tirto.id - Perekonomian Indonesia pada kuartal III-2026 mencatatkan kinerja positif dengan tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan kuartal III-2025.
Berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB), perekonomian atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp6.741 triliun, sementara atas dasar harga konstan berada di angka Rp3.633,2 triliun.
“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2026 bila dibandingkan dengan kuartal III tahun 2025 atau secara year-on-year tumbuh sebesar 5,47 persen,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, dalam rilis BPS, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/8/2026).
Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,59 persen. “Pertumbuhan ini sejalan dengan pola musiman di mana pertumbuhan kuartal III cenderung lebih rendah dibandingkan kuartal II,” ujarnya.
Secara kumulatif hingga kuartal III-2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,45 persen (cost-to-company/ctc).
Edy pun mengungkapkan, kinerja perekonomian domestik pada kuartal III-2026 ditopang kuat oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga. Hal ini tercermin dari pertumbuhan nilai transaksi barang dan jasa secara online melalui PMSE yang melesat 22,02 persen yoy.
Selain itu, volume penjualan sepeda motor dan mobil penumpang masing-masing tumbuh sebesar 8,92 persen dan 25,95 persen yoy, sementara nilai transaksi uang elektronik meningkat 29,23 persen yoy.
Mobilitas masyarakat turut mendongkrak perekonomian, yang ditandai dengan peningkatan aktivitas pariwisata. Kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara masing-masing tumbuh 7,05 persen dan 3,89 persen yoy.
Kenaikan jumlah penumpang juga terjadi pada berbagai moda transportasi, seperti angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (10,32 persen), angkutan rel (5,88 persen), serta angkutan laut (6,67 persen).
Dari sisi lapangan usaha, seluruh sektor tercatat tumbuh positif pada kuartal III-2026. Sektor utama penyumbang terbesar PDB nasional mencakup 65,31 persen meliputi industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





































