tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook terkait foto gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tertimbun longsor.
Salah satu akun Facebook yang mengunggah narasi serta foto gedung KDKMP yang tertimbun longsor, yakni "Mahyuni Izza" (arsip) pada 26 September 2026.
Hingga artikel ini ditulis pada Kamis (05/11/2026), unggahan tersebut disukai sebanyak 21 kali, serta dibagikan sebanyak satu kali. Dalam narasi unggahan "Mahyuni Izza", dinyatakan bahwa terdapat gedung KDKMP yang tertimbun material tanah dan pepohonan imbas bencana tanah longsor.
KDKMP itu disebut belum sempat beroperasi setelah dibangun selama dua tahun.
"Curah Hujan Tinggi dan Bencana Longsor Curah hujan yang tinggi dan kondisi tebing di belakang gedung yang labil memicu terjadinya pergerakan tanah. Material tebing berupa tanah, bebatuan, serta pepohonan besar mendadak gugur dan menimbun bagian atas serta samping bangunan ruko Koperasi Merah Putih tersebut," tulis akun Facebook Mahyuni Izza.
Akun Facebook itu menyampaikan, gedung tersebut mengalami kerusakan struktural pada bagian atap dan dinding akibat tertimpa tanah longsoran. Selain menyampaikan narasi, akun Mahyuni Izza turut menyertakan sebuah gambar yang diklaim sebagai gedung KDMP berwarna abu-abu yang tertimbun tanah, pepohonan, dan lainnya. Terdapat dua orang yang tampak tengah melihat longsor tersebut.
Terdapat narasi singkat dalam poster itu yang menyatakan, "Dua Tahun Berdiri, Belum Juga Beroperasi Bangunan Kopdes Merah Putih Ini Justru Ketimbun Longsor".
Unggahan dengan klaim serupa yang menampilkan foto gedung KDMP tertimbun longsor juga ditemukan pada akun Facebook "IwAn Phärsôns", "Suha Imi", dan "Alfian Rasyid Chaniago".
Lantas, benarkah klaim pada unggahan bahwa foto tersebut memang dokumentasi asli dari gedung KDMP yang tertimbun longsor?

Penelusuran Fakta
Kemudian, Tirto mengunjungi akun "Mahyuni Izza". Akun tersebut memiliki 3.162 teman dan kerap membagikan konten AI terkait kinerja pemerintah maupun kejadian yang menimpa masyarakat. Akan tetapi, akun Mahyuni Izza tampak tidak berkaitan dengan sejumlah instansi yang mengurus KDKMP, yakni Kementerian Koperasi maupun PT Agrinas Pangan Nusantara.
Tim Tirto kemudian mengamati gambar Kopdes Merah Putih yang tertimbun longsor itu. Tampak kejanggalan dalam foto tersebut, seperti beberapa bagian bangunan kopdes yang belum tertimbun tanah, catnya masih tampak bersih. Tidak tampak ada cipratan tanah atau lumpur pada bagian bangunan tersebut.
Berdasarkan kecurigaan pada hal janggal tersebut Tirto mencoba memeriksa kebenaran foto yang diunggah dengan tools deteksi AI, yaitu SynthID dan Hive Moderation. Hasilnya, ternyata pada gambar tersebut terdeteksi SynthID, artinya gambar dalam unggahan tersebut dibuat atau diedit dengan menggunakan Google AI atau kecerdasan buatan.


Dengan demikian, klaim unggahan yang beredar bahwa foto yang diunggah adalah dokumentasi dari gedung Koperasi Desa Merah Putih tertimbun longsor adalah tidak benar. Foto yang diunggah tersebut terbukti sebagai hasil manipulasi kecerdasan buatan atau AI.
Sebagai informasi, pembangunan gedung Kopdes Merah Putih dapat dibangun di lahan milik pemerintah atau BUMN. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, sebagaimana dilaporkan oleh Tirto, memastikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih tak perlu dibangun dengan menyewa lahan. Riza mengatakan bahwa bangunan Kopdes Merah Putih dapat dibangun di lahan milik pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Nanti setiap desa menyiapkan lahan. Lahannya tidak perlu beli, tidak perlu menyewa, menggunakan lahan milik negara, milik pemerintah atau BUMN,” ungkap Riza di Kantor Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Menurut Riza, keperluan pembangunan Kopdes Merah Putih serta modal usahanya akan didanai dari pinjaman bank himpunan bank milik negara (Himbara). Pemerintah pun disebutnya bakal menyediakan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Nanti, semua pembiayaan dari APBN, dari bank-bank pemerintah atau dari Himbara,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), sebagaimana dilaporkan Tirto, sempat mengatakan bahwa anggaran yang disiapkan untuk setiap unit Kopdes Merah Putih terdiri atas sejumlah komponen, mulai dari pembangunan gedung, kendaraan operasional, hingga perlengkapan pendukung.
Di satu sisi, biaya pembangunan gedung Kopdes Merah Putih dengan luas sekitar 600 meter persegi rata-rata diklaim mencapai Rp1,6 miliar. Nilai ini disebut lebih rendah dibandingkan estimasi Kementerian Pekerjaan Umum yang mencapai sekitar Rp4 juta per meter persegi atau sekitar Rp2,4 miliar untuk bangunan seluas itu.
"Jadi, itu yang dibangun itu kan 600 meter. Itu nilainya langsam karena ada yang mahal sekali, ada yang, menurut PU itu kan Rp4 juta per meter. Itu kalau Rp4 juta kali 600 [unit], Rp2,4 miliar. Tapi dengan TNI itu bisa ditekan, [jadi] Rp1,6 miliar. Ada yang di bawah Rp1,6 miliar, tapi ada juga yang di atas Rp1,6 miliar, rata-rata Rp1,6 miliar. Misalnya di Maluku, di Papua itu mahal sekali," ujarnya.
Zulhas mengatakan, selain biaya pembangunan gedung, setiap KDKMP juga membutuhkan kendaraan operasional dengan nilai sekitar Rp1,1 miliar. Dengan demikian, total anggaran yang telah teralokasi mencapai sekitar Rp2,7 miliar.
Adapun sisa anggaran sekitar Rp300 juta akan digunakan untuk berbagai kebutuhan pendukung, seperti fasilitas klinik, rak penyimpanan, dan perlengkapan lainnya. Pengadaan barang-barang tersebut masih akan melalui proses verifikasi dan validasi.
"Nah, Rp300 jutanya sisanya, itu ada untuk klinik, macam-macam. Raknya, itu nanti akan di-anu-kan tersendiri. Nanti akan diverifikasi dan divalidasi. Sekarang divalidasi oleh BPKP dan BPK. InsyaAllah ini kami lakukan dengan transparan dan terbuka," tutur Zulhas.
Kesimpulan
Lewat pencarian gambar terbalik dan Google Search, Tirto tidak menemukan sumber atau berita kredibel yang menyatakan bahwa foto tersebut memang dokumentasi dari gedung Kopdes Merah Putih yang tertimbun longsor. Tirto juga tidak menemukan foto tersebut pada berita kredibel mana pun.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id

































