tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan Selasa (3/11/2026) di level 5.126,526. Kemudian, berdasarkan data RTI Business, pada pukul 09.06 WIB, IHSG tercatat berada di level 5.108,810, mengalami penguatan sebesar +11,980 poin atau 0,24 persen.
Dalam rentang waktu perdagangan awal itu, indeks sempat menyentuh level tertingginya di 5.143,582, serta level terendahnya di 5.096,133.
Aktivitas pasar menunjukkan antusiasme yang cukup seimbang dengan saham menguat tercatat sebanyak 302 emiten, 174 saham mengalami penurunan, dan 170 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Total volume perdagangan saham mencapai 1,666 miliar lembar dengan nilai transaksi (Turnover) sebesar Rp609,161 miliar dari total 95.617 kali frekuensi perdagangan. Kemudian, kapitalisasi pasar (Market Cap) per hari ini tercatat berada di angka Rp8.971,318 triliun.
Sementara itu, jika menilik perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,79 persen ke level 5.096,83 pada Senin (2/11/2026). Di tengah penguatan tersebut, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp375,54 miliar di pasar reguler dan Rp112,48 miliar di seluruh pasar, sementara transaksi tunai dan negosiasi membukukan net buy Rp263,07 miliar.
Secara tahun berjalan (year-to-date), akumulasi net sell asing telah mencapai Rp126,74 triliun. Saham yang menjadi tujuan utama pembelian asing antara lain TPIA, BUMI, PTRO, BRMS, BBRI, EMAS, CUAN, DEWA, DSSA, dan ASII. Sementara itu, saham BMRI, BBCA, AADI, PTBA, TINS, TLKM, ADRO, BBNI, ANTM, dan UNTR mencatatkan net sell terbesar.
Di sisi lain, rupiah bergerak menguat di kisaran Rp18.111 per dolar AS.
"Secara teknikal, IHSG berhasil rebound dan ditutup positif. Indikator RSI (14) Kembali meningkat ke level 29. Dengan skenario bisa menguji 5.116, IHSG potensi bergerak di kisaran resistance 5.182/5.249/5.268 (EMA10)," tulis Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam analisis hariannya.
Apabila skenario kembali volatile melemah, IHSG diperkirakan rentan kembali menguji support terdekat di 4.980 atau 4.907. Sedangkan, jika terjadi breakdown IHSG bisa lanjut menuju support terdekat 4.800.
"Investor disarankan tetap berhati-hati, menerapkan strategi buy on weakness secara selektif atau cenderung menunggu konfirmasi sinyal yang jelas," kata Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id







































