Melarung Sesaji di Kawah Bromo

undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
undefined
Masyarakat suku Tengger berkumpul dengan membawa hasil bumi dan ternak peliharaan sebagai sesaji yang disimpan dalam tempat yang bernama ongkek. Mereka mengadakan upacara adat Yadnya Kasada yang dilaksanakan sekali setahun pada bulan Kasada hari-14 dalam penanggalan jawa.
26 Juli 2016
Kawasan kaldera Gunung Bromo yang terletak di Probolinggo, Jawa Timur, malam itu terlihat semarak dengan lampu kendaraan yang lalu-lalang. Sekeliling Pura Luhur Poten yang terletak di kawasan tersebut dipenuhi ribuan orang.

Mereka adalah masyarakat suku Tengger yang sedang berkumpul dengan membawa hasil bumi dan ternak peliharaan sebagai sesaji yang disimpan dalam tempat yang bernama ongkek, mereka berkumpul untuk mengadakan upacara adat Yadnya Kasada yang dilaksanakan sekali setahun pada bulan Kasada hari-14 dalam penanggalan jawa.

Dalam legenda masyarakat setempat, upacara ini adalah upacara untuk memperingati pengorbanan seorang Raden Kusuma anak Jaka Seger dan Lara Anteng untuk keselamatan masyarakat Tengger. Pada upacara keagamaan Hindu Tengger tersebut mereka bersyukur dan meminta keselamatan serta berkah.

Dalam upacara Kasada tersebut terdapat beberapa tahapan upacara yang harus dilaksanakan agar upacara Kasada berlangsung dengan khidmat yaitu Puja purkawa, Manggala upacara, Ngulat umat, Tri sandiya, Muspa, Pembagian bija, Diksa widhi dan penyerahan sesaji di kawah Bromo.

Sesajen yang disiapkan dibawa ke atas kawah gunung untuk dilemparkan ke kawah sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang. Sesajen dilemparkan ke kawah, sementara di lereng kawah telah menunggu warga yang berharap mendapatkan ongkek-ongkek yang berisi buah-buahan, hewan ternak, juga uang.

Upacara Kasada Masyarakat Tengger telah membawa manfaat bagi masyarakat setempat. Selain untuk meminta keselamatan, upacara ini mampu menyedot banyak perhatian seluruh kalangan masyarakat baik wisatawan lokal ataupun mancanegara.

Foto dan Teks: Zabur Karuru

Editor: Taufik Subarkah
DarkLight