Amelia Achmad Yani

Tim Ahli untuk Pendampingan dan Pelatihan dalam Pengembangan Kawasan Cepat Tumbuh (Kawasan Timur Indonesia) BAPPENAS (2003 - 2004)
LahirMagelang, Jawa Tengah, Indonesia, NaN undefined NaN
ProfesiTim Ahli untuk Pendampingan dan Pelatihan dalam Pengembangan Kawasan Cepat Tumbuh (Kawasan Timur Indonesia) BAPPENAS (2003 - 2004)
Karier
  • Direktur PT. Citra Yani Persada: Agen Aspal Pertamina
  • Pegawai Negeri Sipil Departemen Luar Negeri (1972)
  • Direktur PT. Sarana Yogya Ventura (1994-1998)
  • Ketua Koperasi Tirta Yani Utama
  • Tim Ahli untuk Pendampingan dan Pelatihan dalam Pengembangan Kawasan Cepat Tumbuh (Kawasan Timur Indonesia) BAPPENAS (2003-2004)
Pendidikan
  • SMA Santa Ursula Jakarta
  • Fakultas Sastra Jurusan Antropologi Universitas Indonesia
  • University of Hull East Yorkshire - Sociology and South East Asian Studies
  • Bussiness Administration Pitman College, London, Inggris

Profil, Amelia Yani: Kiprah anak seorang Pahlawan Nasional

Peristiwa Gerakan 30 September 1965 pastilah tak bisa dilupakan oleh orang-orang yang pernah hidup dan mengalami sendiri mencekamnya peristiwa tersebut. Di samping itu, peristiwa ini juga masuk ke dalam pembahasan sejarah, baik secara nasional maupun internasional. Maka sudah dapat dipastikan bahwa peristiwa ini takkan hilang meski jaman berganti.

Sejarah akan terus dibicarakan, sedangkan bagi para pelaku sejarah, kisah itu bisa jadi menjadi mimpi buruk seperti yang dialami oleh Amelia Ahmad Yani. Amelia Achmad Yani yang lahir di Magelang, Jawa Tengah pada tanggal 22 Desember 1949 ini adalah putri ketiga dari delapan bersaudara anak dari Ahmad Yani yang merupakan salah satu pahlawan Nasional yang menajdi salah satu korban penculikan dan pembunuhan [ada Tragedi G30S/PKI dan Yayu Ruliah Sutowirdiyo.

Lulus dari SMA Santa Ursula, Jakarta tahun 1961, Amelia Ahmad Yani melanjutkan studinya ke Fakultas Sastra Jurusan Antropologi Universitas Indonesia. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di tahun 1968 di Sociology and South East Asian Studies, University of Hull East Yorkshire dan melanjutkan lagi di Pitman College, London, Inggris, untuk Bussiness Administration tahun 1971.

Setelah kembali ke Indoensia, Amelia bekerja sebagai PNS di Departemen Luar Negeri tahun 1972 hingga 1975 dan bertugas di Pemerintah RI di United Nations New York, Amerika Serikat. Pada tahun 1975 - 1988 Amelia Ahmad Yani bertugas di United Nations Development Programme (UNDP). Pada tahun 1979 Amelia Ahmad Yani berangkat ke India untuk mengikuti Regional Meeting for Women in Development di Banglades untuk mengikuti seminar LSM dan Pemerintah tahun 1987. selain itu, ia juga mengikuti UNDP Program Seminar di Cairo pada Oktober 1988.

Pada tahun1994 Amelia Ahmad Yani sempat bekerja di PT Sarana Yogya Ventura sebagai direktur hingga tahun 1998. Kemudian ia menduduki posisi sebagai direktur agen aspal pertamina di PT. Citra Yani Persada. Selain itu Amelia Ahmad Yani juga menjadi Ketua Koperasi Tirta Yani Utama.

Amelia merupakan pengusaha yang aktif di berbagai kegiatan sosial. Salah satunya adalah aktif di Badan Program Pembangunan PBB (UNDP) selama 17 tahun. Selain itu ia pernah menjadi ketua KADINDA Sleman pada tahun 1993 sampai tahun 1998. selanjutnya ia pun pernah menjabat sebagai Wakil Ketua sia Pasifik KADINDA TK I DI Yogyakarta. Pada tahun 1994 ia menjadi koordinator KADINDA/PEMDA Misi dialog Dagang ke Sidney dan Adelaide dan pada tahun 1996 hingga tahun 2000 ia menjabat sebagai Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Kartika Eka Paksi dan AMIK Kartika Yani Yogyakarta.

