Menuju konten utama

BMKG Prediksi Musim Hujan Merata di Sumsel Mulai Akhir November

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Desember 2026 dan Januari 2027 dengan intensitas curah hujan berada pada kategori normal.

BMKG Prediksi Musim Hujan Merata di Sumsel Mulai Akhir November
Prakiraan cuaca hujan dan berawan. FOTO/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan terjadi secara merata di Sumatra Selatan (Sumsel) mulai akhir November dan awal Desember 2026. Potensi bencana hidrometeorologi perlu diwaspadai seiring peningkatan curah hujan.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengungkapkan, musim hujan tahun ini mengalami keterlambatan dari normalnya akibat pengaruh El Nino. Pada saat itu, kemarau panjang melanda sebagian wilayah Sumsel hingga Oktober dan November 2026.

"Dari perkiraan, musim hujan di Sumsel baru akan merata pada akhir November dan awal Desember 2026," ungkap Wandayantolis, Sabtu (17/10/2026).

Dia menjelaskan, musim hujan diawali di wilayah Empat Lawang yang diprediksi lebih cepat dimulai akhir Oktober 2026. Sementara daerah yang terlambat datang musim hujan berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang kemungkinan baru mulai pada awal Desember 2026.

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Desember 2026 dan Januari 2027 dengan intensitas curah hujan berada pada kategori normal hingga atas normal mencapai sekitar 400 mm. Musim hujan sendiri akan berlangsung hingga Mei-Juni 2026 diawali dengan masa peralihan musim hujan ke kemarau.

Saat memasuki puncak musim hujan, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak hidrometeorologi. Apalagi sebagian besar wilayah Sumsel berpotensi terjadi banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang ketika musim hujan tiba.

"Masyarakat perlu mewaspadai peningkatan curah hujan yang akan memicu potensi benxana hidrometerologis dan pemangku kepentingan terkait dapat melakukan antisipasi terkait hal tersebut," kata Wandayantolis.

Sementara pada Oktober 2026, kata dia, sebagian besar atmosfer wilayah Sumsel masih kering atau kemarau sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan masih tinggi. Sedangkan hujan yang terjadi di bulan ini masih bersifat lokal dengan intensitas rendah dan tidak merata.

"Berdasarkan aktivitas monsun baratan, saat ini belum dapat disebut senagai fase transisi (peralihan dari musim kemarau ke penghujan)," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait BMKG atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Anggun P Situmorang