tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada sesi perdagangan Rabu (4/11/2026). Berdasarkan data RTI Business, pada pukul 09.24 WIB, IHSG tercatat berada di level 4.851,460, mengalami penurunan sebesar 52,8 poin atau 1,08 persen.
Dalam rentang waktu perdagangan awal itu, indeks sempat menyentuh level tertingginya di 4.885,003 serta level terendahnya di 4.824,364.
Aktivitas pasar menunjukkan pesimisme dengan saham menguat tercatat sebanyak 99 emiten, 508 saham mengalami penurunan dan 75 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Total volume perdagangan saham mencapai 6,7 miliar lembar dengan nilai transaksi (Turnover) sebesar Rp2 triliun dari total 270.938 kali frekuensi perdagangan. Kemudian, kapitalisasi pasar (Market Cap) per hari ini tercatat berada di angka Rp8.564 triliun.
Sementara itu, jika menilik perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,78 persen di level 4.904,29 pada perdagangan Selasa (11/03/26).
Tekanan pasar juga tercermin dari aksi jual investor asing, yang mencatatkan net sell (jual bersih) sebesar Rp759,98 miliar di pasar reguler dan Rp575 miliar di seluruh pasar, sehingga total akumulasi foreign net sell sejak awal tahun (YTD) mencapai Rp127,50 triliun.
Secara teknikal, IHSG menembus level support (break down) dan tren penurunan (downtrend) berlanjut. Jika IHSG tidak kembali ke atas level 4.907, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahannya menuju support terdekat di 4,800 / 4,600 dan 4,456 (FR 161,80 persen).
“Dengan skenario kembali ke atas level 4.907, IHSG berpeluang berbalik arah menuju resistance terdekat di 4,981/5,098/5,182,” kata Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id




