Pada tanggal 3 Juni 1996, Amelia terpilih dalam “28 The Best Business Executives in Developing Indonesia 1996” dan juga sebagai Citra Kartini pada bulan April tahun 1996 di Jakarta. Berlanjut di tahun 1997, Amelia Yani tercatat sebagai salah satu dari "Five Hundred Leaders of Influence" American Biographical Institute USA, serta menerima The Platinum Record for Exceptional Performance by ABI, USA di tahun 1997 dan Member "International Who's Who of Profesionals 1997", USA.

Amelia Yani kembali mengambil pendidikan di University of the America, Notrhbridge, California dan emraih gela doctor dengan disertasi Rapid Economic Growth in The Rural Areas, Indonesian Experience in The Island of Java pada saat ia menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Agen Aspal Pertamina November 2000 - November 2003. Kemudian pada tahun 2003 hingga tahun 2004 Amelia menjadi Ketua Koperasi Tirta Yani Utama dan bertugas sebagai Tim Ahli BAPPENAS untuk pendampingan dan Pelatihan dalam Pengembangan Kawasan Cepat Tumbuh untuk Kawasan Timur Indonesia.

Selain aktif di bidang bisnis, Amelia Yani juga aktif di bidang politik. Amelia Ahmad Yani terpilih menjadi Ketua Umum Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), keaktifannya dalam membangun jaringan dan kekuatan PPRN menjadi peserta Pemilu 2009 dengan nomor urut 4 dan target perolehan suara PPRN sebanyak 10-15 persen, Amelia sendiri juga menjadi Caleg PPRN dari Jawa Tengah.

Partai Peduli Rakyat Nasional tidak lolos parliamentary threshold karena hanya menyabet 1,21 persen suara pada Pemilu 2009. Berkoalisi dengan 19 anggota Dewan Pengarah yang merupakan pemimpin partai-partai (MS Kaban, Meutia Hatta, Ruyandi Hutasoit, Roy BB Janis, Eko Suryo Santjojo, Imam Addaruqutni, Daniel Hutapea, R Hartono, Syahrir MS, Bursah Zarnubi, Amelia Yani, Nurmala Kartini Sjahrir, Thamrin Simanjuntak, Dedi Sjahrir Panigoro, Eros Djarot, Japto Soerjosoemarno, Roy Rening, Budiyanto Darmastono dan Oesman Sapta Odang), Amelia Ahmad Yani mencalonkan SBY-Boediono.

Berdasarkan surat keterangan Kantor Notaris Nia Kurniasih, SH, No 6/KT-VI/2011 tanggal 9 Juni 2011 dengan akta No 01 tanggal 1 Juni 2011 telah didirikan Akta Pendirian Partai Politik, Partai Nasional Republik (PNR) yang berkedudukan di Jakarta Pusat dengan susunan pengurus adalah Amelia Achmad Yani mantan Ketua Umum PPRN, Neneng A Tuty, SH sebagai Sekretaris Jenderal, Drs Hendra Gunawan sebagai Bendahara Umum, sedangkan sebagai Dewan Pembina adalah H Hutomo Mandala Putra. Pada tanggal yang sama Amelia Ahmad Yani menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri sebagai Ketua Umum Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), dibuat dengan kop surat PPRN Dewan Pimpinan Pusat dengan ditandatangani diatas meterai Rp 6.000, tetapi pada tanggal 13 Juni 2011 surat tersebut dicabut dan Amelia Ahmad Yani kembali ke Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Dalam munaslub itu juga diputuskan nama PPRN diubah menjadi Partai Nasional Pembanguan (PNP).
Setelah purna, ia kembali ke Tanah Air dan kerap blusukan ke beberapa desa di Indonesia. "Saya bertemu masyarakat di desa-desa di Pulau Buru. Mereka merasa dianaktirikan, mungkin sama seperti rakyat Bosnia," kata Amelia.Dari situlah, keteguhan hati Amelia menjadi Duta Besar Bosnia muncul sempurna. Ia yakin mampu menjembatani komunikasi pemerintah Indonesia dengan Bosnia. "Teknis diplomasi saya dengan cara pendekatan ke warga. Approaching itu penting," kata dia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghubungi Amelia pada 2 Juni 2015. Sebelumnya, Amelia sadar namanya diajukan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto sebagai calon duta besar bersama dua calon lain. "Saya diambil Wiranto, kemudian diserahkan ke Jokowi," kata dia.

 
Periset/penulis: Mutayasaroh