tirto.id - Viral isu Timnas Indonesia ikut dalam turnamen FIFA Super Cup 2026 di Spanyol. Ada yang menyebutkan Skuad Garuda bakal bertemu dengan Maroko. Ada pula yang mencantumkan Timnas bakal satu grup dengan Italia, Portugal, dan Argentina. Benarkah demikian?
Berbagai konten di media sosial menyebutkan Timnas Indonesia bakal masuk ke sebuah turnamen khusus berlabel FIFA Super Cup menghadapi negara-negara elite di ranking FIFA. Kesempatan ini disebut muncul karena Skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Namun, turnamen FIFA Super Cup tidak pernah ada. Di samping itu, turnamen itu tidak muncul dalam agenda FIFA. Badan sepak bola dunia tersebut hanya mengenal Piala Dunia sebagai turnamen yang diselenggarakan empat tahun sekali untuk negara-negara dari semua konfederasi, mulai dari UEFA, AFC, CONMEBOL, CONCACAF, Caf, hingga OFC, yang lolos kualifikasi.
FIFA memang pernah menggelar turnamen yang melibatkan para juara konfederasi. Turnamen tersebut adalah Piala Konfederasi. Turnamen ini pernah dimainkan dengan jarak setahun sebelum Piala Dunia, yang terjadi pada edisi 2005, 2009, 2013, dan 2017. Namun, setelah bergulir selama 10 edisi dengan yang terakhir pada 2017, Piala Konfederasi resmi ditutup.
Lantas, bagaimana isu FIFA Super Cup di Spanyol ini bisa beredar? Bagaimana pula agenda Timnas Indonesia selanjutnya setelah jadi kampiun FIFA ASEAN Cup 2026?
FIFA Super Cup 2026 di Spanyol Bukanlah Fakta
Salah satu narasi yang diulang paling banyak dari FIFA Super 2026 adalah turnamen tersebut hanya melibatkan 3 tim saja. Pertama, Spanyol selaku juara Piala Dunia 2026. Kedua, Maroko yang merupakan kampiun Piala Arab 2025. Terakhir, Indonesia yang jadi pemenang FIFA ASEAN Cup 2026. Maroko dan Indonesia akan bertarung di semifinal, sedangkan Spanyol langsung lolos ke final dan menunggu pemenang laga Maroko vs Timnas.
Namun, dari narasi tersebut, terlihat celah yang tidak masuk akal. Jika FIFA memang menyelenggarakan turnamen antarpara juara, mengapa justru pemenang level kontinental tidak disertakan? Semestinya, jika FIFA berniat menghidupkan kembali Intercontinental Cup, yang diundang adalah juara EURO, Copa America, Piala Afrika, hingga Piala Emas CONCACAF.
Ada pula narasi yang menyebut Timnas Indonesia masuk ke FIFA Super Cup untuk bersaing dengan negara-negara elite dunia yang berjumlah total 8 tim. Namun, narasi ini bermasalah sejak awal karena peserta turnamen yang berbeda.
Salah satu narasi menyebut Indonesia masuk ke FIFA Super Cup bersama Spanyol, Italia, Portugal, Norwegia, Maroko, Polandia, dan Jepang. Dari narasi tersebut, tercitra turnamen ini hanya ajang untuk negara wakil AFC, UEFA, dan Caf.
Narasi sama muncul pula di media sosial dengan komposisi negara yang berbeda. Indonesia disebut masuk Grup B FIFA Super Cup yang diisi pula oleh Italia, Portugal, dan Argentina. Sementara itu, Grup A dihuni Brasil, Inggris, Belanda, dan Spanyol.
Namun, kedua narasi tersebut sudah langsung terkesan janggal sejak awal. Pasalnya, tidak ada alasan logis yang membuat Timnas Indonesia diajak ke sebuah turnamen bentukan FIFA hanya dengan bekal juara FIFA ASEAN Cup. Selain itu, kapasitas peserta turnamen juga aneh.
Sepanjang sejarah, gelar Belanda hanyalah juara EURO 1988. Mereka memang tercatat sebagai runner-up Piala Dunia 1974, 1978, dan 2010. Juga, runner-up UEFA Nations League 2019. Namun, jika melihat Timnas Indonesia masuk sebagai juara FIFA ASEAN Cup, semestinya peserta lain juga diambil karena memenangi gelar tertentu.
FIFA sendiri memang tidak pernah menyebutkan bakal menggelar FIFA Super Cup. Oleh karenanya, isu bahwa Timnas Indonesia akan terlibat dalam turnamen tersebut dengan lawan negara elite dunia tidaklah benar.
Jadwal Timnas Indonesia Bukan di FIFA Super Cup, Tapi Piala Asia
Turnamen terdekat yang akan melibatkan Timnas Indonesia adalah Piala Asia AFC 2027 yang sedianya digelar mulai 7 Januari tahun depan di Arab Saudi. Di turnamen ini, Skuad Garuda masuk ke dalam grup yang tidak mudah. Di Grup F, mereka akan melawan Jepang, Qatar, dan Thailand yang secara ranking jauh di atas tim asuhan John Herdman.
Di partai pembuka Grup F, Timnas Indonesia akan menghadapi Jepang pada 11 Januari. Selepas meladeni Samurai Biru, tantangan berikutnya adalah jumpa Qatar di Al Khobar pada 16 Januari. Terakhir, Skuad Garuda bakal meladeni Derby Asia Tenggara lawan Thailand di Jeddah pada 20 Januari.
Prestasi terbaik Timnas Indonesia di Piala Asia AFC adalah lolos ke fase knockout pada edisi termutakhir, 2023. Ketika itu, Garuda harus takluk oleh Australia 4 gol tanpa balas. Sebelumnya, di fase grup, Timnas kala itu kalah 1-3 lawan Irak, menang 1-0 kontra Vietnam, lalu dilibas Jepang 3-1. Skuad asuhan Shin Tae-yong lolos ke 16 besar lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id


































