tirto.id - Banyak yang menyarankan untuk membeli sepatu olahraga yang ringan untuk olahraga. Sepatu dengan bobot ringan dianggap bisa memudahkan pergerakan dan membuat pengalaman olahraga jadi lebih nyaman. Namun, apa benar sepatu ringan selalu lebih baik untuk olahraga?
Olahraga sudah menjadi tren gaya hidup banyak orang saat ini. Mulai dari jogging, lari, latihan di gym, bersepeda, hingga olahraga permainan, semuanya kerap ditekuni untuk menunjang kesehatan.
Di sisi lain, olahraga akan jadi lebih maksimal ketika ditunjang oleh perlengkapan yang memadai, salah satunya adalah sepatu. Memilih sepatu olahraga pun tidak bisa sembarangan karena memilih kebutuhan yang berbeda jika dibandingkan dengan kegiatan lainnya.
Misalnya, sepatu lari tentu berbeda dengan sneakers biasa atau walking shoes karena umumnya didesain memiliki bantalan yang lebih empuk. Begitu pun dengan sepatu gym, badminton, basket, hingga sepatu sepak bola, setiap sepatu pasti memiliki rancangan yang berbeda.
Selain jenis, bobot sepatu juga patut dijadikan pertimbangkan karena hal ini bisa memengaruhi aktivitas atau gerakan saat berolahraga. Lalu, benarkah sepatu yang ringan selalu lebih baik untuk olahraga?
Benarkah Sepatu Ringan Selalu Lebih Bagus untuk Olahraga?

Sepatu olahraga yang ringan memang memiliki keunggulan karena bisa memengaruhi efisiensi gerakan dan performa saat berolahraga. Hal ini pernah diteliti dalam studi berjudul Influence of Shoe Mass on Performance and Running Economy in Trained Runners yang dipublikasikan pada 2020.
Penelitian yang melibatkan 11 pelari terlatih ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh bobot sepatu terhadap efisiensi lari (running economy) hingga performa pelari.
Hasilnya menunjukkan bahwa tambahan beban 100 gram pada setiap sepatu meningkatkan biaya energi saat berlari sebesar 7,4–10,21% dan mengurangi daya tahan lari sekitar 42 detik. Sementara itu, tambahan beban 50 gram tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Temuan ini pun menjadi bukti bahwa bobot sepatu memang berpengaruh bagi mereka yang sedang berolahraga. Khusus dalam penelitian ini, sepatu yang lebih berat ternyata dapat menurunkan efisiensi dan performa lari.
Namun, perlu diingat bahwa sepatu yang lebih ringan tidak selalu lebih baik untuk semua jenis olahraga. Sepatu olahraga yang ideal adalah sepatu yang bisa memenuhi kebutuhan dan memiliki fitur yang memadai atau sesuai dengan jenis olahraganya.
Sebagai contoh, kita dihadapkan pada dua sepatu lari dengan bobot berbeda. Sepatu yang lebih berat memiliki bantalan (cushioning) yang lebih baik dibandingkan sepatu yang lebih ringan.
Dalam kondisi ini, sepatu yang lebih berat bisa menjadi pilihan yang lebih tepat karena bisa memberikan kenyamanan dan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelari.
Apa Keuntungan Sepatu Olahraga yang Ringan?

Sepatu olahraga ringan menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari membantu pergerakan kaki hingga meningkatkan kenyamanan saat beraktivitas. Berikut beberapa manfaat dari menggunakan sepatu ringan untuk olahraga:
- Membantu kaki bergerak lebih leluasa
- Mengurangi beban saat bergerak berulang kali
- Mendukung kenyamanan saat berolahraga
- Praktis untuk dibawa bepergian
- Berpotensi membuat kaki terasa lebih sejuk
Perlu diingat bahwa bobot ringan tidak selalu berarti sepatu lebih nyaman atau lebih baik. Kenyamanan tetap dipengaruhi oleh ukuran, bentuk sepatu, bantalan, dan kesesuaiannya dengan jenis olahraga yang dilakukan.
Apa Kekurangan Sepatu yang Terlalu Ringan?

