Menuju konten utama

Israel Minta Ethiopian Airlines Putar Balik karena Pilot WNI

Ethiopian Airlines diminta putar balik dari Israel karena pilotnya WNI. Pesawat kembali ke Ethiopia untuk mengganti pilot sebelum melanjutkan penerbangan.

Israel Minta Ethiopian Airlines Putar Balik karena Pilot WNI
Pesawat Ethiopian Airlines. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pesawat milik Ethiopian Airlines terpaksa putar balik karena salah satu pilotnya adalah warga negara Indonesia (WNI). Pesawat itu semula hendak menuju Tel Aviv, Israel, namun otoritas setempat melarang pendaratan setelah mengetahui kewarganegaraan sang pilot.

Seturut laporan Times of Israel, penerbangan tersebut terjadi antara Minggu (11/10/2026) malam dan Senin (12/10) dini hari. Karena larangan tersebut, pesawat yang dioperasikan Ethiopian Airlines itu terpaksa putar balik.

Laporan tersebut juga mengaitkan penerbitan larangan dengan insiden yang melibatkan pesawat Flydubai pada dua pekan lalu. Dalam insiden dua pekan lalu itu, seorang kopilot berkebangsaan Oman terlibat perkelahian dengan pilot berkebangsaan India setelah hendak mengambil alih kendali pesawat.

Motif kopilot Flydubai dalam insiden dua pekan lalu masih belum diketahui, namun pemerintah negara Zionis itu kini disebut mengetatkan izin penerbangan ke wilayah mereka.

Pengetatan ini dijelaskan berupa larangan awak kabin dari negara tanpa hubungan diplomatik dengan Israel untuk mendarat di sana. Larangan ini juga disebut telah para maskapai yang memiliki rute penerbangan menuju Israel.

Indonesia merupakan salah satu negara yang tak pernah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Sejak Israel mengklaim pendiriannya pada 1948, Indonesia tak mengakuinya. Sikap itu diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap upaya kemerdekaan Palestina.

Kronologi Pilot WNI Dilarang Mendarat di Israel

Melansir Anadolu, Selasa (13/10/2026),kronologi peristiwa ini bermula dari penerbangan pesawat kargo Ethiopian Airlines pada Minggu. Semula, pesawat itu hendak terbang dari Addis Ababa di Ethiopia ke Tel Aviv di Israel.

Pada Minggu, pesawat itu pun lepas landas dari Addis Ababa. Namun, setelah satu jam mengudara, larangan pendaratan dikeluarkan pihak Israel.

Media lokal Israel menyebut bahwa larangan itu dikeluarkan oleh pihak intelijen Israel yang menengarai bahwa salah satu pilot pesawat itu adalah WNI. Pihak intelijen lalu mengirim pesan ke otoritas keamanan dan Kementerian Transportasi untuk melarang pesawat tersebut mendarat.

Akibatnya, pesawat itu pun terpaksa kembali ke Addis Ababa. Pesawat dilaporkan harus kembali mendarat di Ethiopia untuk melakukan pergantian pilot sebelum kembali berangkat. Kini pesawat itu telah disebut telah mendarat di Tel Aviv.

Larangan pendaratan ini dikeluarkan ketika pesawat telah mengudara selama satu jam. Saat itu, pesawat disebut masih berada di wilayah udara Ethiopia. Meski begitu, media Ynet menyebut bahwa hal ini memaksa pesawat harus kembali sembari membuang bahan bakarnya ke laut.

Laporan Times of Israel menyebut bahwa peristiwa ini terjadi karena pihak Ethiopian Airlines baru mengirim daftar awak pesawat setelah lepas landas. Hal ini membuat otoritas negara Zionis itu baru mengetahui status WNI salah satu pilot ketika pesawat sudah mengudara.

Baca juga artikel terkait PESAWAT atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra