Menuju konten utama

Kronologi Pesawat Jet Pribadi Jatuh di Florida, 9 Orang Tewas

Kronologi pesawat Learjet 60 jatuh di Florida dan menewaskan 9 orang. Pilot sempat melaporkan kondisi darurat sebelum pesawat kehilangan kendali.

Kronologi Pesawat Jet Pribadi Jatuh di Florida, 9 Orang Tewas
1 November 2026, Greenacres, Florida, AS: Garis pengaman darurat dipasang di sekeliling kawah bekas benturan dan area puing-puing yang hangus di belakang sebuah sedan berwarna putih di sepanjang South Military Trail, menyusul kecelakaan fatal pesawat jet bisnis di Greenacres, Florida, pada 1 November 2026. Sebuah pesawat Learjet 60 yang sedang dalam perjalanan menuju Bahama jatuh di dekat 10th Avenue North di tengah hujan deras; kecelakaan ini memutus jaringan listrik dan mengakibatkan sembilan orang diperkirakan tewas, sementara tim pemadam kebakaran serta petugas dari Kantor Sheriff Palm Beach County mengamankan lokasi kejadian. Reuuters/ © Chris Beckett/ZUMA Press Wire
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sembilan orang meninggal dunia setelah pesawat jet pribadi Learjet 60 jatuh di kawasan permukiman Greenacres, Palm Beach County, dekat kawasan Cresthaven, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 12.50 waktu setempat.

Sebelum kecelakaan, pilot sempat melaporkan turbulensi, kondisi pembentukan es, dan penurunan ketinggian pesawat secara cepat.

Pesawat bernomor registrasi N722BD tersebut sedang melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Texas, menuju Bandara North Eleuthera di Bahama.

Pesawat jatuh dan menghantam kawasan dekat jalan raya. Benturan keras memicu ledakan besar hingga menimbulkan bola api dan kobaran asap hitam yang terlihat dari sekitar lokasi kejadian.

Menteri Transportasi Amerika Serikat Sean Duffy mengonfirmasi bahwa seluruh sembilan orang di dalam pesawat meninggal dunia. Sementara itu, penyebab kecelakaan masih diselidiki oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) dengan dukungan Otoritas Penerbangan Federal (FAA).

Rekaman komunikasi antara pilot dan petugas pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC) turut memberikan gambaran mengenai kondisi penerbangan beberapa saat sebelum kecelakaan.

Dalam rekaman tersebut, pilot sempat melaporkan turbulensi sedang dan kondisi lapisan es sebelum menyampaikan peringatan darurat atau Mayday.

Kronologi Pesawat Jatuh di Florida

Pesawat Learjet 60 dengan nomor registrasi N722BD lepas landas dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Texas, pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 09.37 waktu setempat.

Menurut data pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat tersebut terbang ke arah timur menuju Bahama dan sempat mencapai ketinggian jelajah sekitar 41.000 kaki.

Sekitar pukul 12.35, ketika berada di dekat Naples, Florida, pesawat mulai turun menuju ketinggian 35.000 kaki.

Data terakhir yang diterima Flightradar24 menunjukkan pesawat berada pada ketinggian sekitar 8.750 kaki pada pukul 12.49. Selama penurunan tersebut, laju penurunan pesawat sempat melampaui 32.000 kaki per menit.

Tidak lama kemudian, pesawat jatuh di kawasan Greenacres, Palm Beach County, sekitar pukul 12.50 siang waktu setempat.

Lokasi kejadian berada di sekitar Military Trail dan 10th Avenue North, tidak jauh dari kawasan permukiman dan jalan raya yang cukup ramai.

Juru bicara Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Jim Reynolds, membenarkan bahwa Learjet 60 tersebut merupakan pesawat pribadi. Namun, pihak bandara belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas orang-orang yang berada di dalam pesawat.

"Ini jelas merupakan sebuah tragedi," ujar Reynolds sebagaimana dilaporkan The Independent, Minggu (1/11/2026).

Rekaman video sejumlah saksi mata dari dalam kendaraan memperlihatkan pesawat menukik tajam dari udara dengan posisi hampir vertikal. Dalam beberapa detik, pesawat menghantam tanah dengan kecepatan tinggi hingga memicu ledakan besar yang menghasilkan bola api.

Benturan tersebut meninggalkan lubang besar atau kawah pada permukaan jalan. Kobaran api menyambar di sekitar tiang utilitas di tepi jalan dan sejumlah bagian permukaan aspal ikut terbakar. Asap hitam pekat membubung.

Gubernur Florida Ron DeSantis menyatakan bahwa hingga laporan awal disampaikan, belum ada laporan korban meninggal dunia atau luka-luka di darat.

Sekitar 600 orang dari kawasan hunian rumah mobil di sekitar lokasi juga dievakuasi sebagai bagian dari penanganan dampak kecelakaan.

Sementara itu, Menteri Transportasi AS Sean Duffy memastikan sembilan orang yang berada di dalam Learjet 60 meninggal dunia.

Melalui akun X resminya, Duffy menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan bahwa FAA mengirimkan tim untuk mendukung investigasi NTSB.

“FAA [Otoritas Penerbangan Federal AS] mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk mendukung investigasi yang dilakukan oleh NTSB [Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS],” tulis Duffy di akun X @SecDuffy.

Rekaman Kokpit Sebelum Pesawat Jatuh Terungkap

Sebelum kecelakaan, awak Learjet sempat melaporkan kondisi cuaca yang dihadapi selama penerbangan kepada petugas pengatur lalu lintas udara.

Berdasarkan rekaman komunikasi ATC yang dilaporkan Hindustan Times pada Senin (2/11/2026), pilot menyampaikan bahwa pesawat menghadapi turbulensi sedang dan pembentukan lapisan es.

Awak pesawat juga melaporkan suhu udara luar mencapai minus 47 derajat Celsius serta berupaya mencari ketinggian penerbangan dengan kondisi udara yang lebih stabil.

Dalam komunikasi yang ditinjau Flightradar24, pilot turut melaporkan bahwa pesawat sedang melewati presipitasi atau kondisi adanya hujan maupun bentuk endapan air lainnya di atmosfer.

Awak pesawat kemudian meminta izin menaikkan ketinggian penerbangan menuju 37.000 kaki.

Namun, tidak lama setelah menerima instruksi dari ATC, pilot melaporkan bahwa pesawat mengalami penurunan ketinggian secara tidak terkendali.

Pilot menyebut pesawat sedang turun pada ketinggian 8.000 kaki sebelum kembali melaporkan penurunan hingga 10.000 kaki per menit.

"722 Bravo Delta... kami sedang turun 8.000 kaki—Mayday, Mayday! Kami turun 10.000 kaki per menit!" demikian laporan pilot dalam rekaman komunikasi tersebut.

Petugas ATC merespons panggilan darurat dengan menawarkan bantuan serta memberikan keleluasaan kepada awak pesawat untuk menentukan ketinggian penerbangan yang diperlukan.

Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi situasi yang lebih serius. Awak pesawat melaporkan kondisi overspeed, yakni ketika kecepatan pesawat melampaui batas operasional yang diperbolehkan.

Pilot juga melaporkan laju penurunan meningkat hingga sekitar 20.000 kaki per menit.

Suara alarm juga terdengar di latar belakang komunikasi. Hal tersebut menggambarkan situasi darurat yang dihadapi awak pesawat ketika berusaha mengembalikan kendali penerbangan.

Dalam rekaman tersebut, petugas ATC terdengar berusaha mempertahankan komunikasi dengan awak pesawat.

"Saya di sini bersama Anda. Bicaralah kepada saya," ujar petugas ATC.

Akan tetapi, kondisi pesawat terus memburuk. Pilot kemudian menyampaikan kekhawatiran bahwa pesawat akan menghantam permukaan tanah.

"Kami akan jatuh menghantam tanah, 722 Bravo Delta," demikian laporan pilot dalam komunikasi tersebut.

Pada komunikasi berikutnya, awak pesawat melaporkan laju penurunan sekitar 22.000 kaki per menit dengan kemiringan pesawat mencapai 60 derajat.

Rekaman komunikasi juga menangkap suara awak pesawat yang memperingatkan bahwa waktu untuk mengatasi keadaan darurat semakin terbatas.

"Lihat ke luar... Astaga, kita kehabisan waktu!" ucap salah satu suara yang terdengar.

Setelah itu, transmisi komunikasi terputus dan pesawat jatuh di kawasan Greenacres, Florida.

Penyebab Pesawat Jatuh di Florida Masih Diselidiki

Hingga Senin (2/11/2026), penyebab pasti kecelakaan Learjet 60 di Florida belum diumumkan secara resmi oleh otoritas penyelidik.

Meskipun awak pesawat melaporkan turbulensi, pembentukan es, dan kondisi presipitasi sebelum kecelakaan, belum dapat dipastikan apakah faktor cuaca berkontribusi terhadap hilangnya kendali pesawat.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa pesawat mengalami penurunan ketinggian yang sangat cepat menjelang kecelakaan. Namun, data tersebut belum cukup untuk menentukan penyebab kecelakaan.

NTSB telah mengerahkan tim investigasi ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan menyelidiki rangkaian peristiwa yang menyebabkan pesawat jatuh.

FAA turut memberikan dukungan dalam penyelidikan tersebut.

Otoritas terkait belum mengumumkan identitas seluruh korban maupun kesimpulan resmi mengenai faktor penyebab kecelakaan.

Baca juga artikel terkait PESAWAT JATUH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra