tirto.id - Hubungan Cristiano Ronaldo dan pelatih Timnas Portugal Jorge Jesus yang semula solid, kini berbalik menjadi sulit. Siapa sangka hanya dalam periode 4 bulan, kebersamaan manis yang menghasilkan trofi juara bersama klub Al Nassr di Liga Arab Saudi (SPL), kini justru dilingkupi friksi dalam internal tim Selecao das Quinas.
Pada 21 Mei 2026 lalu, kedua sosok tersebut masih merayakan gelar juara Liga Pro Arab Saudi 2025/2026. Keharmonisan itu kemudian sirna ketika Cristiano Ronaldo memilih angkat kaki dari pemusatan latihan Timnas Portugal di Kopenhagen pada 30 September 2026, usai berselisih paham dengan Jesus.
Era Saling Respek: Dari Rivalitas Champions League Hingga Juara di Arab Saudi
Sebelum bekerja sama di Liga Arab Saudi, Cristiano Ronaldo (CR7) dan Jorge Jesus beberapa kali sempat terlibat persaingan di atas lapangan. Pertemuan paling ikonik terjadi saat fase grup Liga Champions (UCL) musim 2016/2017. Ketika itu Jorge Jesus menukangi klub Portugal, Sporting CP, berhadapan dengan CR7 yang tengah di puncak karier bersama Real Madrid.
Duel perdana di Santiago Bernabeu, 14 September 2016, Sporting CP nyaris mengejutkan publik Madrid dengan unggul lebih dulu 0-1. Akan tetapi Ronaldo menggagalkan kemenangan eks klubnya itu lewat gol tendangan bebas menit ke-89. Kemudian dilanjutkan gol Alvaro Morata mengunci kemenangan Real Madrid 2-1 pada injury time.
Saat leg kedua di Stadion Jose Alvalade pada 22 November 2016, Los Blancos kembali menang 2-1. Ronaldo menyumbang assist untuk gol awal yang dicetak Raphael Varane.
Rivalitas Ronaldo dan Jesus berlanjut ketika sama-sama berkarier di Liga Arab Saudi. Jorge Jesus membesut Al Hilal, sementara Ronaldo menjadi ikon baru Al Nassr. Ketika babak semifinal Piala Super Saudi pada 8 April 2024, Al Hilal menang 2-1. Ronaldo diganjar kartu merah menit ke-86.
Selepas laga itu, Jesus berkomentar, "Ronaldo adalah salah satu pemain terpenting di dunia dan contoh bagi banyak orang, tetapi dia tidak terbiasa kalah dalam kariernya, jadi wajar jika dia kehilangan kesabaran ketika kalah, serta kehilangan fokus emosional dan mentalnya dalam laga-laga saat dia kalah."

Dinamika hubungan keduanya berubah pada 14 Juli 2025, ketika Al Nassr resmi menunjuk Jorge Jesus sebagai juru taktik baru. Jesus sempat mengonfirmasi, kedatangannya ke Al Nassr karena ajakan langsung dari Ronaldo.
"Tanpa undangannya, saya pasti tidak akan berada di sana," ungkap Jesus kala itu.
Pelatih berusia 72 tahun tersebut bahkan menegaskan, target utamanya melatih Al Nassr adalah membantu Cristiano Ronaldo mengamankan trofi juara liga.
Janji Jesus akhirnya terbukti. Pada laga pemungkas Liga Pro Arab Saudi (SPL) 21 Mei 2026, Al Nassr membantai Damac 4-1, melalui 2 gol yang diborong Ronaldo. Al Nassr mengakhiri musim di puncak klasemen dengan 86 poin, unggul 2 angka dari sang rival Al Hilal. Ini menjadi gelar liga domestik pertama bagi Ronaldo sejak hijrah ke Arab Saudi.
Namun sepekan usai pesta juara, Al Nassr mengumumkan perpisahan resmi dengan Jorge Jesus.
Rasa hormat Ronaldo kepada Jorge Jesus tetap terjaga. Ketika Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) menunjuk Jorge Jesus sebagai pelatih baru Timnas Portugal menggantikan Roberto Martinez pada Juli 2026, Ronaldo menyebut pelatih gaek itu sebagai "pilihan sempurna".
Kronologi Pecah Kongsi: Gesekan Profesionalisme, Ego, dan Otoritas
Keretakan hubungan Ronaldo dan Jesus terjadi ketika keduanya kembali bekerja sama di level tim nasional, khususnya saat terjun di ajang UEFA Nations League (UNL) 2026/2027.
Dalam surat terbuka pada 6 Oktober 2026, Ronaldo mengakui sebenarnya sudah berencana gantung sepatu dari Timnas Portugal usai Piala Dunia. Namun Presiden FPF, Pedro Proenca, membujuknya untuk bertahan dan meminta masukannya mengenai sosok Jorge Jesus.
Perselisihan taktik dalam Timnas Portugal mulai mencuat pada Agustus 2026. Menurut pernyataan Ronaldo, Jesus menyodorkan peta jalan baru untuknya. Ronaldo hanya diproyeksi tampil pada laga pertama dan terakhir, dengan skema rotasi 3 sampai 4 pemain per laga atas dasar manajemen fisik.
Jesus sempat meminta agar Ronaldo tidak usah ikut dalam rombongan skuad saat bertandang ke Norwegia dan Denmark. Namun, Ronaldo menolak tawaran tersebut dengan dalih statusnya sebagai kapten tidak boleh diistimewakan.
"Tidak bermain di luar negeri bukan berarti saya akan berhenti menjadi kapten tim kami. Hak istimewa untuk tetap tinggal di Portugal tidak akan memberi contoh yang baik," tulis Ronaldo.
Puncak konflik kemudian meledak pada matchday 2 UEFA Nations League, 27 September 2026, saat Portugal menang 2-1 atas Norwegia di Ullevaal Stadion, Oslo. Ronaldo duduk di bangku cadangan tanpa dimainkan semenit pun.
Versi Ronaldo, saat makan siang sebelum laga, Jesus menanyakan kesiapannya untuk masuk sebagai pemain pengganti selama 30 menit. Ronaldo mengiyakan dan sudah pemanasan sejak awal babak kedua. Tapi namanya tak kunjung dipanggil sampai peluit panjang berbunyi.
Di sisi lain menurut versi sang pelatih, pada konferensi pers 30 September 2026 di Kopenhagen, Jesus membantah klaim tersebut. Ia menegaskan sejak awal rencananya mengistirahatkan Ronaldo untuk laga kontra Norwegia dan Denmark, serupa dengan penanganan terhadap Bruno Fernandes.
Merasa tak dihargai, Ronaldo langsung memutuskan pergi meninggalkan kamp pemusatan latihan Timnas Portugal di Kopenhagen pada hari itu juga.

Eskalasi konflik kian memanas usai Portugal kembali menang 2-1 atas Norwegia di Stadion Dragao, pada 4 Oktober 2026. Ditanya wartawan soal kans minta maaf ke sang kapten, Jesus menjawab, "Saya tidak minta maaf ke siapa pun. Minta maaf soal apa? Kepada siapa?" Kendati demikian, ia tetap membuka pintu jika Ronaldo ingin kembali.
Adapun dalam surat terbarunya, CR7 bersikap legowo dengan mengakui kesalahannya sendiri. Ia minta maaf kepada rekan setim dan seluruh pendukung Timnas Portugal atas aksinya pergi dari pemusatan latihan, juga alpa menyapa suporter di Oslo.
"Itu sepenuhnya tanggungjawab saya," tulis Ronaldo. Ia bahkan meminta FPF untuk tidak memberi keringanan sanksi disiplin, dan menegaskan siap kembali tanding untuk Portugal setelah selesai menjalani skorsing.
Ditanya soal pernyataan terbaru Ronaldo tersebut, Jesus menjawab, "Saya sedang di Leiria nonton pertandingan Timnas U-21. Saya akan membaca pernyataan itu, saya belum bisa berkomentar apa pun."
Ronaldo kini dalam bayang-bayang sanksi skorsing satu sampai enam bulan dari FPF. Kepastian nasib relasi 2 sosok penting sepak bola Portugal tersebut diprediksi baru akan terlihat pada jeda internasional November 2026 mendatang.
Editor: Rofi Ali Majid & Oryza Aditama
Masuk tirto.id


