Sepatu ringan memang memberikan keuntungan keuntungan tersendiri pada olahraga yang melibatkan banyak gerakan kaki berulang seperti lari, tapi sepatu yang terlalu ringan juga belum tentu baik.
Sepatu yang terlalu ringan cenderung memiliki desain minimalis dengan bantalan atau struktur penopang yang berbeda dari sepatu berdesain lebih kokoh. Sepatu ini tentunya kurang cocok jika kita membutuhkan perlindungan ekstra pada telapak kaki atau pijakan yang stabil.
Meski demikian, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa sepatu yang terlalu ringan pasti memiliki dukungan yang buruk karena karakteristiknya tetap bergantung pada desain dan material yang digunakan.
Selain itu, sepatu yang terlalu ringan kemungkinan menggunakan bahan yang lebih tipis demi mengurangi bobot. Penggunaan material yang lebih tipis tidak hanya berpengaruh pada kenyamanan, tapi juga daya tahan atau umur pakai sepatu.
Oleh karena itu, memilih sepatu olahraga tidak bisa hanya berpatokan pada bobot, tapi harus memeriksa kualitas bahan, fitur sepatu yang dibutuhkan, serta tujuan penggunaan sepatu tersebut.
Sepatu olahraga yang ideal bukan selalu yang paling ringan, melainkan yang mampu menyeimbangkan bobot, kenyamanan, kestabilan, dan daya tahan sesuai kebutuhan.
Sepatu Ringan Cocok untuk Olahraga Apa Saja?

Pada dasarnya, sepatu ringan cocok untuk berbagai jenis olahraga, terutama aktivitas yang melibatkan banyak gerakan kaki dan membutuhkan mobilitas tinggi. Berikut beberapa contoh jenis olahraga yang umumnya membutuhkan sepatu berbobot ringan:
1. Lari, Jogging, dan Jalan Cepat
Sepatu ringan bisa dijadikan pilihan untuk lari, jogging, hingga jalan cepat. Bisa juga dipilih bagi mereka yang sering berolahraga seperti berjalan di treadmill atau menggunakan mesin elliptical.Olahraga ini membutuhkan gerakan kaki yang berulang kali. Bobot yang ringan bisa membantu mengurangi beban yang harus diangkat kaki pada setiap langkah.
2. Aerobik
Sepatu ringan dapat mendukung gerakan yang dinamis, seperti melangkah cepat, mengikuti koreografi, dan berpindah posisi. Bobot yang ringan membuat kaki lebih leluasa bergerak, tapi sepatu juga perlu memiliki sol yang sesuai dengan permukaan latihan.Untuk aktivitas yang melibatkan banyak perubahan arah, perhatikan cengkeraman dan dukungan lateral agar kaki tetap stabil selama bergerak.
3. Olahraga Raket
Sepatu ringan dapat membantu pemain melangkah dan bergerak cepat mengejar bola atau kok. Namun, tentu saja bobot bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan karena badminton juga melibatkan gerakan menyamping, pengereman mendadak, dan perubahan arah yang cepat.Pilih sepatu khusus olahraga raket yang memiliki cengkeraman baik dan dukungan memadai. Tidak semua sepatu ringan cocok untuk badminton karena setiap sepatu olahraga memiliki desain dengan fungsi berbeda.
4. Gym
Sepatu ringan juga bisa digunakan untuk latihan gym tertentu, seperti pemanasan di treadmill atau latihan kardio. Namun, untuk angkat beban, latihan squat, dan gerakan lain yang membutuhkan pijakan kokoh, kestabilan sepatu jauh lebih penting daripada sekadar bobot yang ringan.Kesimpulannya, sepatu ringan dapat menjadi pilihan untuk olahraga yang membutuhkan mobilitas tinggi, tapi tidak semua aktivitas membutuhkan karakteristik sepatu yang sama.
Sebelum membeli, pertimbangkan jenis olahraga, intensitas latihan, kondisi permukaan tempat berolahraga, serta kenyamanan sepatu saat digunakan. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan sepatu yang tak hanya ringan, tapi juga dukungan yang dibutuhkan oleh kaki.
Rekomendasi Sepatu untuk Lari

