana penggratisan biaya pendidikan negeri dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, Rabu (23/8/2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan pemerintah tengah menyiapkan berbagai opsi skema yang akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara.
Brian menyampaikan rapat perdana tersebut difokuskan untuk membahas alternatif pembiayaan guna merealisasikan arahan Kepala Negara terkait akses pendidikan gratis.
"Justru ini kita mau rapat membicarakan beberapa opsi-opsi. Keinginan Pak Presiden tentu, apa, merupakan, apa ya, arahan yang, apa, sangat baik ya," kata Brian di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/8/2026).
Brian menegaskan komitmen kuat Presiden Prabowo dalam memprioritaskan investasi di sektor pendidikan. Menurutnya, pemerintah mulai membedah skema pembiayaan bertahap agar tidak membebani anggaran pendapatan dan belanja negara.
"Nanti semuanya akan kita exercise mana yang paling fit dengan kondisi fiskal kira, ruang fiskal kira. Tapi, intinya Bapak Presiden sangat berkeinginan memajukan pendidikan," ujarnya.
Sejumlah menteri terlihat ikut hadir di Istana selain Mendikti antara lain Menko PMK, Pratikno, Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, MenPAN-RB, Rini Widyantini, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, Mendagri, Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menyatakan rapat hari ini secara khusus memetakan langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan akses pendidikan gratis secara merata bagi seluruh anak Indonesia.
"Iya, siang ini Pak Presiden akan mengadakan rapat terbatas, membahas bagaimana caranya pendidikan negeri dapat gratis, dari SD sampai perguruan tinggi negeri," ujar Seskab Teddy, dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).
Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya agar seluruh jenjang pendidikan negeri dapat diakses tanpa biaya. Hal tersebut disampaikannya saat berpidato di Malam Puncak HUT ke-28 PAN.
"Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis," kata Presiden saat berpidato di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat (18/9).
Selain rencana membebaskan biaya pendidikan negeri, pemerintah juga menyusun agenda perbaikan fasilitas sekolah yang rusak serta peningkatan gaji dan kesejahteraan para pengajar.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































