tirto.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan, Bali meninjau langsung lokasi penemuan enam titik sumber mata air yang marak dikonsumsi warga tanpa diolah. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan serta kelayakan mutu air yang mendadak dijadikan sumber air minum langsung oleh masyarakat setempat.
"Keenam mata air diambil sampelnya selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium kesehatan untuk mengetahui kualitas air," kata Kepala DLH Kabupaten Tabanan, I Made Surya Darma, dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Ia menyebut setidaknya ada 40 titik mata air yang ditemukan, namun hanya enam titik yang bisa dikonsumsi warga tanpa diolah. "Iya langsung di minum warga," terangnya.
Pemeriksaan sampel air melibatkan petugas laboratorium kesehatan bersama Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melalui Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat.
Pengujian sampel dilakukan untuk memastikan kembali layak atau tidak sumber air demi mengetahui kondisi kualitasnya. Enam titik sumber mata air yang di periksa kualitas airnya tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Tabanan. Di antaranya sumber mata air di Beji Peninjaoan, Desa Abiantuwung dan Beji Kahyangan Demung di Kecamatan Kediri; Beji Mumbul Dukuh, Beji Sudamala Pura Dalem Purwa Kubontingguh, Beji Selaka Desa Buruan di Kecamatan Tabanan; serta Beji Melanting Watudungkuh di Kecamatan Marga.
Made Surya Darma menjelaskan, penilaian kesehatan sumber mata air bertujuan mengumpulkan data lapangan untuk menyusun rencana perlindungan dan pengelolaan secara berkelanjutan.
Pemetaan ini tidak hanya menyasar Bali, tetapi juga Jawa dan Sumatra Barat dengan total 90 titik lokasi. Wilayah Bali dan Jawa masing-masing mencakup 40 titik mata air, sementara sisanya tersebar di Sumatra Barat.
Melalui pemetaan tersebut, pemerintah berharap memperoleh gambaran utuh mengenai kualitas air yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan konsumsi harian.
Terkait sampel mata air di Kabupaten Tabanan, Made mengaku masih menunggu hasil pengujian laboratorium. "Kami masih menunggu hasilnya, mudah-mudahan layak konsumsi," ujarnya.
Penulis: Ahmad Firizqi Irwan
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