Olahraga lari membutuhkan sepatu khusus yang memang didesain untuk aktivitas lari. Hal ini agar olahraga dapat dilakukan baik dan kaki lebih terlindungi dari risiko cedera. Berikut beberapa rekomendasi sepatu olahraga lari yang bisa dijadikan pilihan:
1. 910 Geist Ekiden Hyperpulse
Sepatu 910 Geist Ekiden Hyperpulse termasuk salah satu sepatu brand lokal yang direkomendasikan untuk lari. Bagian insole menggunakan PU foam yang menyesuaikan bentuk kaki, sementara bagian upper berbahan poliester yang kuat, ringan, elastis, dan mendukung sirkulasi udara.Lapisan plastik TPU tipis pada upper membantu mempertahankan struktur sepatu, sedangkan midsole berbahan EVA foam menawarkan bantalan lembut dan ringan. Dengan sol karet yang bisa memberikan traksi baik saat berlari, sepatu ini dijual di harga Rp550.000–Rp650.000.
2. Ardiles Nfinity Flash 2.0
Rekomendasi sepatu lari lainnya adalah Ardiles Nfinity Flash 2.0. Sepatu ini menawarkan kenyamanan lewat penggunaan sol berteknologi NF-Pro Lite yang memakai foam empuk dan responsif, serta dilengkapi pelat TPU untuk meningkatkan stabilitas.Sepatu ini cocok dipakai untuk berbagai sesi latihan, mulai dari tempo run, threshold run, hingga interval run. Sepatu ini juga bisa dijadikan pilihan jika ingin mengikuti perlombaan lari jarak 5K hingga 10K. Ardiles Nfinity Flash 2.0 dibanderol harga Rp550.000–Rp600.000.
3. Ortuseight Hyperblast 3.0
Ortuseight Hyperblast 3.0 termasuk sepatu yang cocok untuk easy run, recovery run, hingga lari jarak jauh. Sepatu ini memanfaatkan teknologi CumulusFoam pada midsole yang menawarkan bantalan empuk, ringan, dan mampu menyerap benturan.Bagian upper menggunakan bahan jacquard mesh tanpa jahitan dengan teknologi Ortflow untuk melancarkan sirkulasi udara. Sementara itu, sol luar berbahan karet dengan teknologi AR-30 memiliki daya tahan yang kuat. Ortuseight Hyperblast 3.0 bisa dibeli di harga Rp700.000–Rp800.000.
4. SPECS AIRGLIDE
Sepatu SPECS AIRGLIDE cocok digunakan untuk lari harian, baik easy run maupun recovery run jarak 5-10K. Sepatu ini dibekali Engineered Mesh pada bagian upper untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan insole Smart Foam yang lembut dan responsif.Sepatu ini juga dilengakpi midsole berbahan EVA Substance yang ringan dan memberikan peredaman benturan secara optimal. Dengan tingkat bantalan yang seimbang dan outsole rubber, sepatu ini bisa didapatkan dengan harga Rp350.000–Rp450.000.
5. MILLS Enerstrike Hyper
MILLS Enerstrike Hyper merupakan sepatu lari yang bisa digunakan untuk tempo run, lari 10K, dan recovery run. Sepatu ini memiliki upper yang ringan dan breathable dengan sol responsif. Teknologi MILLS Engineered Aeromesh pada bagian upper juga membantu mengoptimalkan sirkulasi udara.Bagian midsole-nya bisa memberikan pantulan energi, meredam getaran, dan menjaga stabilitas saat berlari, sementara bagian outsole menawarkan daya cengkeram yang baik. Sepatu MILLS Enerstrike Hyper dibanderol harga Rp500.000–Rp600.000.
Temukan rekomendasi produk serta berbagai informasi menarik lain seputar sepatu di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id




























