Menuju konten utama

Antrean BBM Mengular, Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Penimbun

Bahlil sebagian masyarakat membeli BBM dengan cara ditampung di kendaraan berkapasitas besar mereka masing-masing.

Antrean BBM Mengular, Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Penimbun
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). tirto.id/M Fajar Nur
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, menindak tegas masyarakat yang menimbun BBM bersubsidi di tengah maraknya antrean panjang di sejumlah SPBU, Jumat (16/10/2026).

Menurut Bahlil, kelangkaan di tingkat pengecer bukan disebabkan oleh kekosongan stok nasional, melainkan aksi penampungan BBM subsidi serta pergeseran konsumsi masyarakat ke RON 90.

"Saya minta tolong sama Pak Kapolri, "Pak, kalau begini ditindak saja, diproses hukum". Masa minyak BBM solar subsidi ditampung, kemudian dijual lagi dengan harga industri, itu kan subsidinya kan ditanggung oleh negara," kata Bahlil setelah rapat bersama Kapolri dan beberapa pejabat pemerintah lain, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).

Menurut dia, sebagian masyarakat membeli BBM dengan cara ditampung di kendaraan berkapasitas besar mereka masing-masing. Setelah menampung BBM itu, mereka disebut menjual kembali ke masyarakat.

"Itu ada saudara-saudara kita yang memang, ya mohon maaf, perilakunya enggak berubah, yang ngantri mobil Pajero atau ngantri mobil yang diisi tangkinya banyak, ngambil minyak subsidi baru dijual," ucap Bahlil.

Bahlil berkata pasokan BBM dengan RON 90 sejatinya masih tergolong aman, yakni dapat mencukupi untuk 16-18 hari. Ia mengakui stok BBM dengan RON 90 saat ini memang tidak sampai 20 hari.

Akan tetapi, ia mengklaim stok BBM dengan RON di atas 90 tetap berada di atas 20 hari. Bahlil menyebutkan terdapat fenomena pergantian pembelian jenis RON BBM oleh masyarakat yang biasanya membeli BBM dengan RON di atas 90. Kini, mereka justru membeli BBM dengan RON 90.

"Kenapa itu terjadi? Karena terjadinya shifting, yang tadinya orang pakai 92 dan 95 itu di-shifting ke 90 karena harganya kan cukup berbedanya cukup ekonomis itu. Itu sebenarnya masalahnya," tutup Bahlil.

Baca juga artikel terkait BBM atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama