Menuju konten utama

BEI: Akan Ada Penambahan atau Pengurangan Daftar Saham HSC

BEI saat ini tengah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap metodologi dan daftar saham High Shareholding Concentration (HSC).

BEI: Akan Ada Penambahan atau Pengurangan Daftar Saham HSC
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyampaikan keterangan terkait update perkembangan pasar modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (26/10/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tengah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap metodologi dan daftar saham High Shareholding Concentration (HSC).

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan evaluasi yang dilakukan oleh komite baru ini membuka peluang bagi adanya penambahan, pengurangan, maupun perubahan jumlah saham yang masuk dalam daftar HSC.

"Karena komite yang baru sekarang sedang me-review seluruhnya, termasuk metodologi. Jadi, dengan metodologi yang baru nanti, sangat mungkin akan ada penambahan atau pengurangan atau perubahan jumlah saham yang ada di HSC," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Ia menambahkan bahwa rincian tersebut nantinya akan disampaikan kepada publik sebagai bagian dari rekomendasi resmi komite.

Adapun, saat ini tercatat ada 81 saham HSC yang dikeluarkan dari penghitungan IHSG. Dengan begitu, total saham yang masuk dalam penghitungan IHSG hanya tersisa 837 emiten per November 2026.

Sementara itu, di tengah dinamika pasar yang terus berjalan, BEI bersama jajaran pemangku kepentingan memperkuat komitmen menjaga integritas pasar melalui peningkatan kualitas transparansi, likuiditas, dan efektivitas pengawasan.

Salah satu langkah yang ditempuh bursa adalah memperbarui prosedur pengawasan agar mampu mendeteksi potensi pelanggaran secara lebih dini.

Jeffrey menjelaskan bahwa bursa kini menerapkan prosedur pengawasan baru berupa pemberian tanda langsung pada sistem perdagangan guna mengantisipasi tindakan manipulasi pasar.

“Kami akan menyampaikan real-time flagging kepada pasar bila kami menemukan ada indikasi upaya manipulasi atau misconduct lain di pasar. Akan segera kami umumkan kepada pasar bahwa proses investigasi sudah dilakukan atau dimulai," kata Jeffrey.

Melalui kombinasi pengawasan ketat, perbaikan likuiditas, serta transparansi yang semakin ditingkatkan, dan keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen beserta pihak terafiliasinya, bursa berharap dapat terus memperkuat fondasi pasar serta mengembalikan kepercayaan para investor.

Baca juga artikel terkait BURSA EFEK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto