tirto.id - Cristiano Ronaldo meninggalkan kamp Timnas Portugal di tengah polemik dengan sang pelatih, Jorge Jesus. Tapi hebatnya, selepas kepergian sang bintang, Timnas Portugal justru sukses menyapu bersih 4 laga awal UEFA Nations League (UNL) 2026/2027 dengan kemenangan.
Situasi kian pelik usai muncul hasil survei terbaru di Portugal, yang menunjukkan publik mereka lebih condong kepada pelatih Jorge Jesus. Lantas, apakah era Ronaldo bersama Selecao das Quinas sudah berakhir?
Kronologi CR7 Pergi Meninggalkan Kamp Timnas Portugal
Polemik dalam tubuh Timnas Portugal muncul usai sang pelatih baru, Jorge Jesus, mengambil keputusan berbeda terkait posisi sang kapten, Cristiano Ronaldo. Sebelum ini Jesus ditunjuk menggantikan Roberto Martinez, yang mundur dari kursi pelatih usai Portugal tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Dalam debutnya sebagai juru taktik Selecao das Quinas pada 24 September 2026, Jesus sukses membawa Timnas Portugal menang 1-0 atas Wales, pada matchday pertama UEFA Nations League 2026/2027. Cristiano Ronaldo saat itu masih dipercaya turun sebagai starter.
Namun 3 hari berselang situasi mendadak berubah. Matchday 2, bintang berjuluk CR7 itu cuma bisa gigit jari di bangku cadangan, ketika Portugal menang 2-1 di markas Norwegia.
Ronaldo sama sekali tak diberi menit bermain. Ia lalu berbicara dengan Jesus. Sang pelatih disebut sempat memberi indikasi bahwa Ronaldo bakal main sekitar 30 menit di laga berikutnya.
Tapi sehari sebelum matchday 3 kontra Denmark, Jesus malah memastikan Goncalo Ramos sebagai pilihan utama. Dalam konferensi pers 30 September 2026, ia menegaskan bahwa Ronaldo tidak akan menjadi starter.
Tak menunggu lama usai drama konferensi pers tersebut, Cristiano Ronaldo langsung pergi meninggalkan kamp Timnas Portugal di Kopenhagen. Ia menyampaikan keputusan itu lewat akun Instagram pribadi, selepas berbicara dengan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), Pedro Proenca.
Proenca dan Jesus disebut-sebut sempat khawatir sampai berupaya membujuk Ronaldo agar berubah pikiran dan mau bertahan di dalam tim. Menurut laporan Marca, keduanya bahkan sampai menyusul ke bandara. Sayang sekali upaya itu berujung sia-sia, CR7 tetap memilih terbang menggunakan pesawat pribadi menuju Madrid.
Ketegasan Taktis Jorge Jesus Membawa Dampak Positif
Drama kepergian Ronaldo nyatanya tak menggoyah keperkasaan Timnas Portugal. Tanpa sang megabintang, mereka justru mengamuk 2-4 saat tandang ke markas Denmark, pada 1 Oktober 2026. Deretan gol Selecao das Quinas dibukukan oleh Joao Cancelo, Goncalo Ramos, Vitinha, serta Joao Felix.
Tiga hari berselang, Portugal kembali unjuk taring dengan membekuk Norwegia 2-1. Hasil sapu bersih 4 laga awal membawa Portugal naik ke puncak klasemen Grup A4 UNL 2026/2027 dengan poin sempurna.
Hasil manis itu seolah mempertegas "doktrin" tangan besi yang dibawa Jesus sejak awal. Tidak ada pemain bintang, tidak ada pemain yang lebih besar daripada Timnas Portugal. Pelatih gaek berusia 72 tahun itu menegaskan susunan pemain sebagai hak prerogatifnya.
"Saya yang pelatih di sini. Saya sudah bilang ke dia, dia tidak akan main. Saya akan taruh dia di bangku cadangan. Kalau saya butuh dia 30 menit, dia main. Kalau tidak, ya tidak. Tidak ada pemain yang bisa mengubah keputusan saya. Termasuk dia, siapa pun di dunia sepak bola, bahkan presiden. Tidak akan pernah," ujar Jesus menyangkut polemik dengan Cristiano Ronaldo, dikutip dari Gazeta do Parana.
Berbekal rentetan hasil positif tersebut, Jesus berdiri di atas fakta hasil pertandingan sebagai dasar untuk mempertahankan kebijakannya. Namun demikian pintu Timnas Portugal diklaim tetap terbuka lebar jika sang megabintang ingin kembali.
"Kalau dia mau, dia akan kembali ke timnas. Kita bisa bicara sebelum pemanggilan berikutnya, tapi Cris-lah yang akan memutuskan," kata Jesus, merujuk Reuters.
Hasil Survei Jadi Sinyal Berakhirnya Era CR7 di Selecao das Quinas?
Survei Pitagorica pada 1-2 Oktober 2026 menunjukkan 42 persen responden menganggap Jesus berada di pihak yang benar. Hanya 14 persen yang mendukung Cristiano Ronaldo, sementara 20 persen menilai kedua pihak punya alasan yang bisa dibenarkan. Sisanya tidak memilih atau belum memiliki cukup informasi.
Dukungan kepada Jesus juga datang dari basis 3 klub besar. Di kalangan suporter Benfica, 46 persen memilih Jesus dan 7 persen memilih Ronaldo. Di Porto, perbandingannya 49 persen banding 16 persen. Bahkan di Sporting CP, klub tempat Ronaldo menimba ilmu sepak bola, Jesus unggul 34 persen berbanding 24 persen.
Pertanyaan tentang pemanggilan ke timnas menunjukkan publik terbelah. Sebanyak 37 persen menilai Ronaldo tak perlu dipanggil, 35 persen ingin ia tetap dipanggil, dan 25 persen menjawab tergantung performa serta pilihan pelatih.
Namun terkait soal peran, jawabannya lebih tegas. Hanya 10 persen responden yang menghendaki Ronaldo tampil reguler sebagai starter. Mayoritas 51 persen, menilai itu bergantung kepada laga, performa, dan pilihan pelatih. Sebanyak 7 persen memilih ia jadi cadangan saja, lalu 31 persen menilai ia tak perlu dipanggil.Soal akhir karier internasional, 46 persen responden menilai sudah waktunya Ronaldo pensiun, 41 persen masih ingin melihatnya membela Portugal, dan 11 persen tidak berpendapat.
Meski begitu, dukungan kepada Jesus tidak berarti publik melupakan jasa Ronaldo. Sebanyak 94 persen responden menilai dampak CR7 bagi Timnas Portugal positif, dan 71 persen di antaranya menilai sangat positif.
Kini Cristiano Ronaldo sudah menginjak usia 41 tahun, namun belum ada pengumuman resmi bahwa ia bakal pensiun dari timnas. Peluang untuk kembali masih terbuka, mengingat Portugal masih punya agenda Nations League pada November 2026.Saat itu giliran Portugal yang bakal menjamu Denmark pada 14 November 2026, dilanjutkan bertandang ke Wales pada 17 November 2026. Dua laga terdekat itu bisa menjadi kesempatan Ronaldo untuk kembali membela Portugal jelang akhir tahun.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id
































