tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini tidak terlepas dari proses reformasi struktural yang sedang berlangsung di pasar modal.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan langkah penataan dan perbaikan sistem tersebut diyakini membawa dampak penyesuaian jangka pendek pada pergerakan bursa.
Friderika mengibaratkan proses ini sebagai tahapan pembersihan atau detoks bagi kesehatan pasar ke depan.
"Jadi, kalau kita melihat, ditambah dengan reformasi struktural di pasar modal kita, tentu saat ini kita bisa melihat itu adalah konsekuensi logis dari berbagai reformasi yang kita lakukan. Jadi, beberapa waktu yang lalu juga sudah saya sampaikan, ini seperti mungkin kayak detoks gitu, ya. Kalau ngeluarin yang enggak bagus-bagus dan lain-lain mungkin akan tecermin di kondisi IHSG saat ini," ujarnya dalam konferensi pers KSSK di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, dikutip Rabu (4/11/2026).
Di samping faktor domestik tersebut, tekanan pada bursa saham nasional juga dipengaruhi oleh dinamika eksternal. Faktor-faktor global, seperti ketegangan geopolitik, tekanan inflasi, hingga ekspektasi suku bunga tinggi (higher for longer) turut membayangi sentimen pelaku pasar secara global.
Kendati pasar tengah mengalami koreksi, OJK memastikan bahwa fundamental kinerja emiten domestik masih berada dalam kondisi yang kuat.
Aktivitas penghimpunan dana korporasi di bursa terjaga baik, tercatat mencapai Rp205,77 triliun hingga Oktober 2026. Angka tersebut mencakup tujuh penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), 20 penawaran umum terbatas, 11 penerbitan efek bersifat utang atau sukuk, serta 135 penawaran umum berkelanjutan (EBUS).
Selain itu, ketertarikan korporasi untuk melantai di bursa juga masih tinggi dengan adanya 25 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan nilai indikatif sekitar Rp26 triliun.
Secara keseluruhan, realisasi target penghimpunan dana di pasar modal sepanjang 2026 diproyeksikan mampu menyentuh kisaran Rp250 triliun hingga tutup tahun.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































