tirto.id - Partai Demokrat sementara unggul sebagai pemenang dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026). Berdasarkan hitung cepat terkini, Demokrat meraih suara mayoritas di Senat dan DPR hingga menjadikan partai itu mendapatkan salah satu kemenangan bersejarah.
Menukil hasil hitung cepat di laman CNN, hasil pemilu AS pada Rabu (3/11) sementara menunjukkan Demokrat muncul sebagai pemenang baik pada pemilu sela Senat maupun DPR. Dengan hasil tersebut, Demokrat diproyeksikan bakal memiliki daya tawar yang kuat terhadap Donald Trump selama sisa masa kepresidenannya.
Pada pemilu Senat, hingga Rabu (4/11) pukul 19.55 WIB, partai yang lekat dengan warna biru itu diproyeksikan telah mengamankan setidaknya 54 kursi dari total 100 kursi yang diperebutkan. Partai Republik sementara mendapatkan 44 kursi.
Adapun pada pemilu DPR, Demokrat juga mencatatkan kemenangan mayoritas serupa. Laporan hasil hitung cepat pada waktu yang sama, Demokrat diproyeksikan telah mengamankan 231 kursi dan Republik 139 kursi, dari total 435 kursi yang diperebutkan.
Hasil resmi dari pemilu sela di AS diproyeksikan akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Namun, hitung cepat telah menunjukkan bahwa Demokrat telah mencatatkan kemenangan di berbagai wilayah yang sebelumnya dikuasai Republik.
Pada pemilu DPR, sejauh ini terdapat 34 kursi yang berbalik dimenangkan Demokrat setelah sebelumnya dikuasai Republik. Dalam pemilu Senat, terdapat tujuh wilayah dengan hasil pemilu serupa.
Seturut The Guardian, sejumlah wilayah dengan hasil tersebut merupakan daerah yang selama bertahun-tahun tidak pernah dimenangkan Demokrat. Daerah tersebut termasuk Maine, South Carolina, North Carolina, Ohio, Texas, Iowa, dan Kansas.
Sementara itu, Republik mencatatkan kemenangan di wilayah-wilayah yang telah lama jadi basis pendukung mereka, terutama di wilayah selatan (Midwest). Namun, hasil pemilu Senat di sejumlah wilayah macam Florida dan Lousiana menunjukkan selisih yang tipis. Dua wilayah itu sebelumnya dikenal sebagai salah satu tempat basis suara Republik berada.
Dengan hasil ini, Republik dilaporkan hanya memiliki waktu kurang dari dua bulan untuk memegang kendali penuh atas pemerintahan. Sebelumnya, periode kedua kepresidenan Donald Trump telah didukung oleh dominasi Republik di Senat maupun DPR.
Apa Arti Kemenangan Demokrat dalam Pemilu Sela?
Kemenangan Demokrat dalam pemilu paruh waktu diproyeksikan akan membuat nuansa pemerintahan AS berubah. Hal tersebut juga berpotensi berdampak pada kebijakan-kebijakan kontroversial yang selama ini telah dikeluarkan pemerintahan Trump.
Trump yang mulai menjabat untuk kali kedua pada Januari 2025, telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang kontroversial dan kian hari makin tidak populer. Beberapa di antaranya termasuk keputusan untuk memecah perang dengan Iran, menculik Presiden Venezuela, serta penerapan kebijakan imigrasi yang agresif dan memakan korban jiwa.
Laporan The Guardian menyebut bahwa keputusan-keputusan Trump itu telah ikut andil dalam kekalahan Republik dalam pemilu paruh waktu. Kepopuleran Trump di antara pemilih AS makin menurun seiring perang telah menciptakan kenaikan harga, sedangkan kebijakan imigrasi yang agresif memicu korban jiwa.
Dalam mengarungi pemilu paruh waktu, Demokrat turut menjadikan isu-isu tersebut sebagai salah satu inti kampanye mereka. Al Jazeera menyebut partai ini sempat menjanjikan diakhirinya perang melawan Iran, penurunan biaya hidup, dan menuntut pertanggungjawaban Trump atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan.
Dilihat dari kewenangan yang dimiliki Kongres di AS, janji tersebut memang berpotensi terjadi. Hukum AS telah mengamanatkan harmonisasi antara Kongres dan pemerintah dalam melakukan perang. Kongres juga berkewenangan untuk membuat undang–undang seperti kenaikan upah minimum. Dua kamar parlemen itu juga dibekali wewenang untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah.
Akan tetapi, kemungkinan-kemungkinan tersebut masih merupakan hal yang kompleks. Terkait perang melawan Iran, misalnya, kemenangan Demokrat kini tak serta merta membuat peluang pengakhiran perang meningkat drastis.
Trita Parsi dari lembaga think tank Quincy Institute for Responsible Statecraft menyebut hasil pemilu ini diperkirakan akan membuat dua bulan ke depan jadi waktu yang krusial tentang kelanjutan perang.
Hal itu, katanya, disebabkan Demokrat baru akan resmi mengisi Kongres pada Januari 2027. Dengan begitu, Trump masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan eskalasi pertempuran sebelum Demokrat sempat menghalanginya melalui Kongres.
“Ia [Trump] menunjukkan pola di mana, saat menghadapi penghinaan dan kekalahan, ia justru menjadi semakin nekat,” katanya, dikutip dari Al Jazeera.
Sementara itu, pada bidang legislasi, kemenangan pada pemilu paruh waktu tidak serta merta membuat proses pembuatan undang-undang menjadi lancar. Sebagai presiden, Trump memiliki hak veto yang memungkinkan proses legislatif mandek.
Agar bisa mencegah penggunaan hak veto tersebut, Demokrat masih harus mengamankan dukungan dua per tiga anggota Kongres. Hal ini berarti bahwa Demokrat tetap membutuhkan suara anggota Kongres dari Partai Republik untuk membuat undang-undang.
Kendati begitu, kemenangan Demokrat dalam pemilu paruh waktu diproyeksikan akan menghambat keleluasaan Trump dalam menggunakan kewenangannya sebagai Presiden AS. Hal ini membuat Trump kini punya jalan yang lebih terjal untuk membuat kebijakan yang kontroversial di sisa masa jabatannya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id































