Menuju konten utama

Kemlu Imbau WNI Waspada Imbas Unjuk Rasa di Prancis dan Italia

WNI juga diimbau untuk menyesuaikan rencana perjalanan dengan memperhatikan potensi gangguan transportasi umum dan mengikuti arahan keamanan setempat.

Kemlu Imbau WNI Waspada Imbas Unjuk Rasa di Prancis dan Italia
Para siswa sekolah menengah dan mahasiswa di Prancis mengikuti unjuk rasa di Lyon sebagai bagian dari hari protes dan blokade berskala nasional; mereka menyuarakan kemarahan terkait ruang kelas yang terlalu padat, kekurangan guru, serta kondisi bangunan sekolah yang rusak—masalah yang menurut para siswa disebabkan oleh kurangnya investasi selama bertahun-tahun—di Lyon, Prancis, pada 6 Oktober 2026. REUTERS/Denis Balibouse
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Luar Negeri RI mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Prancis dan Italia untuk mewaspadai situasi keamanan di dua negara tersebut usai terjadi aksi demonstrasi yang terjadi beberapa hari terakhir.

"KBRI di Paris dan KBRI di Roma telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah akreditasi terkait agar senantiasa berhati-hati dan mencermati perkembangan situasi keamanan," kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (19/10/2026) sebagaimana dikuti Antara.

Melalui KBRI di Paris, Prancis, Roma, Milan, Kemlu juga meminta para WNI di wilayah akreditasi masing-masing untuk memantau informasi resmi dari otoritas setempat, serta menghindari lokasi demonstrasi dan kerumunan massa.

WNI juga diimbau untuk menyesuaikan rencana perjalanan dengan memperhatikan kemungkinan gangguan transportasi umum dan mengikuti arahan otoritas keamanan setempat.

KBRI di Paris dan Roma akan terus memantau perkembangan situasi keamanan pascademonstrasi dan menjaga komunikasi dengan seluruh WNI.

Dalam kondisi darurat, WNI di Prancis dan Italia dapat menghubungi hotline KBRI di Paris melalui nomor +33-6-2112-2109 dan hotline KBRI di Roma melalui nomor +39-338-954-2333.

Di Prancis, Sabtu (17/10/2026), hampir 2.400 orang ditahan dalam aksi kerusuhan, sedangkan sekitar 1.000 aparat penegak hukum terluka, menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Demonstrasi besar itu memprotes kenaikan biaya hidup dan harga kebutuhan di berbagai wilayah Prancis. Aksi tersebut diwarnai bentrokan antara demonstran dan polisi, kerusuhan, penjarahan, serta aksi vandalisme.

Sementara itu, di Milan, Italia, gelombang kerusuhan terbaru terjadi sehari setelah bentrokan pecah di pusat kota Milan dalam aksi protes menentang kenaikan biaya hidup.

Baca juga artikel terkait DEMONSTRASI atau tulisan lainnya dari Antara

tirto.id - Flash News
Penulis: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher