tirto.id - Bursa saham domestik mengawali sesi perdagangan Jumat (30/10/2026) dengan catatan negatif, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 37,997 poin atau 0,75 persen ke level 5.060,060.
Berdasarkan data RTI Business, menunjukkan bahwa indeks sempat dibuka pada level 5.066,935, sebelum menyentuh level tertinggi harian di posisi 5.116,008 dan level terendah di 5.048,912.
Tekanan jual nampak mendominasi lantai bursa apabila melihat sebaran pergerakan saham emiten. Sebanyak 467 saham tercatat mengalami penurunan, sementara hanya 146 saham yang bertahan di zona hijau, dan 118 saham lainnya stagnan.
Sementara itu, aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebesar 8,229 miliar saham dengan nilai transaksi (turnover) mencapai Rp1,610 triliun serta frekuensi sebanyak 184.653 kali. Adapun kapitalisasi pasar (market cap) berada di posisi Rp8.901,786 triliun.
Tekanan terhadap IHSG juga tercermin dari aksi jual investor asing. Pada perdagangan Kamis (29/10/2026), investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,52 triliun di pasar reguler dan Rp1,08 triliun di seluruh pasar. Sementara itu, transaksi di pasar tunai dan negosiasi membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp441,74 miliar.
Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD), jual bersih investor asing telah mencapai Rp126,19 triliun.
Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam analisis teknikalnya menilai, IHSG masih berada dalam tren pelemahan. Indikator Relative Strength Index (RSI) periode 14 kembali turun ke level 28, yang menunjukkan kondisi jenuh jual (oversold).
Dengan kondisi tersebut, indeks diperkirakan masih rentan menguji level support terdekat di 4.980 dan 4.907. Apabila tekanan jual berlanjut hingga menembus kedua level tersebut, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support berikutnya di 4.456 berdasarkan proyeksi Fibonacci Retracement 161,80 persen.
"IHSG diperkirakan masih rentan menguji level support terdekat di 4.980 dan 4.907. Apabila menembus level tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level support berikutnya di 4.456 (Fibonacci Retracement 161,80 persen)," tulis Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam analisisnya, Jumat (30/10/2026).
Di sisi lain, apabila terjadi pembalikan arah atau rebound, IHSG berpeluang bergerak menuju level resistance di 5.182, 5.249, dan 5.320.
"Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Strategi buy on weakness atau membeli saham saat harga melemah dapat dilakukan secara selektif. Namun, investor juga disarankan untuk cenderung menunggu hingga muncul sinyal konfirmasi yang lebih jelas," lanjut Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id




































