tirto.id - PT Danantara Investment Management (DIM), holding investasi milik Danantara Indonesia, menyuntikkan dana sebesar US$250 juta atau setara sekitar Rp4,48 triliun ke HighPeak Energy, Inc. (NASDAQ: HPK). Investasi strategis pada perusahaan eksplorasi dan eksploitasi minyak serta gas bumi asal Texas ini dilakukan bertahap lewat penerbitan saham preferen konvertibel (convertible preferred stocks).
Langkah ini memberi DIM akses ke portofolio aset minyak di Permian Basin, kawasan penghasil minyak mentah terbesar di Amerika Serikat. Merujuk data US Energy Information Administration, Permian Basin menyumbang 48 persen dari total produksi minyak AS sepanjang 2025.
Pertumbuhan produksi kawasan ini ditopang oleh teknik pengeboran horizontal dan hydraulic fracturing (fracking) sejak 2007. Penerapan teknologi ini pada lapangan migas tua berpotensi menjadi acuan bagi Indonesia untuk mendongkrak produksi migas dalam negeri.
Pandu Sjahrir, Chief Executive Officer Danantara Investment Management, menjelaskan investasi ini sejalan dengan mandat Danantara untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional.
“Posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia menjadikannya peluang investasi yang potensial seiring dengan upaya kami membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global,” ucap Pandu dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (7/10/2026).
Dia berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi pertukaran keterampilan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan AS.
Melalui kemitraan ini, HighPeak akan membuka program pelatihan dan penugasan kerja (secondment) bagi tenaga kerja Indonesia guna memfasilitasi transfer keahlian teknis.
Dari sisi struktur investasi, DIM mendapatkan perlindungan nilai investasi, hak konversi ke saham biasa, opsi partisipasi pada penawaran saham berikutnya melalui penempatan terbatas, serta satu kursi di jajaran direksi HighPeak.
Sementara itu, HighPeak bakal memanfaatkan dana segar ini untuk memperkuat permodalan dan mendanai pengembangan aset secara berkelanjutan.
Michael Hollis, Presiden dan Chief Executive Officer HighPeak, menyampaikan pihaknya mengoperasikan portofolio aset berskala besar yang didominasi minyak di Permian Basin. Dia percaya kerja sama dengan DIM akan mengakselerasi pengembangan aset tersebut melalui investasi berkelanjutan, termasuk perluasan program pengeboran.
“Kemitraan ini mempertemukan para investor jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama terhadap pertumbuhan dan penciptaan nilai yang berkelanjutan,” ucapnya.
Penyelesaian transaksi ini masih menunggu pemenuhan syarat dan regulasi yang berlaku. DIM menegaskan komitmennya untuk memperluas portofolio energi global Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id







































