Menuju konten utama

Lebih Sustainable, Investor AS dan Eropa Minati Green Sukuk RI

BI berkata tingginya minat investor global ini didorong oleh kesadaran bahwa produk keuangan syariah memiliki landasan aset yang jelas.

Lebih Sustainable, Investor AS dan Eropa Minati Green Sukuk RI
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. tirto.id/ Nanda Aria Putra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Instrumen keuangan syariah berbasis hijau atau green sukuk buatan Indonesia kian diminati oleh pasar global. Menariknya, pembeli terbesar dari instrumen ini justru datang dari negara-negara di luar kawasan mayoritas muslim, termasuk Amerika Serikat dan Eropa, yang melirik aspek keberlanjutan dari produk tersebut.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, tingginya minat investor global ini didorong oleh kesadaran bahwa produk keuangan syariah memiliki landasan aset yang jelas (underlying asset) serta konsisten menjaga aspek kelestarian lingkungan.

"Pemerintah rutin menerbitkan sukuk global untuk mencari dan memperluas akses pasar yang lebih luas. Dan yang beli itu adalah banyak negara-negara di luar negara muslim, jadi Amerika, Eropa. Kenapa? Karena mereka melihat produk ini produk yang sustain," ujar Destry, dalam sambutannya di ISEF 2026, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Destry menambahkan karakteristik produk keuangan syariah relatif stabil karena memiliki underlying yang kuat. Hal itu disebutnya turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pergeseran portofolio para investor global saat ini.

“Investor juga bergeser dan biasanya produk keuangan syariah itu relatif stabil karena dia punya underlying-nya. Nah ini yang menjadi peluang juga untuk kita keuangan syariah,” katanya.

Pemerintah sendiri mencatat pencapaian signifikan dalam penerbitan instrumen ramah lingkungan ini. Destry mengungkapkan sejak pertama kali diterbitkan pada 2018, akumulasi penerbitan green sukuk global Indonesia telah mencapai 7,7 miliar dolar AS.

Menurut Wakil Menko Perekonomian Drajad Wibowo, di pasar domestik, penerbitannya telah menyentuh angka hampir Rp109 triliun.

“Di domestik, sukuk green sukuk Indonesia ini mencapai 108,9 triliun di pasar domestik. Besar memang tampaknya, tapi kalau dibandingkan total dari bonds yang diterbitkan oleh pemerintah, relatif masih kecil, sehingga masih banyak peluang untuk terbuka,” ucapnya di lokasi yang sama.

Baca juga artikel terkait BANK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama