Menuju konten utama

Kronologi Akun TikTok Hina AH Nasution dan Respons Keluarga

Sebuah akun TikTok yang diduga dimiliki seorang bocah mengunggah postingan menghina Jenderal AH Nasution. Pihak keluarga AH Nasution menyayangkan hal ini.

Kronologi Akun TikTok Hina AH Nasution dan Respons Keluarga
Tangkapan layar dugaan penghinaan foto AH Nasution dengan ditutup kaki oleh salah satu akun TikTok. (Sumber: TikTok)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nama besar Jenderal Abdul Haris (AH) Nasution dipermalukan sebuah akun di TikTok. Akun tersebut melecehkan sang jenderal melalui beberapa unggahan dengan berbagai narasi.

Berbagai unggahan lantas viral di media sosial. Warganet banyak yang menyampaikan kekesalannya atas ulah pelaku.

Di sisi lain, pihak keluarga besar AH Naution turut menyampaikan rasa kecewanya. Apalagi, sang jenderal sampai dinarasikan dengan sebutan yang cukup keji.

Kronologi Jenderal AH Nasution Dihina di TikTok

Penghinaan terhadap Jenderal AH Nasution dilakukan oleh sebuah akun bernama Bang Raja Daffa Ganteng. Pemilik akun diduga masih di bawah umur.

Akun Bang Raja Daffa Ganteng ini mengunggah berbagai postingan dengan menampilkan gambar yang berkaitan dengan AH Nasution. Misalnya foto wajah hingga nisan kuburannya.

Di antara unggahannya itu adalah tampilan sebuah gambar yang menunjukkan gambar dua bocah di tengah, yang diapit foto sang jenderal di kiri dan foto Kapten Piere Tendean di kanannya. Akun itu lantas membuat takarir dengan bahasa cukup tajam.

"Kanan iblis kiri setan," tulis akun itu yang menunjuk pada sosok AH Nasution dan Pierre Tendean

Tak hanya itu, akun Bang Raja Daffa Ganteng juga memuat gambar nisan kuburan AH Nasution yang ditutupi dengan kakinya. Ia juga menyampaikan ungkapan penghinaan di kolom komentar.

"Gua injak makam Bapak lu," katanya.

Hal ini membuat warganet geram. Banyak di antara mereka lantas menyampaikan keinginannya agar si pemilik akun diberikan hukuman sebagai efek jera.

"Harus dikasih jera bocil kek gini, jangan pake alasan dibawah umur, tetap harus di penjarakan. Soalnya ini perilaku yang sangat tercela, menginjak foto pahlawan sama saja dengan menghina dan tidak menghormati," tulis akun TikTok "Nunu nya Dreamis".

Saat ini akun Bang Raja Daffa Ganteng disebut sudah tidak bisa diakses. Pihak TikTok diduga telah melakukan pemblokiran.

Respons Keluarga Besar Jenderal AH Nasution

Keluarga Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution menyampaikan kekecewaan atas beredarnya sejumlah video di media sosial yang dinilai memuat penghinaan terhadap sosok pahlawan nasional tersebut dan Kapten Pierre Tendean.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Yayasan Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution, Eka Trisni Edyanti, melalui siaran pers resmi. Eka merupakan cucu pertama Jenderal AH Nasution.

Dalam keterangannya, keluarga menemukan sejumlah konten yang menggunakan foto wajah dan makam AH Nasution dengan visualisasi seolah-olah diinjak. Konten tersebut juga disertai narasi yang menyebut AH Nasution sebagai "setan" dan Kapten Pierre Tendean sebagai "iblis".

β€œHal ini menjadi semakin memprihatinkan, dimana berdasarkan penelusuran kami, konten tersebut diduga dibuat dan diunggah oleh seorang anak yang masih berusia sekitar 9 tahun. Apabila benar demikian, kami berharap orang tua yang bersangkutan tidak tinggal diam. Pendidikan budi pekerti, etika, kesopanan, dan pemahaman sejarah merupakan tanggung jawab mendasar orang tua dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Eka mengatakan, beredarnya konten tersebut melukai perasaan keluarga sekaligus dinilai tidak mencerminkan penghormatan terhadap sejarah dan jasa para pahlawan bangsa.

"Kami, bersama seluruh keluarga dan jajaran pengurus Yayasan, menyampaikan kekecewaan yang mendalam atas kejadian ini," demikian pernyataan Eka dalam siaran pers tersebut.

Keluarga menyatakan belum menerima klarifikasi maupun permohonan maaf dari pihak yang berkaitan dengan konten tersebut hingga pernyataan itu disampaikan.

Eka menegaskan, pernyataan keluarga bukan dimaksudkan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan mengingatkan masyarakat agar kebebasan berekspresi di media sosial tetap memperhatikan etika, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sejarah bangsa.

"Untuk itu kami akan melakukan tindakan yang sepatutnya dilakukan, untuk menjaga nama baik seorang Pahlawan Bangsa Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution yang telah mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara sebagai kusuma bangsa," tulisnya.

Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, kerabat, dan pemerhati sejarah yang telah memberikan perhatian serta dukungan dalam menyikapi beredarnya konten tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian mengenai pihak yang membuat dan menyebarkan video tersebut maupun perkembangan penanganan kasusnya.

Baca juga artikel terkait AH NASUTION atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Ilham Choirul Anwar